Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

INTERNASIONAL

Dinobatkan Kota Terbersih di Dunia, Kopenhagen Beri Rasa Aman dan Nyaman Wisatawan 

ASSAJIDIN.COM — Pernah dengar namanya tapi belum pernah ke sana, tak mengapa.

Yang penting tahu dulu, soal pergi tidaknya kesana, tinggal memilih waktu selain siapkan isi dompet sudah barang tentu.

 

Foto : Planetizen

 

Kemana memangnya Bro? Itu, ke Kopenhagen, Denmark. Kota yang berhasil memuncaki peringkat kota paling bersih di dunia, menurut sebuah studi yang dilakukan The Economist.

Merujuk World Population Review, ibu kota Skandinavia ini menjadi kota “paling layak huni” selama empat tahun berturut-turut karena skor EPI yang mencapai 82,5.

Data menunjukkan Denmark mendapatkan skor tertinggi untuk kategori Pengolahan Air Limbah (100), Pengolahan Limbah (99,8), dan Indeks Perlindungan Spesies (100).

Hal inilah yang menjadikan Kopenhagen sebagai kota metropolitan terbaik dan teraman dengan efektivitas seluruh aspek kebersihannya.

Salah satu alasan Kopenhagen dianggap sebagai kota terbersih di dunia adalah komitmennya terhadap transportasi berkelanjutan.

Warga Kopenhagen banyak menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi sehari-hari. Di sana terdapat jalur sepeda yang luas dan infrastruktur yang ramah bagi pengendara sepeda.

Selain itu, Kopenhagen juga mengembangkan sistem transportasi umum yang efisien. Termasuk jaringan kereta api dan bus yang teratur.

 

Classic scene of the Boat ride at Tivoli. (Foto : iStok)

 

Fakta Menarik

Berikut 15 fakta menarik dari kota Kopenhagen.

1. Kopenhagen adalah kota terbesar di Denmark dengan populasi lebih dari 1 juta penduduk , membuatnya menjadi salah satu kota terpadat di Skandinavia.

2. Pada abad ke-15, Kopenhagen pernah menjadi ibu kota tiga negara terpisah Skandinavia, yakni Denmark, Swedia, dan Norwegia.

3. Meski jadi bagian Uni Eropa, mata uang Euro enggak berlaku di Kopenhagen sehingga pengunjung harus menggunakan Krona Denmark.

4. Kopenghagen mendapat julukan sebagai Little Amsterdam karena terdapat banyak kanal seperti di Kota Amsterdam, Belanda.

5. Sebanyak 55 persen penduduk Kopenhagen akan bersepeda untuk berangkat ke tempat kerja.

6. Taman Tivoli adalah salah satu taman hiburan tertua di dunia yang berada di Kopenhagen dan didirikan pada tahun 1843.

7. Patung Mermaid (Den Lille Havfrue) adalah ikon terkenal Kopenhagen.

8. Patung Mermaid ini terinspirasi dari cerita dongeng Hans Christian Andersen dan telah menjadi daya tarik wisata utama sejak didirikan pada tahun 1913.

9. Nyhavn adalah salah satu tempat yang paling terkenal di Kopenhagen, dikenal dengan deretan rumah bergaya klasik yang berwarna-warni.

10. Kastil Rosenborg dibangun pada tahun 1606 oleh Raja Christian IV, kastil ini adalah salah satu peninggalan bersejarah Denmark yang paling penting.

11. Kopenhagen dikenal sebagai pusat desain perabotan dan gaya hidup Skandinavia.

12. Konsep ‘hygge’ berasal dari Denmark dan menggambarkan suasana nyaman, hangat, dan kebahagiaan.

13. Kopenhagen dianggap sebagai salah satu kota yang menerapkan konsep ‘hygge’ dalam kehidupan sehari-hari.

14. Memiliki kualitas air yang sangat terjamin, para pengunjung bisa berenang di Pelabuhan Kopenhagen.

15. Kopenhagen memiliki wilayah yang cukup besar sehingga dibagi dalam 15 distrik.

 

Pedestrian Square Stroget Street Scene Copenhagen Denmark. (Foto : Alamy)

 

Aktivitas

Berikut adalah hal-hal yang bisa kamu lakukan ketika mengunjungi Kopenhagen.

1. Mengulang kembali dongeng masa kecil

Bagi kamu yang masih terpukau dengan dongeng sebelum tidur yang diceritakan oleh orang tuamu saat masih kecil dulu, inilah saatnya untuk mengulang kembali cerita-cerita tersebut.

Pendongeng Hans Christian Andersen menghabiskan banyak waktunya di Kopenhagen sampai ia meninggal dunia.

Karya-karyanya antara lain Si Itik Buruk Rupa, Thumbelina, Putri dan Kacang Polong, Putri Duyung Kecil, dan Ratu Salju yang menjadi inspirasi cerita Disney Frozen.

Jangan lupa untuk melihat patung Putri Duyung yang menjadi ikon kota Kopenhagen sejak 1913.

Lihat Juga :  Siap-siap Pemilik Sepeda Dikenai Pajak, Peraturan UU Ada Sejak Masa Kolonial

Selain itu, Hans Christian Andersen Fairy Tale House juga patut dilirik jika kamu ingin tahu mengapa dongeng-dongeng Andersen banyak yang berakhir sedih.

2. Bermain di salah satu taman hiburan tertua di dunia

Terletak di sebelah stasiun kereta utama Kopenhagen, Tivoli tidak akan mungkin luput dari pandangan kita. Taman hiburan tertua kedua di dunia ini sudah berdiri sejak 1843.

Walt Disney sempat beberapa kali datang ke Tivoli yang membuatnya terinspirasi dalam membangun Disneyland.

Ketika ada di dalam Tivoli, jangan lupa untuk naik wahana Rutschebanen yang merupakan salah satu roller coaster dari kayu tertua di dunia yang masih beroperasi sampai sekarang.

3. Berbelanja di Strøget

Kopenhagen juga cocok untuk kamu yang suka berbelanja. Strøget merupakan jalan utama di mana toko-toko berjejer di sisi-sisinya.

Jangan takut ditabrak mobil, karena hanya pejalan kakilah yang boleh masuk ke Strøget.

Banyak barang yang bisa kamu beli di sini, mulai dari produk-produk lokal, oleh-oleh, sampai merek-merek terkenal, seperti Louis Vuitton dan Gucci.

4. Melihat kehidupan alternatif di Christiania

Ada sekelompok orang di Kopenhagen yang tidak mau terikat dengan hukum dan peraturan negara Denmark. Mereka menempati sebuah daerah yang disebut dengan Christiania.

Meskipun terletak di dalam Kopenhagen, para penduduk Christiania percaya bahwa Christiania adalah negara sendiri yang memiliki peraturannya sendiri.

Mereka tidak membayar pajak, tidak mengizinkan adanya kekerasan di daerah mereka, memakan makanan-makanan yang diproduksi secara lokal dan organik, dan memegang prinsip hidup yang ramah lingkungan.

Daerah ini juga terbuka untuk turis. Tapi jangan lupa untuk memahami terlebih dahulu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di daerah seluas 7,7 hektare ini. Karena apa yang boleh dilakukan di Kopenhagen, mungkin tidak boleh dilakukan di Christiania.

5. Mengagumi istana-istana megah dan indah

Denmark adalah negara kerajaan. Tidak heran ada beberapa istana yang berdiri megah di negara tersebut. Salah satunya yang paling terkenal adalah Christianborg yang merupakan kantor pemerintahan dan juga tempatnya keluarga kerajaan menerima tamu istimewa.

Istana lainnya adalah Rosenborg yang telah berdiri sejak abad 17 dan saat ini berfungsi sebuah museum. Sementara Amelienborg adalah istana yang saat ini menjadi tempat tinggal Ratu Denmark dan keluarganya.

Jika kamu masih belum puas dengan wisata istana, Kronborg dapat menjadi pilihan. Istana ini dapat ditempuh dengan menggunakan kereta selama satu jam ke arah utara Kopenhagen. Cerita William Shakespeare berjudul Hamlet mengambil setting di istana ini.

6. Merasakan suasana kampung nelayan

Tidak lengkap rasanya mengunjungi kota pesisir tanpa melihat bangunan-bangunan di tepi pelabuhan yang bersejarah. Di Nyhaven berjejer rumah-rumah nelayan berwarna-warni yang sudah ada sejak abad ke-16 dan 17.

Bangunan-bangunan tersebut sekarang sudah diubah menjadi restoran dan kafe. Di depan rumah-rumah tersebut ada pelabuhan kecil, di mana perahu-perahu kayu melabuhkan jangkarnya.

Di sini kamu juga dapat mengikuti wisata dengan menggunakan perahu dan menikmati makanan dan minuman khas Denmark setelahnya.

7. Eksplorasi tata lanskap kota

Kopenhagen dikenal akan tata lanskapnya yang memukau. Deretan rumah penduduk dengan arsitektur yang khas menampilkan fasad bangunan dengan palet warna atraktif.

Ketika Anda berkesempatan untuk mengunjunginya, luangkan waktu untuk menjelajahi area kota Kopenhagen. Setiap ruas jalannya dapat menjadi sudut yang instagrammable.

8. Coba bersepeda ala penduduk lokalnya

Alat transportasi sepeda menjadi kendaraan utama yang digunakan oleh sebagian besar warga Kopenhagen. Jika berbicara tentang cara menjelajahi keindangan ibu kota Denmark ini, menyewa sepeda adalah jawaban yang tepat.

Lihat Juga :  Tempat Wisata di Arab Saudi (17) : Jabal Magnet, Wisata Ilmiah di Kota Madinah 

Selain bisa merasakan pengalaman berjalan-jalan layaknya penduduk lokal, sejuknya angin kota dengan udara yang bersih menjadi bonusnya.

9. Kunjungi pusat seni dan budaya

Saat menyambangi Kopenhagen, jangan lupa untuk mendatangi beberapa pusat seni di kota ini. Dikenal dengan kekayaan budayanya, Anda dapat mengunjungi beberapa museum lokal hingga pusat pertunjukan ternama.

Terlihat di atas Museum Lousiana dan Teater Bellevue untuk Anda yang menyukai seni dan pertunjukan film indie.

10. Mencicipi sajian berkualitas di kafe lokal

Ketika melancong, menikmati kekayaan kuliner menjadi satu hal yang sayang dilewatkan. Cobalah beberapa destinasi kuliner di Kopenhagen dan jangan khawatir akan kehabisan pilihan.

Hampir di setiap sudut jalan kota Kopenhagen menawarkan pilihan kafe hingga restoran berkualitas. Bazaar rekomendasikan untuk mencoba kopi autentik buatan barista lokal.

How to spend one day in Copenhagen, Denmark. (Foto : Readyfortake.off)

Waktu Terbaik Kunjungan 

Musim wisata dasar di kota ini dapat dibagi sebagai berikut:

High Seasons: Juni hingga Agustus, ditambah bulan Desember

Musim Bahu: April hingga Mei dan September hingga November

Musim Sepi: Januari hingga Maret

Jika anda menginginkan cuaca cerah, keramaian yang lebih sedikit, atau hal menarik lainnya, inilah waktu terbaik untuk pergi ke Kopenhagen.

– Jumlah Orang Lebih Sedikit

Untuk menghindari keramaian musim panas, pertimbangkan untuk mengunjungi Kopenhagen selama musim sepi.

Bulan April dan Oktober merupakan bulan yang sangat bagus karena menawarkan manfaat sinar matahari musim semi atau musim gugur dan suhu sedang.

Pada bulan-bulan ini, Anda dapat berjalan-jalan dengan nyaman hanya dengan jaket tipis — dan tidak perlu khawatir matahari akan terbenam di sore hari, seperti yang Anda lakukan di musim dingin.

Ini juga saat yang tepat untuk merasakan budaya kafe Kopenhagen yang semarak, karena penduduk setempat sepenuhnya memanfaatkan kesempatan pertama dan terakhir untuk menikmati tempat duduk di teras berpemanas di sekitar kota.

– Cuaca Baik

Dikatakan bahwa saat musim panas di Denmark bagus, itu adalah yang terbaik. Dari bulan Juni hingga Agustus, Anda dapat mengharapkan siang dan malam yang panjang dan cerah (matahari hanya terbenam selama beberapa jam) dan suhu yang nyaman tanpa panas yang ekstrem.

Kondisinya ideal untuk menikmati kanal-kanal indah di pusat kota dan pantai berpasir di pinggiran utara kota, di mana Anda akan menemukan penduduk Kopenhagen menikmati sinar matahari.

Wisatawan juga dapat menantikan kafe pinggir jalan yang ramai, program musiman di Tivoli Gardens — salah satu taman hiburan tertua di dunia — dan suasana ceria yang menyeluruh.

Menurut Cecilia Fonden, petugas berpengalaman di d’Angleterre , anggota The Leading Hotels of the World,

“Warga Kopenhagen dikenal sebagai salah satu masyarakat paling bahagia di dunia, namun mereka sangat gembira selama musim panas.”

– Harga Lebih Rendah

“Copenhagen is not an inexpensive destination, but during the months of February and March you can actually find good offers,” says Fonden.

While the weather might not be anything to brag about, the wealth of museums, great shopping, high-end hotels, and impressive restaurants continue to attract travelers — especially those seeking a deal or an easier time scoring a coveted reservation.

“Dozens of Michelin-rated restaurants, welcoming indoor food markets, cozy cafes that serve fresh-baked Danish pastries, and many other delicious attractions make the city the Nordic culinary capital,” says Fonden. (Dari berbagai sumber)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button