Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

SYARIAH

Keharusan Tunduk, Patuh dan Taat pada Perintah Allah dan Rasulullah, ini Dalil-Nya

AsSAJIDIN.COM — Seorang muslim sejati adalah seseorang yang selalu berusaha menyelaraskan sikap, perilaku dan pola pikirnya dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

ءامن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون ، كل ءامن بالله وملئكته وكتبه ورسله ، وقالوا سمعنا وأطعنا ، غفرانك ربنا وإليك المصير

Artinya: “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya’, dan mereka mengatakan: ‘Kami dengar dan kami taat.’ (Mereka berdoa): ‘Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.’” (QS. Al-Baqarah [2]: 285)

Lihat Juga :  Berapa Kali Ayat Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban Diulang dalam QS Ar-rahman? Apa Maksudnya?

Imam Ibnu Katsir rahimahullah di kitab tafsir beliau menjelaskan bahwa makna sami’naa wa atha’naa (kami dengar dan kami taat) adalah ‘kami mendengar firman-Mu wahai Tuhan kami, kami memahaminya, mendirikannya dan menyesuaikan perbuatan kami dengan ketetapan firman-Mu tersebut’.

Tunduk patuh atau taat pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bagian dari taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

من يطع الرسول فقد أطاع الله

Artinya: “Dan barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya dia telah mentaati Allah.” (QS. An-Nisaa’ [4]: 80)

وما ءاتـكم الرسول فخذوه وما نهـكم عنه فانتهوا

Lihat Juga :  Kerinduan Siti Aisyah Setelah Rasulullah SAW Tiada ..

Artinya: “Apa yang diberikan Rasul kepada kalian, maka ambillah. Dan apa yang dilarangnya, maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr [59]: 7)

وأطيعوا الله والرسول لعلكم ترحمون

Artinya: “Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 132)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من أطاعني فقد أطاع الله ومن عصاني فقد عصى الله

Artinya: “Siapa yang mentaatiku, berarti ia mentaati Allah. Dan siapa yang membangkangku, berarti ia membangkang Allah.” (HR. Bukhari [2737, 6604) & Muslim [3417, 3418])

Akhirnya, semoga kita bersedia tunduk dan patuh kepada Allah ta’ala sepenuhnya. Wallahul muwaffiq ilaa aqwaamith thariq. [*/sumber: Abufurqan.net]

 

Back to top button