HALAL

Rihlah ke Brunei (10-Habis) : Tengok Suasana Perkampungan, Serba Bersih dan Mewah 

ASSAJIDIN.COM — Ternyata suasana perkampungan di Brunei Darussalam sungguh di luar dugaan.

Meskipun berstatus perkampungan, tak kalah hebat dengan suasana perkotaan pada umumnya.

Hal ini diakui sendiri oleh Kang Adink dan Agus Ptria merupakan dua TKI yang bekerja di Brunei Darussalam.

Ya, dua TKI di Brunei Darussalam ini membagikan video vlognya yang memperlihatkan pemukiman orang Brunei Darussalam.

Seperti dikutip Hops.ID dari YouTube Kang Adink, Kamis 19 Oktober 2023 dalam video vlognya dua TKI ini mencoba melihat pemukiman di Brunei Darussalam khususnya di perkampungan rumahnya.

Pemukiman ini terlihat sangat mewah lantaran desain satu rumah sama mewah dengan rumah lainnya.

Bukan hanya itu, dari segi bentuk rumah atapnya pun berkonsep persis mirip satu sama lainnya.

“Bisa dilihat dari pola atapnya semua sama. Dari segi bentuk dari segi warna atap semua saluran punya kesamaan,” kata Kang Adink.

Meski terbilang sebuah perkampungan, ini terlihat sangat cantik dan menawan.

Ditambah lagi dengan suasana yang sangat asri dan pastinya sangat tertib.

Jika kamu tinggal di pemukiman ini, akan merasa betah karena masuk ke dalamnya terasa sekali suasana yang jauh dari kebisingan.

“Pemukiman seperti tentram, aman, memang betah kalau tinggal di sini,” ungkap Kang Adink.

Jika dilihat-lihat, hampir semua rumah memiliki mobil pribadi. Bahkan setiap rumah tak hanya punya satu mobil namun dua hingga lima unit mobil.

Khusus parkir mobil juga tidak sembarangan dan yang unik meskipun air mati di sana tersedia tong air di setiap sudutnya.

Untuk tiang listrik pun tidak terlihat ada karena mereka menggunakan sistem seperti di Amerika Serikat dengan membangun kelistrikan di bawah tanah.

Di pemukiman ini juga ada fasilitas emergency untuk keadaan darurat ketika ada yang sakit mendadak.

Perkampungan di Brunei Darussalam ini memang sangat diperhatikan lantaran supaya orang yang tinggal betah.

Lihat Juga :  Jelajahi Mesir (2) : Benteng Salahuddin al-Ayyubi, Berdiri Kokoh Hingga Kini 

Maka tak heran, jika para TKI atau TKW yang bekerja di Brunei Darussalam tidak mengalami macet dan kebisingan.

 

Kampung Parit Masin

Perkampungan tersebut diketahui bernama Jalan Kampung Parti Masin.

“Menyusuri perkampungan-perkampungan di Brunei Darussalam,”ujar Kang Adink.

“Di sini Jalan Kampung Parit Masin,” sambungnya.

Di pinggiran jalan di Brunei pun ada pedagang makanan dan juga bengkel.

“Di sini juga ada yang jual nasi katok, ada bengkel,” tuturnya.

TKI yang bekerja di Brunei itu sangat kagum dengan pelosok desa yang sangat tertata rapi.

“Yang saya kagumi di Brunei dari mulai pelosok ujung sampai pelosok itu semua tertata rapi,” katanya.

Berbeda dengan negara lain yang ibukotanya tertata, sedangkan pelosoknya tidak.

“Di negara lain itu ibukota tertata rapi tapi di pelosok nya itu tidak tertata,” bebernya.

“Kalau Brunei ini dari ujung sampai ke ujung itu betul-betul tertata,” sambungnya.

 

Terpesona

“Itu yang membuat saya terpesona dengan Brunei,” ujarnya.

Rumah-rumahnya yang ada di kampung tersebut terlihat cantik.

“Rumah-rumah nya cantik juga, bersih jalannya, Ini jalanannya lembut banget hampir kecil sekali ada lubang sangat kecil,” terangnya.

Tak banyak kendaraan yang melintas dan rata-rata pengendaranya tidak ngebut.

“Dibilang kendaraan tidak seberapa ramai, tapi pengendara tidak ada yang ngebut ya,” ungkapnya.

Hingga masuk ke pedalaman, jalanan di sana sangat bagus.

“Semakin masuk ke perkampungan ini betul-betul pedalaman lihat jalannya aspalnya ini kualitasnya bagus sekali,” ujarnya.

 

Kampung Madang 

Kang Adink juga diajak berkeliling oleh rekannya ke Kampung Madang, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Sekilas pemandangan kampung di Brunei tak nampak seperti sebuah kampung pada umumnya di Indonesia.

Lebih terlihat sebagai susunan rumah dan bangunan di kota kecil. Akses jalan perkampungannya pun bagus, sudah seperti jalan raya di perkotaan.

Lihat Juga :  Nasi Kebuli dan Kari Daging Cocok Untuk Sajian Idul Adha

“Memang jalannya itu kondisinya seperti ini. Setiap rumah selalu menghadap ke jalan raya. Memang ada gang-gang itu, tapi ya tetap posisi rumah menghadap jalan raya,” kata Kang Ading.

 

Bebas Pajak

Tak kalah membahagiakannya lagi, rakyatnya bisa bebas pajak barang mewah, sehingga bisa tenang bila memiliki aset rumah dan mobil yang banyak.

“Dan keuntungan jadi warga Brunei ini sangat banyak sekali. Yang paling terkenal ialah negara bebas pajak, tidak dikenakan pajak barang mewah. Jadi orang mau punya rumah 10, mobil 10, bebas. Di sini juga enggak ada biaya pajak pendapatan (gaji),” imbuhnya.

Di sepanjang jalan, Kang Adink disuguhi pemandangan hijau. Banyak pepohonan dan rumput yang masih asri.

Selain itu, ada masjid-masjid besar di setiap kampung. Jarang sekali dijumpai surau kecil.

“Di sini jarang sekali ditemukan mushola atau surau ya. Karena di sini rata-rata itu setiap mukim, banyaknya masjid.

Yang paling untung lagi, harga BBM terkenal murah sekali. Bahkan harga solar itu hanya 30 sen, kalau di kita (Indonesia) itu Rp 3.600, malah lebih mahal harga kopi yang satu ringgit,” sambungnya.

 

Tingkat Kriminal Rendah

Keberuntungan lain yang diperoleh rakyat Brunei Darussalam, tingkat kriminal yang rendah. Bahkan warga bisa tetap merasa aman dan nyaman, meski memarkirkan mobil di halaman dan pinggir jalan.

“Sangat beruntung ya jadi warga Brunei. Ini di Kampung Madang ya. Di sini banyak sekali TKI yang tinggal. Bisa dilihat ada parkir mobil di pinggir jalan, banyak sekali. Enggak takut hilang, di sini sangat aman ya teman-teman,” tandasnya.

Seperti diketahui, Brunei Darussalam menganut hukum Islam, sehingga melarang keras minuman beralkohol masuk, pub dan kelab malam dilarang beroperasi sejak 1990, serta rokok difatwakan haram pada 2011.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button