Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

NASIONAL

Puji Ilmu Keislaman di Pesantren NU, Imam Masjid Nabawi Sebut Muslim di Indonesia Bisa Dijadikan Contoh Bagi Umat Muslim di Dunia

ASSAJIDIN.COM — Hari Rabu (9/10/2024) kedatangan tamu istimewa Imam Besar Masjid Nabawi Syekh Ahmad bin Ali Al-Hudzaifi.

Kedatangan Syekh Ahmad bin Ali Al-Hudzaifi ini tentu membawa arti penting bagi keeratan khususnya NU di Tanah Air tercinta ini.

“Imam Besar Masjid Nabawi banyak memuji tentang tradisi keilmuan yang berkembang di lingkungan pesantren dan NU, dibilangnya tradisi keilmuan pesantren NU tradisi keilmuan yang sangat dalam, mengakar, dan lama,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Ginanjar Sya’ban selepas pertemuan dengan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di Lantai 3 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Senen, Jakarta Pusat.

Ia menyebut bahwa tradisi keilmuan tersebut telah menghasilkan beberapa ulama dan karya-karya yang diakui secara internasional.

Lihat Juga :  Subhanallah...Jasad Alm Eril Tetap Utuh Juga Wangi, Ridwan Kamil: Alhamdulillah Masih Bisa Memeluk dan Memandikan...

Syeikh Ahmad menceritakan terdapat salah satu Ulama Makkah Syekh Muhammad Yasin bin Isa al-Fadani al-Makki yang memiliki hubungan dengan tradisi keilmuan Islam di Indonesia dan juga dengan Kiai-Kiai NU

Selain itu, Syekh Ahmad juga menyebut salah satu karya Tafsir Munir yang dikarang oleh Syekh Nawawi Banten.

Syekh Nawawi ini Mahaguru Ulama Nusantara pada zamannya yang mengajar menulis dan menulis karya hingga wafat di Makkah.

“Syekh Nawawi juga terhitung sebagai satu guru utama dari pendiri Jamiyyah NU yaitu Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari,” jelasnya.

 

Kagum

Syekh Ahmad juga merasa kagum atas penamaan kitab Tafsil Al Ibriz yang berartikan emas yang murni yang dikarang oleh KH Bisri Mustofa.

“Disamping itu karangan Kiai Bisri yang lain juga disebutkan terjemah Jawa Pegon atas terjemah Alfiyah Ibnu Malik juga karya-karya yang lain,” jelasnya.

Lihat Juga :  Banjir Kepung Palembang, ACT MRI Palembang Turunkan Tim Rescue

Syekh Ahmad juga mengapresiasi pola keberagamaan yang ada di Indonesia yang bisa berselaras dengan kehidupan yang beragam, kehidupan berbudaya, dan kehidupan kebangsaan Indonesia tanpa menimbulkan konflik berarti.

“Beliau mengatakan bahwa Muslim Indonesia dan kehidupan di Indonesia bisa dijadikan cerminan dan contoh bagi umat Muslim di belahan Muslim lain,” jelasnya.

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar satu jam, sejak kedatangan pukul 10:30 sampai 11:45 WIB.

Syekh Ahmad nampak memakai baju thobe, datang bersama Duta Besar Kerajaan Arab Saudi Faisal Abdullah Al-Amudi, sedangkan Gus Yahya didampingi oleh Katib Syuriah PBNU KH Muhammad Faiz Syukron Makmun, Wakil Ketua PBNU Zulfa Mustofa dan Ketua LAZISNU Habib Hasan Al-Bahas. (NU Online)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button