ASSAJIDIN.COM — Ini adalah kisah yang terjadi di kala Nabi Muhammad SAW masih hidup.
Kisah mengharukan yang akan tetap dikenang sepanjang masa.
Kisah ini berkenaan dengan seorang sahabat Nabi yang bernama Julaibib Radhiyallahu anhu (RA).
Postur tubuhnya kerdil, pendek dan lusuh membuat ia jarang didekati oleh orang sekitar.
Julaubib tidak memiliki tempat tinggal untuk berteduh. Tidur pun hanya berbantalkan tangan dan beralaskan pasir serta batu. Meski demikian, Rasulullah SAW tetap menyayanginya.
Suatu ketika Rasulullah SAW menghampiri Julaibib. Beliau bertanya kenapa Julaibib tidak menikah.
“Siapakah orangnya yang mau menikahkan putrinya dengan diriku ini, ya Rasulullah,” ujar Julaibib.
Meminang
Selama tiga kali dalam tiga hari berturut-turut Rasulullah SAW bertanya hal yang sama kepada Julaibib. Hingga akhirnya beliau membawa Julaibib ke rumah sahabat Anshar.
“Aku ingin menikahkan putri kalian,” kata Rasulullah SAW.
Awalnya sahabat Anshar mengira jika putrinya itu akan dinikahkan dengan Rasulullah SAW. Tentu saja itu sangat gembira bagi mereka.
Namun, Rasulullah SAW mengatakan bahwa pinangan ini bukan untuknya.
“Kalau begitu pinangan ini untuk siapa, wahai Rasulullah?” tanyanya.
“Tetapi bukan untukku. Kupinang putri kalian untuk Julaibib,” kata Rasulullah SAW.
Seketika mendengar nama Julaibib, sahabat Anshar itu kaget. Kemudian ia meminta waktu kepada Rasulullah SAW untuk memusyawarahkan dulu.
“Ya Rasulullah. Saya harus meminta pertimbangan istri saya tentang hal ini,” ucapnya.
Terjadi Percekcokan
Ternyata sempat terjadi percekcokan antara ayah dan ibu sang gadis yang direncanakan dipinang dengan Julaibib. Perdebatan terjadi lantaran Julaibib yang tidak diketahui nasabnya, tidak berharta, juga tidak berpangkat.
Perdebatan itu rupanya terdengar oleh sang gadis. Kemudian diceritakan oleh orangtuanya terkait pinangan Julaibib atas tawaran Rasulullah SAW.
“Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah? Demi Allah, kirim aku padanya,” kata sang gadis.
Kemudian ia membacakan ayat suci Al-Quran surah al-Ahzab ayat 36 yang artinya sebagai berikut :
“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.”
Syahid di Medan Perang
Gadis itu menemui Rasulullah SAW. Ia menyatakan setuju untuk dipinang oleh Julaibib. Sungguh, gadis itu tidak melihat bentuk rupa calon suaminya, tapi ia mengikuti rasul-Nya.
Rasulullah SAW kemudian berdoa untuk gadis itu.
“Ya Allah, limpahkanlah kebaikan atasnya, dalam kelimpahan yang penuh berkah. Jangan kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah,” demikian doanya.
Namun, Julaibib tak sempat dinikahkan dengan gadis itu. Ia gugur di jalan Allah dalam sebuah pertempuran, sebab kala itu Rasulullah SAW memerintahkan kepada kaum muslimin untuk berjihad di jalan Allah.
Rupanya Julaibib sudah merindukan syahid di medan perang. Di dunia memang belum sempat memperistri wanita salehah, tapi kehadirannya sudah dinantikan oleh bidadari surga.
Sementara gadis yang ditinggal oleh calon suaminya itu menjadi orang kaya di kalangan kaum Anshar.
Tentu saja ini tidak terlepas dari doa Rasulullah SAW yang pernah diucapkan untuk gadis itu.
Wallahu’alam.
Sumber : Liputan6.com
