DUNIA ISLAM

Jelang Idul Adha 1446 H, Penjual Hewan Kurban di Palembang Mulai Ramai

AsSajidin.com Palembang,  —- Terhitung sejak awal bulan Mei 2025 atau satu bulan menjelang hari raya Idul Adha 1446 H. Sejumlah pedagang dan peternak hewan kurban di Palembang mulai kebanjiran pesanan. Hal itu disampaikan Suroso, salah seorang peternak hewan kurban di Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

“ untuk tahun ini, Alhamdulillah ada sedikit kenaikan dari sebelumnya. Apalagi saat covid-19 lalu. Biasanya,permintaan hewan kurban mulai bergeliat itu memasuki H-14 hari raya. Hewan kurban yang banyak dipesan yakni sapi jenis Bali dan kambing jenis Kambing Rambon atau Jawa Randu, “ katanya.


Berbeda dengan Suroso, salah satu pedagang hewan kurban lainnya yakni Fajrul Falah (26) mengatakan memasuki tiga minggu jelang lebaran kurban tahun ini belum ada kenaikan atau penurunan signifikan yang ia rasakan.
Menurutnya, pesanan sebanyak 40 sapi dan 20 kambing jelang hari raya Idul Adha tahun ini terhitung stabil dibanding penjualan tahun lalu.

“Kami sudah buka sejak 1 Mei lalu. Total sementara ini, ada kurang lebih 98 sapi dan 50 kambing yang didatangkan dari Lampung. Nanti akan datang lagi,” ungkapnya, seperti diukutip dari detik.com

Lihat Juga :  Pesona Wisata Yordania (2) : Petra, Situs Terindah Sepanjang Sejarah

Kambing yang dijual untuk kurban berada pada range harga sekitar Rp 2,5-7 juta tergantung bobot. Menurut Fajrul, jenis kambing populer untuk kurban adalah Kambing Etawa, Kacang, Peranakan Etawa (PE), Rambon, dan sebagainya.

“Kalau untuk masyarakat Palembang, paling laris itu jenis Kambing Rambon atau Jawa Randu dengan harga sekitar Rp 3 juta. Dia paling banyak dibeli karena terjangkau, sesuai budget,” jelasnya.

Untuk sapi, kata Fajrul, ia menawarkan berbagai jenis dari Sapi Bali, Simental atau Metal, dan Limousin. Harga jualnya sekitar Rp 18-126 juta tergantung bobot. Bahkan, salah satunya ada yang ditawarkan di angka Rp 126 juta karena berbobot 1,1 ton.

Hingga kini, pihaknya telah memisahkan 40 sapi yang sudah berpemilik. Lima di antaranya dipesan atas nama Ratu Dewa-Prima Salam (RDPS).

“Sapi paling laku itu jenis Bali. Kisaran harganya sekitar Rp 18-26 juta tergantung bobot,” ujarnya.

“Kebanyakan rombongan dari masjid, musala, atau majelis yang beli. Kalau jenis Metal Limosin, biasanya dari rombongan keluarga atau individu,” katanya.

Dia menyebut pengawasan untuk berjualan hewan kurban semakin ketat. Sapi dan kambing tersebut harus melewati berbagai tes uji kelayakan sebelum dapat dinyatakan layak kurban.

Lihat Juga :  Tempat Wisata di Arab Saudi (3) : Fakieh Aquarium, Wisata Pilihan Orangtua dan Anak-anak Selepas Umrah 

“Kita bawa ke sini diperiksa juga di Lampung (sebelum dibawa ke Palembang). Pemeriksaan kesehatan dan segala macem.

“Bawa sapi dan kambing sekarang lebih ketat (pengawasannya). Untuk dipajang di sini nih, harus ada suntik vaksin LSD (Lumpy Skin Disease) dan PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Kalau Sapi Bali harus vaksin Jembrana,” ujarnya.

Hal senada dikatakan pedagang lainnya bernama Juher yang mengatakan jenis hewan kurban yang banyak dibeli yakni kambing Rambon. Sebab, harganya yang terjangkau.

“Ya paling banyak jenis itu (Rambon) karena harganya cukup terjangkau untuk masyarakat,” ungkapnya.

Kata dia, untuk penjualan hewan kurban saat ini masih sepi. Biasanya, pembeli baru ramai menjelang satu pekan atau tiga hari Idul Adha. Namun, dia mengaku sudah banyak masyarakat yang memesan hewan kurban.

“Biasanya ramai mendekati hari raya Idul Adha. Kalau sekarang memang sepi, tapi sudah banyak masyarakat yang memesan hewan untuk dikurbankan di hari raya Idul Adha,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button