Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Hakam Mabruri Keliling Benua Afrika dengan Sepeda, ini Misinya

ASSAJIDIN.COM — Seorang pemuda bernama Hakam Mabruri akan menjelajahi negara-negara di benua Afrika dengan sepeda.

Warga asal Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini, memulai penjelajahan dari Kairo, Mesir. Hakam berangkat ke Kairo pukul 17.35 dari bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Selasa (17/12) lalu dengan menggunakan pesawat Etihad.

Dalam jadwal, ia singgah terlebih dahulu di Abu Dhabi, kemudian tiba di Kairo, pukul 05.15. Dari Kairo inilah, Hakam akan menjelajahi negara-negara Afrika. Negara-negara tersebut adalah Mesir, Sudan, Ethiopia, Kenya, Uganda, Rwanda, Tanzania, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Botswana, Namibia, dan Afrika Selatan. “Perjalanan ini akan berakhir di Cape Town, Afrika Selatan,” ujar anggota Gerakan Pemuda Ansor di daerahnya ini.

Lihat Juga :  Posisi Kaki Saat Sujud, Dirapatkan atau Direnggangkan?

Di Afrika Selatan, kata Hakam, salah satu destinasi yang akan dikunjunginya adalah petilasan ulama asal Indonesia, Syekh Yusuff Makassari. Ulama kelahiran Makassar tersebut merupakan seorang yang gigih melawan penjajahan Belanda sehingga pernah dibuang ke Banten, ke Srilangka, dan terakhir hingga wafatnya dibuang ke Afrika Selatan.

Namun, jenazahnya belakangan dipulangkan ke kampung halamannya. Menurut lulusan Pondok Pesantren An-Nur II Kabupaten Malang ini, di setiap negara ia akan mengunjungi rumah-rumah ibadah bersejarah dan terkenal. Tak hanya masjid, tapi setiap agama, bahkan agama lokal Afrika. Di rumah-rumah ibadah itu, ia akan melakukan dialog dengan pemeluk dan pemuka agamanya. “Di situlah saya akan menceritakan Islam di Indonesia, Islam yang damai, Islam yang rahmatan lil alamin,” ungkap mahasiswa Jurusan Pertanian Universitas Raden Rahmat (Unira) Malang ini.

Lihat Juga :  Satu Unit Alat PCR untuk BBLK Palembang Percepat Proses Tes Swab Covid-19

Hakam menambahkan, perjalanannya selama di Afrika ini diperkirakan akan menghabiskan waktu 12 bulan lebih. Sehingga kemungkinan besar, ia akan pulang pada awal tahun 2021. “Jadi, saya pulang tahun 2021. Sampai ketemu di tahun 2021,” ungkapnya dengan senyum lebar.

Padahal yang akan dilewatinya adalah wilayah-wilayah yang tak pernah dijelajahinya, hanya diketahui melalui peta. Dan dalam waktu yang tidak sebentar. Fii amanillah Hakaam…(*/sumber: nu online)

Back to top button