Tradisi Puluhan Tahun, Festival Bidar Palembang Kembali Digelar di Kampung Kapitan

AsSajidin.com PALEMBANG —— Festival Perahu Bidar Tradisional dan Perahu Motor Hias kembali digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, festival tahunan tersebut berlangsung di kawasan Kampung Kapitan, Dermaga 7 Ulu, Palembang, Senin (17/8/2026).
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang dipusatkan di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), pelaksanaan festival tahun ini dipindahkan ke Kampung Kapitan karena kawasan BKB masih dalam proses revitalisasi tahap kedua.
Mewakili Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Sumsel, Dr Apriyadi, mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kota Palembang dalam mempertahankan Festival Perahu Bidar sebagai agenda tahunan.
Menurut Apriyadi, lomba bidar merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun selama puluhan tahun. Selain memeriahkan HUT Kemerdekaan, festival tersebut juga menjadi sarana menjaga kebudayaan masyarakat Sumsel.
“Pemprov mengapresiasi apa yang dilaksanakan Pemko Palembang serta pelaku usaha pariwisata. Kegiatan hari ini selain memeriahkan HUT kemerdekaan juga melestarikan kebudayaan dan culture masyarakat kita,” ujar Apriyadi.
Ia mengatakan, tradisi bidar tidak hanya berkembang di Kota Palembang, tetapi juga ditemukan di sejumlah daerah Sumsel yang berada di aliran anak Sungai Musi. Kondisi tersebut tidak terlepas dari sejarah masyarakat Sumsel yang dahulu menjadikan perahu sebagai salah satu sarana transportasi.
“Bidar ini juga banyak dilaksanakan di berbagai daerah di Sumsel, khususnya yang memiliki atau berada di aliran sembilan anak Sungai Musi. Karena bidar ini sejalan dengan kebudayaan masyarakat Sumsel di masa lalu yang menjadikan perahu sebagai alat transportasi,” jelasnya.
Apriyadi berharap festival tersebut dapat dikemas lebih kreatif pada tahun-tahun mendatang sehingga tidak hanya menjadi perlombaan tahunan, tetapi juga berkembang sebagai daya tarik wisata.
“Kita berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan lebih kreatif, tidak monoton. Kalau bisa digali lagi potensi wisata karena kita kaya akan itu, seperti wisata religi, kuliner, bahkan Pemprov Sumsel juga mencanangkan Sumsel Health Tourism dengan didukung fasilitas kesehatan yang ada,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan pemindahan lokasi festival tidak menyurutkan antusiasme masyarakat. Sebaliknya, animo warga untuk menyaksikan perlombaan di Sungai Musi tetap tinggi.
“Pelaksanaan Festival Perahu Bidar Tradisional dan Perahu Motor Hias ini dipindahkan ke Kampung Kapitan atau Dermaga 7 Ulu karena BKB masih revitalisasi dan sudah memasuki tahap kedua,” kata Ratu Dewa.
Ia menilai Festival Perahu Bidar memiliki potensi besar dari sisi budaya dan ekonomi. Selain menjaga tradisi, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Ada ruang budaya, ekonomi, UMKM kita, kegiatan bidar ini kalau 1659 sampai sekarang turun-temurun harus dilestarikan,” ujarnya.
Namun, Ratu Dewa juga menyoroti kondisi Sungai Musi yang mengalami pendangkalan. Ia menyebut bagian pinggir sungai saat ini mengalami surut sekitar 4 hingga 7 meter, sementara bagian tengah mencapai sekitar 20 meter.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, termasuk melalui upaya pengerukan sungai agar berbagai aktivitas di Sungai Musi dapat terus berlangsung.
“Kita tidak bisa kerja sendiri, harus kolaborasi agar dapat dilaksanakan setiap tahun Festival Perahu Bidar Tradisional dan Perahu Motor Hias ini,” tegasnya.
Selain Festival Perahu Bidar, Ratu Dewa mengungkapkan rencana penataan kawasan Ampera. Ke depan, kawasan tersebut akan dipercantik dengan pemasangan relief yang menampilkan ciri khas Palembang.
“Ampera akan berubah, akan dipasang relief ciri khas Palembang. Sudah bicara dengan Pak Gubernur,” katanya.
Festival tahun ini turut menarik perhatian penonton dari berbagai daerah, tidak hanya dari Kota Palembang. Sejumlah penonton datang dari Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI), dan Lahat. Bahkan, wisatawan dari luar negeri seperti Malaysia, Thailand, dan Prancis juga disebut turut menyaksikan festival.
Dalam lomba Perahu Bidar Tradisional 2026, Kabupaten Ogan Ilir keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Sinar Permata Lahat, sedangkan juara ketiga diraih Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumsel.
Selanjutnya, Dinas Perhubungan Kota Palembang meraih juara harapan pertama, Kabupaten OKI sebagai juara harapan kedua, dan Perumda Tirta Musi Palembang sebagai juara harapan ketiga.
Untuk hadiah, juara pertama mendapatkan uang tunai Rp25 juta, juara kedua Rp22,5 juta, juara ketiga Rp20 juta, juara harapan pertama Rp17,5 juta, juara harapan kedua Rp15 juta, dan juara harapan ketiga Rp12,5 juta.
Sementara itu, lomba Perahu Motor Hias dimenangkan Perumda Tirta Musi Palembang dengan hadiah uang tunai sebesar Rp7,5 juta. (Fitria)
