
ASSAJIDIN.COM — Masyarakat selain diimbau waspada virus corona juga diharap sedini mungkin mengantisipasi penyakit demam berdarah dangue (DBD) yang setiap saat dapat menyerang melalui perantara nyamuk. Berdasarkan data yang dimiliki dinas kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terdapat tiga orang menunggal dunia DBD dalam kurun dua bulan terakhir.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Provinsi Sumsel, Muyono saat diwawancarai, 11 Maret 2020.
Muyono mengatakan, untuk permasalahan DBD di Provinsi Sumsel, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya terdapat Tiga orang yang meninggal akibat terkena gigitan nyamuk Aedes aegypti. “Ya, dalam dua bulan terakhir sejak Januari hingga Februari sudah tiga orang yang meninggal dunia akibat DBD,” katanya
Meninggalnya ketiga orang akibat DBD tersebut dikarenakan lambatnya penanganan yang dilakukan. “Ketiganya terlambat penanganannya yaitu di bawa ke rumah sakit untuk tindakan lebih lanjut,” ujar Muyono
Muyono mengungkapkan, ketiga orang yang meninggal ini masih anak-anak dan berasal dari tiga kabupaten yang ada di Provinsi Sumsel yaitu dari Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Banyuasin dan Muara Enim. “Untuk kasus DBD ini memang harus ditangani atau direspon dengan cepat,” ungkapnya
Dijelaskannya, ada tiga daerah yang menjadi tertinggi dari sebaran DBD di Provinsi Sumsel yaitu Musi Banyuasin (Muba) dengan 128 penderita, disusul Palembang dengan 122 penderita, serta Muaraenim dengan 111 penderita. “DBD mulai menjangkiti Sumsel sejak Oktober 2019 lalu di mana jumlah penderita DBD mencapai 80 kasus hingga terus sampai bulan Januari 2020 menjadi 562 kasus. Total hingga bulan Februari 2020 jumlah keseluruhan ada 819 kasus,” jelas Muyono
Muyono menambahkan, untuk kasus DBD saat ini dinilai pihaknya mengalami penurunan jika dibanding periode sebelumnya dibulan yang sama yaitu ada 1.307 kasus. “Jumlah penderita meninggal pada tahun lalu periode sebelumnya juga ada 5 orang,” katanya (*/sumber: sibernas/mn)
