Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

CAHAYA RAMADAN

Tradisi Ramadhan di Arab Saudi (1) : Gargee’an, Berkunjung dari Rumah ke Rumah Untuk Menerima Permen dan Kacang-kacangan

ASSAJIDIN.COM — Marhaban ya Ramadhan. Semoga puasa kita berjalan lancar dan diterima Allah SWT.

Tulisan berseri berikut ini akan menyajikan beberapa tradisi di Arab Saudi yang menarik untuk diketahui.

Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, Ramadhan di Arab Saudi memiliki nuansa yang berbeda dengan bulan-bulan lainnya.

Sejumlah tradisi Ramadhan di Arab Saudi tersebut masih dilestarikan hingga saat ini.

Tradisi Gargee’an. (Foto : Kompas.com)

Gargee’an

Mengutip Arab News, Selasa (12/3/2024), perayaan ini melibatkan anak-anak yang nantinya akan mengenakan pakaian tradisional dan berkunjung dari rumah ke rumah untuk menerima permen atau kacang-kacangan.

Selama setahun dalam penanggalan Islam, perayaan Gargee’an dilakukan sebanyak dua kali. Yakni pada tanggal 15 Sya’ban dan 15 Ramadhan.

Lihat Juga :  Alhamdulillah, KJRI Sebut Mulai 16 September Arab Saudi Buka Penerbangan Internasional, Umroh akan Segera Dimulai?

Meski ada informasi yang menyebut tradisi ini berlangsung pada malam 13, 14, atau 15 Ramadhan, seperti dikutip dari Visit Saudi.

Pada tradisi ini, anak-anak mengenakan pakaian tradisional yang khas. Bagi anak laki-laki bisa memakai thobes dan ghutra, sedangkan anak perempuan mengenakan jalabiya.

Setelah memakai baju tradisional, mereka akan bermain-main sambil menyanyikan lagu tradisional Arab Saudi

Mereka lakukan itu dari rumah ke rumah dan saling bertukar permen atau kacang-kacangan.

Biasanya tradisi ini dilakukan oleh anak-anak yang mengenakan pakaian tradisional sambil menyanyikan lagu tradisional Arab Saudi.

Lihat Juga :  Sejarah Turunnya Wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad Dikenal Malam Nuzulul Quran

Demi menjaga keamanan, jalan-jalan terkadang juga ditutup saat perayaan dimulai.

Tradisi Gargee’an terus dilestarikan guna mengingatkan masyarakat lokal akan masa lalu budayanya.

Tak hanya merayakan kegembiraan Ramadhan, tradisi ini juga menyatukan lingkungan serta anak-anak.

Pemberian nama Gargee’an dasarnya mengacu pada pemberian hadiah atau barang. Namun, seiring pelaksanaannya orang-orang menggunakan nama tersebut untuk merujuk pada hari itu sendiri.

Menariknya, perayaan Gargee’an sebenarnya tak hanya berlangsung di Arab Saudi saja.

Umumnya tradisi ini juga dihelat negara-negara Teluk atau bagian timur Semenanjung Arab seperti Kuwait, Bahrain, Irak, Uni Emirat Arab. (Dari berbagai sumber)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button