Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

HALAL

Melawat ke Singapura (2) : Megah Menggugah Masjid ‘Menara Miring’ Hajjah Fatimah 

ASSAJIDIN.COM — Melansir KBA.ONE, Masjid Hajjah Fatimah adalah salah satu landmark paling ikonik di Singapura.

Masjid ini berlokasi di kawasan Kampong Glam, dibangun untuk mengenang Hajjah Fatimah.

Seorang wanita Arab kaya raya yang memberikan kontribusi signifikan bagi komunitas muslim di Singapura pada awal tahun 1800-an.

Ia dikenang karena kegiatan amal dan kontribusinya terhadap pendidikan dan perawatan kesehatan di wilayah tersebut.

Perpaduan yang indah antara pengaruh tradisional Islam dan Melayu.

Dindingnya putih, ada menara, kubah, dan motif bunga yang rumit mencerminkan warisan budaya yang kaya di wilayah tersebut.

Masjid Hajjah Fatimah berperan penting dalam mempromosikan kerukunan dan toleransi antaragama.

Masjid ini menyelenggarakan berbagai program penyuluhan seperti tur, lokakarya, dan seminar untuk mendorong dialog dan pemahaman antara komunitas agama yang berbeda.

Bagian dalam masjid juga sama mempesonanya. Ruang shalatnya yang besar dapat menampung hingga 1.200 jemaah.

Masjid ini juga memiliki ruang kelas, perpustakaan, dan ruang konferensi yang digunakan untuk acara komunitas dan pelajaran agama Islam.

Foto : Tripadvisor

 

Sejarah Unik

Siapa sangka masjid yang buka setiap hari selama 24 jam saat waktu shalat tiba dsn ditunaikan ini menyimpan sejarah unik sebuah percampuran budaya yang tercermin dari sudut bangunannya.

Apa saja?

Hal pertama yang selalu menarik perhatian saat mendengar masjid ini adalah namanya. Belum banyak bangunan rumah ibadah umat Muslim yang mengambil nama dari seorang perempuan.

Lihat Juga :  Melawat ke Singapura (8) : Seharian Mengitari Gardens by the Bay

Hajjah Fatimah adalah nama seorang pengusaha perempuan yang menyumbangkan tanahnya untuk pembangunan masjid sekitar abad ke-19.

Awalnya, di atas tanah tersebut berdiri rumah sang donatur. Tapi, setelah mengalami beberapa kali pencurian dan kebakaran, perempuan pengusaha tersebut memutuskan pindah dan menyumbangkan tanahnya untuk dibangun sebuah masjid.

Masjid Hajjah Fatimah ini kemudian dijadikan Monumen Nasional pada tahun 1973 dan berada di bawah kepemilikan Majelis Ulama Islam Singapura (MUIS).

Foto : YouTube

 

Jatuh Cinta

Begitu melihat bangunannya, kamu akan disambut pesona perpaduan arsitektur bangunan yang unik dari budaya Eropa, Melayu dan Tiongkok.

Masjid ini sebenarnya tidak terlalu luas namun tetap terasa megah karena gaya arsitekturnya yang mencolok di antara bangunan lain di daerah ini.

Tiap sudutnya juga menarik perhatian, mulai dari kubah berbentuk bawang dan area wudhu yang dikonsep seperti rumah khas Melayu.

Belum lagi interior kayu bernuansa Melayu Muslim tradisional yang memperkuat kesan klasik pada masjid yang dibangun sekitar tahun 1846 tersebut.

Keindahan juga bisa kalian rasakan saat berada di bagian lantai, di mana porselen Tiongkok menjadi ubin yang menampilkan kemegahan di Masjid Hajjah Fatimah.

Tapi, hal yang paling menarik perhatian adalah menara masjidnya yang didesain seperti menara gereja.

Lihat Juga :  Kuliner Madinah (2) : Foul Tameez

Menara tersebut sering dibilang mirip dengan St. Andrew’s Church pertama yang kini sudah digantikan oleh katedral St. Andrew saat ini.

Melansir dream.ci.id, dan viva.co.id, kehadiran pilar-pilar Dorian di beberapa sudut masjid seperti menara, ambang pintu, dan jendela menambah pesonanya. Menara yang miring 6 derajat ini punya cerita sendiri, sehingga sering disebut menara miring ala Singapura.

Menara ini terdiri dari tiga tingkat, dengan dua menara oktagonal dan piramida memanjang.

Karena pondasinya berpasir selama bertahun-tahun lamanya, menara mulai miring ke arah kubah sekitar enam derajat.

Pekerjaan pelestarian telah menghentikan kemiringan lebih lanjut tetapi kemiringannya masih terlihat.

Kebanyakan para pengunjung menjulukinya sebagai ‘menara miring’-nya Singapura (The Leaning Tower of Singapore).

Masjid ini juga ditunjuk sebagai National Monument of Singapore pada 28 Juni tahun 1973.

Selesai shalat di Masjid Hajjah Fatimah, cobalah untuk jalan-jalan sejenak di sekitar bangunan ini.

Tepat di bagian depan masjid, kamu akan disambut dengan sebuah alun-alun kecil yang ditumbuhi rumput dan pepohonan kehijauan.

Jika sudah puas mengagumi keindahan Masjid Hajjah Fatimah, saatnya kembali meneruskan penjelajahanmu di sekitar Kampong Glam.

 

Kontak Person 

Alamat : Masjid Hajjah Fatimah – 4001 Beach Road, Singapura 199584

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button