MOZAIK ISLAM

7 Amalan di Malam Nisfu Syaban

AsSAJIDIN.COM — Malam Nisfu Syaban adalah malam pertengahan di bulan Syaban.
Nisfu Syaban adalah malam dibukanya 300 pintu rahmat dan pintu ampunan oleh Allah SWT untuk manusia.

Dalam hadits Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Jibril telah datang kepadaku pada malam Nisfu Syaban lalu berkata:

‘Wahai Muhammad, pada malam ini dibuka pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat, oleh karena itu, bangunlah dan dirikanlah sholat, serta angkatlah kepalamu dan kedua tanganmu ke langit (Berdoa)’.

Kemudian Nabi bertanya: Apakah arti malam ini?”. Jibril pun menjawab:

Malam ini telah dibuka 300 pintu rahmat dan pintu ampunan, Allah SWT orang akan mengampuni dosa sekalian yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu. Kecuali seorang ahli sihir, tukang ramal, orang yang suka bermusuhan, orang yang suka mengadu domba, pemabuk, orang yang durhaka pada kedua orang tuanya, dan orang yang memutuskan silaturahim. Mereka tidak akan diampuni oleh Allah SWT.”

Umat Islam pun disarankan memperbanyak amalan-amalan sunah untuk meraih keutamaan malam Nisfu Syaban.

Amalan Malam Nisfu Syaban
1. Memperbanyak Baca Syahadat
Seorang Muslim wajib melantunkan syahadat setidaknya sekali seumur hidup. Namun, di kehidupan sehari-hari, dua kalimat syahadat juga baik diucapkan.

Berikut bunyi dua kalimat syahadat.

Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

2. Memperbanyak Istigfar
Di malam yang penuh keberkahan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istigfar sebagai bentuk meminta ampunan kepada Allah SWT. Berikut bacaannya.

Astaghfirullahal’adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih.

Lihat Juga :  Bacaan dan Lirik Sholawat Badar

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

3. Melakukan Salat Sunah Malam
Di malam Nisfu Syaban akan lebih baik jika memperbanyak ibadah salat sunah seperti salat tahajud, hajat, dan witir.

Salah satu keutamaan orang yang senantiasa menjalankan sholat sunah adalah doa-doanya mustajab atau dikabulkan Allah.

4. Memperbanyak Zikir
Amalan Nisfu Syaban lainnya yakni memperbanyak zikir agar senantiasa mengingat Allah SWT. Berikur bacaan zikir setelah salat sunah

Tasbih: Subhanallah, artinya Maha Suci Allah.
Tahmid: Alhamdulillah, artinya Segala Puji Bagi Allah.
Takbir: Allahu Akbar, artinya Allah Maha Besar.

5. Membaca Surat Yasin 3 Kali
Melansir NU Online, setelah salat maghrib di malam Nisfu Syaban, dianjurkan membaca surat yasin sebanyak tiga kali.

Bacaan yang pertama diniatkan untuk memohon dipanjangkan umurnya dalam kondisi taat dan patuh kepada Allah SWT. Bacaan kedua, diniatkan untuk menolak bala seumur hidup. Bacaan ketiga, diniatkan untuk meminta kecukupan selama hidup di dunia.

6. Memperbanyak Selawat
Selain berserah diri kepada Allah dengan melantunkan doa-doa, di malam Nisfu Syaban juga dianjurkan membaca salawat sebanyak-banyaknya. Berikut bacaannya:

Salawat Khawwash

Shallallaahu ‘alaa Muhammadin

Artinya: “Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad.”

Salawat Ta’dzhimul Qiyam

Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa sallim

Artinya: “Ya Allah limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya.”

7. Memperbanyak Doa
Berdoa pada malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, karena malam Nisfu Sya’ban merupakan waktu diijabahnya doa-doa.

Lihat Juga :  Arti Gelar Ulul Azmi, Sifat, dan Lima Nabi dan Rasul Penerimanya

Berikut doa Nisfu Syaban yang sering dibaca yaitu:

Allahumma ya dzal manni wala yumannu ‘alaika, ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thouli wal in‘am, la ilaha illa anta zhahral lajin wa jaral mustajirin wa ma amanal khoifin. Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fi ummil kitabi syaqiyyan aw mahruman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, fam allahumma fi ummil kitabi syaqowati wa hirmani waqtitara rizqi, waktubni ‘indaka sa‘idan marzuqi muwaffaqan lil khairat. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fi kitabil munzali ‘ala lisani nabiyyikal mursal, “yamhullahu ma yasau wa yusbit, wa ‘indahu ummul kitab” wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammad wa ala alihi wa shahbihi wa sallam, walhamdu lillahi rabbil ‘alamin.

Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatat di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku disisiMu sebagai orang yang mujur, murah rezeki dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauhul Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT. (*/sumber: tribunsumsel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button