Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

LENTERA

Ciri-ciri Rumah yang Diberkahi Allah SWT

ASSAJIDIN.COM — Siapa yang tak ingin rumah yang ditempati mendapat berkah dari Allah SWT?

Tentu kita semua sepakat : Mau. Karena hunian seperti inilah yang kita dambakan selaku hamba Allah SWT.

Merujuk buku ‘Mengundang Malaikat ke Rumah’ oleh Mahmud asy-Syafrowi, rumah yang berkah alat ukurnya sederhana yaitu membuat penghuninya betah lama-lama berdiam diri di dalamnya.

Berikut uraian lebih lanjut mengenai karakteristik rumah yang memiliki keberkahan.

 

1. Diterangi Cahaya Islam

Rumah yang luas dan besar jika penghuninya tidak mendapatkan cahaya Islam akan terasa sempit.

Sebaliknya rumah yang kecil jika penghuninya mendapatkan cahaya Islam akan terasa luas dan lapang.

Rasulullah SAW mengemukakan tanda dari seseorang yang mendapatkan cahaya Islam, inilah tiga cirinya:

– Kembali ke negeri kekekalan (akhirat).

– Menjauh dari negeri tipuan (dunia).

– Bersiap-siap untuk kematian sebelum bertemu dengan-Nya.

Bila sebuah rumah telah diterangi cahaya Islam, siapapun yang masuk akan terpengaruh dan merasakan kekuatan cahayanya.

Sebaliknya jika rumah kosong dari cahaya Islam, maka rumah itu akan menyebabkan jiwa penghuninya ditimpa kesengsaraan.

2. Suasana Sejuk dan Ketenangan

Rumah Islami adalah rumah tangga yang dapat menjadi pangkalan batin dan pangkalan ketenangan jiwa. Sehingga siapapun penghuni rumahnya akan selalu rindu untuk pulang.

Lihat Juga :  Indahnya Membangun Rumah Tangga dengan Pondasi Agama

Karena baginya, rumah adalah sumber ketentraman dan ketenangan yang tidak akan ia peroleh di tempat manapun.

3. Penghuninya Diliputi Kesyukuran

Salah satu karakteristik rumah yang berkah adalah rumah yang para penghuninya selalu bersyukur. Berapapun nikmat yang ia peroleh akan membuatnya bahagia dan ridha.

Dengan bersyukur maka nikmat akan ditambah. Dan dengan bertambahnya nikmat maka akan tercipta kebahagiaan dan kesenangan.

Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Ibrahim ayat 7:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

” (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat pedih.”

4. Dipenuhi Cinta dan Kasih Sayang dari Penghuninya

Cinta dan kasih sayang itu indah dan membawa kebaikan. Oleh karena itu, rumah yang diberkahi adalah rumah yang diselimuti oleh kasih sayang, perawatan, kecintaan, dan kelembutan di antara para penghuninya.

Dalam rumah, hendaknya orang tua menyayangi anak-anaknya. Sang anak memuliakan orang tuanya, suami istri saling mengasihi, dan setiap individu mencintai saudaranya seperti mencintai diri sendiri.

Lihat Juga :  Kerinduan Siti Aisyah Setelah Rasulullah SAW Tiada ..

5. Menjaga Kebersihan

Kebersihan adalah sebagian dari iman. Maka Islam senantiasa mengajak umatnya untuk menjaga kebersihan.

Rumah yang bersih dan indah adalah tanda yang nampak dari rumah-rumah Islami.

Rasulullah bersabda :

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ, نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ, كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ, جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ, فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ

“Dari Rasulullah SWT: Sesungguhnya Allah SWT itu suci dan menyukai hal-hal yang suci. Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan. Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan. Dia Maha Indah yang menyukai keindahan. Karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR Tirmidzi).

6. Sanggup Menutup Auratnya

Artinya rumah tersebut harus bisa menjaga dan melindungi para penghuninya, sehingga tidak tampak auratnya bagi orang yang melihatnya baik yang datang ataupun yang pergi.

Hal ini nampak jelas diungkapkan oleh Al-Quran dalam Surat An-Nur ayat 27:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ بُيُوْتِكُمْ حَتّٰى تَسْتَأْنِسُوْا وَتُسَلِّمُوْا عَلٰٓى اَهْلِهَاۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya, demikian itu lebih baik bagimu agar kamu mengambil pelajaran.” (DetikHikmah)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button