Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Bahagia Memeluk Islam, Angel Eva Ungkapkan dalam Buku Karyanya The New Me

ASSAJIDIN.COM — Setahun lalu, tepatnya 11 Mei 2019, Angel Eva Christine memutuskan menjadi mualaf.

Keputusan ini sebetulnya tidak ia duga-duga. Mengalir begitu saja. Atas kuasa Allah, semua bisa terjadi.

Penulis buku “The New Me” ini tak menyangka jalan hidupnya menjadi seorang mualaf mengubah keseluruhan jalan hidupnya.

Wanita kelahiran Medan, 1 September 1984 kini terus mendalami agama islam sebagai agama yang ia peluk saat ini.

Baginya islam adalah agama yang sangat sempurna, mengajarkannya banyak hal yang benar.

Angel menceritakan buku “The New Me” merupakan buku yang menceritakan kisah dirinya atau perjalanan hidupnya menjadi seorang mualaf.

Sebelum menjadi mualaf, dirinya juga belajar berbagai agama di Indonesia.

“Tepatnya saat di Bali saya belajar Hindu, Budha sampai akhirnya saya juga belajar islam,” ujar wanita yang beprofesi sebagai manajer artis ini.

Ia mengaku seorang agnostik.Ia sadar betul kalau ada Tuhan uang menciptakan alam semesta tapi Angel tak mempercayai agama.

Baginya, agama hanya konsep dan mekanisme ciptaan manusia yang menuntun manusia lain memilih mau menyembah Tuhan yang mana.

“Karena agnostik ini membawa saya pada Islam. Dalam proses mempelajari beberapa agama saya sadar bahwa islam yang paling benar,” ungkap dia.

 

Ketika sedang belajar islam, suatu hari Angel mendatangi masjid untuk belajar salat.

Disaat itu, ia melihat sebuah mukena berwarna putih yang sangat indah.

“Saat di Masjid saya melihat ada mukenah indah sekali dan dalam hati berdoa ingin sekali memilikinya. Esok harinya ada seorang perempuan yang memberikan saya mukena sama persis yang saya lihat pada waktu itu,” ujarnya sembari mengucapkan rasa syukur.

Lihat Juga :  Kehidupan Religius Angelina Sondakh, Kasidahan di Lapas Hingga Rutin Ikut Kegiatan One Day One Juz

Setelah memutuskan menjadi mualaf pada 11 Mei 2018, ia mendapatkan berkah yang luar biasa.

“Beberapa minggu setelah menjadi mualaf saya datang ke masjid dan bertemu dengan seorang ibu. Lalu, ibu itu mengajak saya untuk Umrah dengan waktu yang tak lama lagi,” jelas dia.

Mantan penyiar radio ini pun mengaku kaget dan tak percaya karena KTPnya masih berstatus agama sebelum ia menganut islam.

“Alhamdulilah kemudahan semuanya saya rasakan. Visa saya jadi hanya dalam waktu dua hari,” jelas dia.

Namun sebelum berangkat ke Madinah, ia pun ingin ke Malaysia.

Dan ternyata perjalananya menuju Madinah ditempuh dengan transit ke Malaysia.

“Di sana saya sangat beruntung sekali punya waktu satu hari keliling Malaysia dan itu saya merasakan benar-benar berkah dari Allah,” jelasnya.

Tak hanya sampai disitu, keberuntungan lainnya yang ia rasakan dari Allah SWT yakni saat petugas imigrasi Malaysia salah input data.

Sehingga harusnya pesawat economy class yang ia tumpangi menjadi business class.

“Alhamdulilah ini benar-benar berkah, keajaiban yang saya dapati. Allah itu benar-benar maha baik, apa yang saya minta selalu dapat, Masya Allah Tabarakallah,” jelas dia.

Lihat Juga :  Kerahkan 60 UMKM, Produksi Masker Kain

“Banyak sekali berkah yang saya dapati. Setelah jadi muallaf saya lebaran pertama di Mekkah dan banyak keberkahan lainnya yang saya dapatkan,” ujar anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Selain menulis buku, Angel kini menjadi manager beberapa artis seperti Rangga Moela, Indah Dewi Pertiwi, dan Vivi Zubedi.

Ia mengatakan, saat memutuskan ingin menjadi mualaf ia mengaku awalnya mendapat protes dari keluarga besarnya.

Terutama Mami dan kedua adiknya.

“Saat memberitahu mereka aku akan berpindah keyakinan tidak ada satu pun dari mereka yang menyetujui. Namun aku berprinsip bahwa sebelum aku mengucapkan syahadat aku harus memberitahu mereka terlebih dahulu,” ujarnya dengan air mata yang menetes di pipinya.

Bagi Angel, keluarga adalah segalanya. Walaupun saat ini ia telah menjadi muslimah namun ia tetap sayang dengan ibu dan kedua adiknya.

“Alhamdulilah sekarang keluarga telah menerima dan menghargai keputusan saya. Islam mengajarkan aku untuk menyayangi ibu karena di dalam Alquran dijelaskan hormati ibumu, ibumu, ibumu, baru ayahmu.”

“Dari sana aku semakin terketuk hatinya untuk menyayangi ibuku lebih dari apapun,” kata wanita berusia 34 tahun dengan haru.

Ia berharap, keinginan terbesarnya yakni ingin menunaikan ibadah haji dan terus mendalami agama islam sebagai pedoman hidupnya.

“Masih banyak yang ingin saya pelajari tentang islam. Saya akan terus belajar dan tak henti untuk terus mencari,” pungkasnya.(*/sumber : tribunsumsel.com)

Back to top button