KALAMSYARIAH

Asbabun Nuzul Surat Az-Zalzalah

ASSAJIDIN.COM — Menurut Juz Amma Lengkap Bergambar 3 Bahasa oleh Puspa Swara dan Abu Fayha (2019: hal 39) yang dikutip Kumparan.com, berikut asbabun Nuzul Surat Az-Zalzalah:

Sa’id bin Jubair ra menerangkan bahwa kedua ayat ini diturunkan berkenaan dengan kaum Muslim, yaitu pada saat Surat Al Insan ayat 8 diturunkan, banyak yang beranggapan orang yang bersedekah sangat kecil tak akan mendapat pahala.

Sementara yang lain beranggapan bahwa dosa-dosa ringan yang akan mereka lakukan tak akan mendapat siksa. (HR. Ibnu Hatim).

Oleh karena itu, turun Surat Al Zalzalah ayat 7-8 sebagai bantahan terhadap anggapan tersebut. Bahwa hal itu keliru.

Sekecil apa pun suatu amal baik akan tetap diperhitungkan. Begitu pula dengan dosa, sekecil dan seremeh apa pun dosa itu, tetap akan mendapat balasan.

 

Keistimewaan

Khusus keistimewaan Surat Az-Zilzalah , Sayyid Muhammad Taqi Al-Muqaddam dalam.bukunya berjudul “Khazanah Al-Asrar” mengatakan orang yang membacanya akan aman dari gangguan penguasa.

Mengutip Kalam.sindonews.com, Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Surat Al-Zalzalah itu sepadan dengan setengah Al-Quran, wal ‘adhiyat itu sepadan setengah Al-Quran, Surat Al-Ikhlas itu sepadan sepertiga Al-Qur’an, dan Surat Al-Kafirun sepadan dengan seperempat Al-Quran.”

Lihat Juga :  Asbabun Nuzul Surat Al-Kafirun 

Abdullah bin Amru meriwayatkan bahwa seorang lelaki pernah menemui Rasulullah lalu bertanya, “Bacakan untukku wahai Rasulullah.”

Maka Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah tiga surat yang berawal dari alif lam ra.”

Kemudian ia membalas, “Umurku sudah tua, hatiku keras dan bicaraku kasar.”

Maka laki-laki itu menjawab dengan jawaban yang serupa.

Rasulullah kemudian bersabda, “Bacalah tiga Surat Musabbihat (surat yang berawalan sabbaha dan yusabbihu).”

Maka lelaki itu menjawab dengan jawaban yang serupa dengan jawaban (yang pertama).

Lalu berkata lagi, “Akan tetapi, bacakan untukku Surat Al-Jum’ah ya Rasulullah.”

Maka Rasulullah SAW pun membacakannya (Surat Al-Zalzalah), hingga selesai membaca itu, lelaki itu berkata, “Demi Zat yang telah mengutusmu dengan hak, aku tidak akan menambah atasnya.”

Kemudian lelaki itu pulang, lalu Rasulullah bersabda, “Beruntunglah lelaki itu, beruntunglah lelaki itu, begitu pula aku.” (HR Ahmad, II: 169, dan Abu Dawud, I: 221)

Sedangkan dalam Tsawabul A’mal dinyatakan bahwa dari Abi Abdullah telah berkata: “Janganlah kalian bosan membaca Surat Al-Zalzalah, karena sesungguhnya barangsiapa yang membacanya di dalam shalat sunahnya, maka Allah tidak akan menimpakan bencana (gempa bumi) selamanya dan ia tidak akan mati karenanya. Tidak juga ia terkena petir dan beberapa malapetaka di dunia lainnya.

Lihat Juga :  Asbabun Nuzul Surat Al-Fatihah

Lalu ketika ia meninggal, maka diperintahkan menuju surga. Lalu Allah berfirman, ‘Wahai hamba-Ku, Aku memasukkanmu ke dalam surga-Ku, maka tinggallah di dalamnya selama kamu inginkan, tidak dilarang dan tidak pula ditolak.’l”

Dalam ‘Uyunul Akhbar disebutkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat ini (Surat Al-Zalzalah), maka ia akan diberi pahala seperti orang yang membaca seperempat Al-Quran, dan barangsiapa yang menulisnya atas roti yang lembut, dan dimakankan kepada pencuri, maka ia tersedak (sesak) karenanya dan (dimakankan) kepada seorang yang berbuat kesalahan, maka akan terbuka kesalahannya.”

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca Surat Al-Zalzalah sebanyak empat kali, maka ia seperti orang yang membaca Al-Quran seluruhnya.”

Al-Zalzalah sendiri artinya adalah “kegoncangan”. Surat yang terdiri atas 8 ayat ini termasuk dalam golongan Surat Madaniyyah dan diturunkan setelah Surat An-Nisa’.

Ia diberi nama Surat Al-Zalzalah karena merujuk pada lafaz az-zilzal yang terdapat pada ayat pertama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button