NASIHAT

Nasihat Dai Sejuta Umat KH. Zainuddin MZ : Zaman Susah Akidah Jangan Goyah

ASSAJIDIN.COM — Almarhum KH. Zainuddin MZ adalah dari kondang yang digelari sebagai dai sejuta umat.

Banyak petuah berharga yang beliau sampaikan saat memberikan ceramah lewat televisi, radio dan terjun langsung ke masyarakat.

Mudah dicerna, jelas dan tegas. Mudah dipahami oleh siapapun yang hadir atau berkesempatan mengikuti tausiyah yang beliau sampaikan.

Mengutip Jurnal Soreang yang melansir dari kanal Youtube Suara Langit, berikut nasihat KH. Zainuddin MZ kala menghadapi zaman susah:

Umat Islam, sesulit apa pun zaman yang dihadapi, Allah juga tempat kita bersandar.

Kalau saya yakin, tidak ada Tuhan selain Allah, saya tidak akan minta tolong kecuali kepada Allah. Saya tidak akan pernah takut, kecuali hanya kepada Allah.

Saya tidak akan menggantungkan hidup, kecuali hanya kepada Allah. Saya tidak akan minta rezeki, kecuali hanya kepada Allah.

Saya tidak akan melarikan persoalan, kecuali hanya kepada Allah. Kalau konsekuen dengan keyakinan ini, Mbah Dukun nggak dapat tempat.

Saya sandaran di tiang. Tiangnya ambruk, sayanya jatuh. Saya sandaran di tembok, temboknya runtuh sayanya juga runtuh.

Saya sandaran kepada orang kaya, dia jatuh miskin saya bangkrut. Saya sandaran kepada jendral, dia pensiun saya selesai.

Lihat Juga :  5 Nasihat Indah Utsman bin Affan Untuk Kita Renungkan

Tapi kalau saya sandaran hanya kepada Allah, Allah tidak akan pernah miskin. Allah tidak akan pernah lumpuh, Allah tidak pernah terpuruk, dan Allah tidak akan pernah berkurang kekuasaan-Nya.

Selama ini kita Iman dalam ucapan, tapi sekuler dalam perbuatan. Di masjid ada Allah, di kantor Allah ‘tidak ada’, maka korupsi merajalela. Di masjid ada Allah, di pasar Allah dianggap tidak ada, maka timbangan tetap curang.

Oleh karena itu, sesulit apa pun zaman yang kita hadapi, Iman juga lah pegangan kita. Allah juga tempat kita bersandar.

Boleh zaman berubah, akidah jangan sampai goyah. Karena Iman kita hidup, untuk iman kita berjuang, dan dalam Iman kita ingin kembali menghadap Allah SWT.

Intan paling mahal, mutiara paling berharga, tidak lain adalah nilai-nilai keimanan. Kalau itu sudah tergadai, apalagi yang bisa kita banggakan dalam kehidupan ini?

Kita merasa, harta kita berharga. Belum ada artinya ketimbang Iman. Kedudukan kita punya nilai, pun belum ada artinya ketimbang dengan nilai-nilai keimanan.

Itu intan paling mahal, itu mutiara paling berharga. Harta baru ada manfaatnya kalau dilandasi dengan iman. Jabatan dan kedudukan, baru terasa gunanya kalau dilandasi dengan keimanan.

Lihat Juga :  Memaknai Hidup Jadilah Seperti Secangkir Kopi

Kalau jabatan lepas dari iman, yang akan lahir Firaun-firaun baru. Kalau harta terlepas dari iman, yang akan muncul adalah konglomerat-konglomerat Qarun.

Kalau ilmu pengetahuan terlepas dari dasar keimanan, maka yang akan muncul adalah ilmuwan-ilmuwan pelacur. Menyalahkan yang benar, membenarkan yang salah untuk kepentingan pribadi.

Menghadapi zaman susah, tetap jaga akidah. Tetap pelihara keyakinan. Kesulitan bukan untuk ditakuti, tapi untuk diatasi.

Hidup adalah kerja keras, bukan keajaiban. Perubahan tidak akan datang hanya dengan sim salabim abrakadabra. Perubahan tidak akan muncul dengan hanya berandai-andai.

Perubahan tidak akan turun dari langit, seperti turunnya embun di waktu malam. Perubahan adalah kerja keras, sehingga Al-Quran membimbing kita ‘Innallaaha laa yugayyiru maa biqaumin ḥattaa yugayyiruu maa bi`anfusihim’.

Allah tidak akan mengubah keadaan suatu bangsa, kalau mereka tidak mau mengubah apa yang ada di dalam diri mereka. Cara kita berpikir, cara kita memandang kehidupan, cara kita mengatasi persoalan.

Boleh zaman berubah, akidah jangan sampai goyah. Silakan masa berganti, tapi keyakinan jangan mati.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button