Cerita Korban Kecelakaan Speedboat: Kami Terpental, Tau-tau Kapal Sudah Hancur

PALEMBANG, ASSAJIDIN.COM — Akibat menabrak pohon pedado di pinggiran jalur sungai Musi, Speedboat 200 PK Awet Muda Jalur 10 Air Saleh mengalami kecelakaan. Dari sejumlah korban, dua Jenazah dan satu korban luka ringan di bawah ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Senin malam (18/3/2019) kemarin.
Dua Jenazah dan satu korban luka ringan ini tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Pukul : 17:30 Wib.
Kemudian Speedboat Awet Muda 200 PK inu untuk korban meninggal dunia yakni salah satunya Abu Ngamar (24), Kusnul (60), Tarno (50), Muhammad (50), Kodar (20), Sopian (63), dan Ganjar (40).
Sedangkan korban yang mengalami luka berat dan ringan yakni Febro (21), Setio (38), Hainin (50), Risa (15), Sariman (37), Ganjar Winosis (39), Marbiro, Budi (30), Aqila (1) dan Feli (32) tahun.
Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Kompol Mansuri belum bisa memberi laporan kepada awak media terkait identitas kedua Jenazah tersebut.
Menurutnya Dua Jenazah tersebut harus dilakukan visum terlebih dahulu sedangkan satu Korban luka ringan masih di periksa di IGD.
Sementara Menurut Camat Karang Agung Ilir, Banyuasin Yose Rizal mengatakan berjumlah 5 warga nya merupakan korban kecelakaan Speedboat Awet muda tersebut. Setelah dicek memang warganya.
Selain itu korban selamat kecelakaan itu bernama Tio (38) kecelakaan Speedboat 200 PK Awet Muda Tujuan Karang Agung – Palembang menceritakan sedikit kejadian ini dia tidak mengetahui karena saat kejadian Tio tertidur lelap dengan duduk di kursi nomor dua sebelah kiri, tepatnya di belakang kenek Sopir SpeedBoat.
“Saya ketika terdengar membentur wajah tiba-tiba langsung terbangun saat saya terbangun kapal tersebut sudah hancur,” kata Tio.
Tio menduga sopir Speed Boat yang terpelanting ke belakang karena membentur pohon sejenis bakau yang ditabrak.
Sementara itu sopir maupun penumpang yang lainnya pada saat dilihat sudah terpental semua.
“Saya pun langsung menyelamatkan yang bisa saya selamatkan tak sasar kalau saya terluka,” tutupnya.(*)
penulis : deny wahyudi
