Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Libatin Allah, Apapun Kondisi Yang Kamu Alami Bahkan Saat Lagi Mentok

ASSAJIDIN.COM – Sesungguhnya manusia tidak bisa hidup hanya mengandalkan dirinya, manusia yang hanya mengandalkan dirinya akan di timpa banyak permasalahan.

Manusia ini memiliki banyak keterbatasannya bahkan cenderung nya manusia itu rugi, Sebagaimana dalam ayat Allah.

Belajar dalam melibatkan Allah itu merupakan sesuatu yang darurat dan sangat penting dalam kehidupan kita, jika ingin kehidupan ada keajaiban, diberi jalan keluar ketika bertemu jalan buntu, atau ketika saat kita ingin meraih hal yang dianggap mustahil.

“banyak hal yang bagi kita jauh tapi bagi Allah dekat, bagi kita besar tapi bagi Allah kecil, bagi kita mahal tapi bagi Allah murah. Kalau kita hidup hanya mengandalkan diri maka banyak hal yang akan kita hadapi dengan keluh kesah,” ujar Ustadz Hanan Attaki dalam chanel Youtubenya.

Akan tetapi, jika kita sebagai manusia hidup melibatkan Allah, maka kita menjadi manusia yang optimis, jika mendapat masalah kita sabar, jika mendapat kenikmatan kita bersyukur.

“dan itulah hakikat kehidupan seseorang antara sabar dan syukur, karena keduanya adalah kebaikan. orang yang ahli hikmah adalah baik atau tepat dalam ucapan dan perbuatan,”katanya.

Lihat Juga :  Serunya Berebut Buah di Malam Cocogen, Tradisi Warga Bangkalan Madura Sambut Kelahiran Nabi Muhammad SAW 

Salah satu diantara hikmah yang luar biasa tentang bagaimana cara kita melibatkan Allah itu adalah “salah satu diantara tanda-tanda orang terlalu bergantung kepada ikhtiar, amalnya, perbuatannya, usahanya adalah berkurangnya harapan kepada Allah ketika ada masalah dalam hidupnya”.

Penjelasan diatas mengajarkan kita pada saat kita berani berharap yang baik kepada Allah kalau yang kita harapkan itu masih logis.

“sebagai contoh kita merasa layak dapat pekerjaan dan sehingga kita daftar di suatu perusahaan. kita masih berharap pada Allah untuk mempermudah urusan kita. Namun ketika ternyata kita di tolak pekerjaan dan merasa pintu-pintu dp bumi ditutup maka muncul rasa putus asa dan tidak mengharap lagi pada Allah. Padahal orang yang baik dalam melibatkan Allah itu disaat pintu bumi tertutup dia masih berharap pada Allah. dan di saat itulah Allah terlibat,”jelasnya.

Justru, pada saat kita merasa pintu-pintu yang ada di bumi tertutup, keadaan sedang sulit dan mentok, manusia meninggalkan kita maka di keadaan inilah saatnya kita harus melibatkan Allah karena tidak tercampur dengan keyakinan kita kepada makhluk.

“disaat kita mentok dan tidak ada harapan manusia di bumi, kita justru semakin besar harapannya kepada Allah. dan itulah cara paling ajaib melibatkan Allah,”katanya.

Lihat Juga :  Sholawat Allahumma Sholli Ala Muhammad Ya Robbi Sholli Alaihi Wasallim Lengkap dan Artinya

Jangan hanya bergantung kepada ikhtiar dan usaha saja. meskipun kegagalan ada di depan mata yang bahkan kamu percaya akan berhasil. maka saat itulah kamu libatkan Allah untuk mendapatkan keajiaban dari Allah.

“Jangan berhenti berharap kepada Allah, Yakin dan bersandar kepada Allah. Justru berharap kepada Allah di saat sedang keadaan sulit itulah yang cara paling ajaib yang mendatangkan keajaiban dari Allah,”katanya.

Dalam surah An Naml ayat 62 “atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadanya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? amat sedikitlah kamu mengingati(nya).

Siapakah yang akan menjawab doa orang yang ketika Mudthar (orang yang sedang dalan kesulitan luar biasa (mentok). Hanya Allah yang bisa menjawab. Didalam ayat ini Allah memberi nasihat bahwa jika manusia tidak menjawab, meninggalkanmu, berpaling darimu maka Allah tidak akan menyia nyiakanmu walaupun kamu pendosa sekalipun.

(trijumartini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button