Dua Bacaan Doa Buka Puasa dari Sunnah Rasulullah SAW
AsSAJIDIN.COM — Berikut ini bacaan doa buka puasa bulan Ramadhan yang berbunyi Allahumma Lakasumtu dan seterusnya.
Doa berbuka puasa ini dapat kita lafalkan pada waktu menikmati hidangan makanan atau minuman.
Doa merupakan salah ciri setiap orang mukmin. Hal itu sebab dalam bacaan doa itu mengandung pengharapan yang sungguh-sungguh kepada Allah Yang Mahakuasa. Apalagi bagi kita sebagai manusia yang lemah, mau tidak mau pasti membutuhkan Allah untuk mengabulkan berbagai kebutuhan dan keinginan.
Hikmah Doa Berbuka
Ada beberapa hikmah apabila kita membaca doa berbuka puasa.
Pertama, untuk menandakan bahwa ketika waktu maghrib sudah tiba, maka kita harus segera membatalkan (ifthar) puasa.
Kedua, sebagai tanda syukur bahwa kita telah menjalani puasa selama seharian penuh, khususnya melewati berbagai godaan dan ujian selama berpuasa.
Ketiga, untuk menambah keberkahan puasa kita, sebab berbuka puasa merupakan hal yang paling nikmat bagi umat Muslim.
Keempat, untuk memohon kepada Allah puasa dan amal ibadah kita diterima.
Berikut teks bacaan doa buka puasa Ramadhan sesuai sunnah Nabi lengkap Arab, latin dan artinya:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin: Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.
Artinya: “Tuhanku, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya.” (H.R. Abu Dawud: 2358)
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ أَمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin: Allahumma Lakasumtu Wabika Amantu Wa Ala Rizqika Aftartu.
Allahumma Lakasumtu Wabika Amantu Wa Ala Rizqika Aftartu
Selain itu, dalam keterangan lain Rasulullah juga membaca doa berikut ini.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu, wa tsabatal ajru, insyaallah.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah, serta pahala telah tetap, insya Allah.” (H.R. Abu Dawud: 2357)
Demikian bacaan doa berbuka puasa Ramadhan yang berbunyi Allahumma Lakasumtu. Semoga selama bulan suci tahun ini kita senantiasa semangat dan istiqomah dalam mengamalkan berbagai ibadah. Sehingga nanti setelah Ramadhan selesai, kita bisa menjadi manusia yang suci lagi dari berbagai dosa. Marhaban Ya Ramadhan.
Kapan Mengucapkan Niat Berpuasa?
Dalam sebuah sesi tanya jawab bersama Dr H Setiawan Budi Utomo di Kompas.com, waktu yang tepat untuk membaca niat puasa Ramadhan adalah pada malam hari.
Arti dari bacaan niat puasa di atas pun “Saya niat berpuasa esok hari” yang artinya bacaan niat itu diucapkan pada malam sebelumnya.
Hal ini sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia saat melaksanakan tarawih berjemaah.
Niat puasa juga bisa dilaksanakan setelah sahur.
Hukum membaca niat ini adalah sunah. (*/sumber: bangkapos
