Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

KALAMLENTERAMUSLIMAHSYARIAH

Keutamaan Berbakti dan Berbuat Baik kepada Ibu 

ASSAJIDIN.COM — Hari ini, hari Jumat (22/12/23) merupakan hari bersejarah yakni peringatan Hari Ibu.

Di Indonesia, Hari Ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember yang tahun ini jatuh bertepatan pada hari ini, Jumat.

Semoga mereka (ibu-ibu) terkhusus yang sudah tiada, diampuni dosa-dosanya dan mendapat tempat yang layak di sisi-Nya.

Amin …

 

Berbakti kepada ibu

Hari Ibu bermula dari Kongres Perempuan Indonesia III yang digelar di Bandung tanggal 22 Desember 1938 silam.

Melalui Kongres Perempuan itu akhirnya ditetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu untuk mengenang perjuangan dan jasa-jasa perempuan Indonesia dalam membantu kemerdekaan RI.

Dalam satu riwayat diceritakan satu kisah pemuda yang mengabdikan dirinya berbakti kepada ibunya.

Sosok pemuda saleh ini diceritakan oleh Baginda Nabi karena namanya terkenal di langit.

Beliau adalah Uwais Al-Qorni, pemuda miskin asal Yaman yang membuat Rasulullah senang kepadanya.

Sampai-sampai sahabat sekelas Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu dan lainnya diperintahkan Nabi untuk menemui Uwais.

Hal ini disebabkan begitu hebatnya Birrul Walidain Uwais kepada ibunya.

Nabi bersabda:

“Sesungguhnya Tabi’in yang terbaik adalah seorang lelaki bernama Uwais. Ia memiliki seorang ibu, dan ia memiliki tanda putih di tubuhnya. Maka temuilah ia dan mintalah ampunan kepada Allah melalui dia untuk kalian.” (HR Muslim)

Berikut 5 Hadis Nabi tentang keutamaan berbakti kepada ibu dan berbuat baik kepadanya:

1. Ibu lebih berhak diperlakukan dengan baik

Dari Mu’awiyah bin Haidah Al-Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, beliau bertanya kepada Nabi:

يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ

“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR Al Bukhari)

 

2. Kedudukan Ibu 3 kali lebih mulia dari ayah

Lihat Juga :  Bagaimana Hukum Mendatangi Tukang Ramal Termasuk Membaca Ramalan Bintang?

Dari Miqdam bin Ma’di Yakrib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

نَّ اللَّهَ يوصيكم بأمَّهاتِكُم ثلاثًا، إنَّ اللَّهَ يوصيكمi بآبائِكُم، إنَّ اللَّهَ يوصيكم بالأقرَبِ فالأقرَبِ

“Sesungguhnya Allah berwasiat 3 kali kepada kalian untuk berbuat baik kepada ibu kalian, sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada ayah kalian, sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada kerabat yang paling dekat kemudian yang dekat.” (HR Ibnu Majah)

 

3. Bakti kepada Ibu amalan paling mendekatkan diri kepada Allah

Dari Atha bin Yassar, ia berkata:

عن ابنِ عبَّاسٍ أنَّهُ أتاهُ رجلٌ ، فقالَ : إنِّي خَطبتُ امرأةً فأبَت أن تنكِحَني ، وخطبَها غَيري فأحبَّت أن تنكِحَهُ ، فَغِرْتُ علَيها فقتَلتُها ، فَهَل لي مِن تَوبةٍ ؟ قالَ : أُمُّكَ حَيَّةٌ ؟ قالَ : لا ، قالَ : تُب إلى اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، وتقَرَّب إليهِ ما استَطعتَ ، فذَهَبتُ فسألتُ ابنَ عبَّاسٍ : لمَ سألتَهُ عن حياةِ أُمِّهِ ؟ فقالَ : إنِّي لا أعلَمُ عملًا أقرَبَ إلى اللَّهِ عزَّ وجلَّ مِن برِّ الوالِدةِ

“Dari Ibnu ‘Abbas, ada seorang lelaki datang kepadanya, lalu berkata kepada Ibnu Abbas: Saya pernah ingin melamar seorang wanita, namun ia enggan menikah dengan saya.

Lalu ada orang lain yang melamarnya, lalu si wanita itu mau menikah dengannya. Aku pun cemburu dan membunuh sang wanita tersebut. Apakah saya masih bisa bertaubat?

Ibnu Abbas menjawab: Apakah ibumu masih hidup? Lelaki tadi menjawab: Tidak, sudah meninggal.

Lalu Ibnu Abbas mengatakan: Kalau begitu bertaubatlah kepada Allah dan dekatkanlah diri kepada-Nya sedekat-dekatnya.

Lalu lelaki itu pergi. Aku (Atha’) bertanya kepada Ibnu Abbas: kenapa anda bertanya kepadanya tentang ibunya masih hidup atau tidak?

Ibnu Abbas menjawab: aku tidak tahu amalan yang paling bisa mendekatkan diri kepada Allah selain Birrul Walidain (berbakti kepada orangtua).” (HR Al Bukhari)

 

4. Ridha Allah terletak pada ridh orangtua

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ

Lihat Juga :  Hukum-hukum dalam Berhias Bagi Kaum Muslimah

“Ridha Allah ada pada ridha kedua orangtua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua.” (HR at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim)

 

5. Berbakti kepada Ibu menjadi sebab seseorang masuk surga

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad dan disahihkan oleh Imam Al-Hakim.

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ السَّلَمِيِّ ، أَنَّ جَاهِمَةَ رضي الله عنه جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ . فَقَالَ : هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ ؟ قَالَ نَعَمْ . قَالَ: فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

“Dari Mu’awiyah bin Jahimah As-Sulami, ia datang menemui Rasulullah SAW. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya ingin ikut berperang dan saya sekarang memohon nasihat kepadamu?’

Rasulullah lalu bersabda: “Kamu masih punya ibu?” Mu’awiyah menjawab, “Ya, masih.”

Rasulullah bersabda: “Berbaktilah kepada ibumu (lebih dahulu) karena sungguh ada surga di bawah kedua kakinya.”

Selain hadis di atas, Al-Quran juga menegaskan keutamaan memuliakan ibu dan berbakti kepadanya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَوَصَّيۡنَا الۡاِنۡسٰنَ بِوَالِدَيۡهِ‌ۚ حَمَلَتۡهُ اُمُّهٗ وَهۡنًا عَلٰى وَهۡنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِىۡ عَامَيۡنِ اَنِ اشۡكُرۡ لِىۡ وَلِـوَالِدَيۡكَؕ اِلَىَّ الۡمَصِيۡرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (QS. Luqman Ayat 14)

Hal-hal yang menyebabkan seorang anak wajib berbuat baik kepada ibu:

1. Ibu mengandung seorang anak sampai ia dilahirkan. Selama masa mengandung itu, ibu menahan dengan sabar penderitaan yang cukup berat, mulai pada bulan-bulan pertama, kemudian kandungan itu semakin lama semakin berat, dan ibu semakin lemah, sampai ia melahirkan. Kekuatannya baru pulih setelah habis masa nifas.

2. Ibu menyusui anaknya sampai usia dua tahun. Banyak penderitaan dan kesukaran yang dialami ibu dalam masa menyusukan anaknya. Hanya Allah yang mengetahui segala penderitaan itu. (Sindonews.com)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button