MUSLIMAH

Mengenal Ir Marlina Sylvia, Dulu Honorer, Kini Ciptakan Berbagai Inovasi di Dinas PUPR

ASSAJIDIN.COM — Menjabat sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Alam, Irigasi, dan Limbah (SDA IL) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, tak pernah terbesit di pikiran Ir Marlina Sylvia, ST, M.Si,M.Sc, IPM, ASEAN Eng.

Namun dengan kerja keras dirinya berhasil menciptakan berbagai inovasi. Salah satu inovasi yang berhasil dia ciptakan adalah membentuk komunitas peduli sungai dan banjir.

“Selain itu saya juga membentuk tim sosialisasi pengembalian ruang untuk air, dimana tim ini melakukan sosialisasi dengan target membebaskan ruang untuk air mengalir melalui pembongkaran bangunan yang melanggar peraturan terkait sungai dan bangunan di atas saluran,” katanya.

Sampai saat ini sudah lebih dari 300 bangunan liar di atas aliran air tersebar di 18 kecamatan yang dibongkar.

Untuk mengiringi pergerakan tim sosialisasi, Marlina menurunkan tim khusus membantu pembongkaran semua bangunan yang menghambat aliran air.

Timnya juga didampingi oleh Babinsa dalam melaksanakan tugas dengan tujuan menjaga keamanan dan keselamatan tim. Ada juga inovasi yang diberi nama “Si Monev Super”.

“Merupakan aplikasi untuk mengontrol kegiatan Operasional dan Pemeliharaan bidang SDA-IL dalam rangka pengendalian banjir dan genangan,” kata wanita kelahiran Palembang 6 Maret 1979 ini.

Lihat Juga :  Dirlantas Sumsel: Basahi Lisan dengan Dzikir, Rutinkan Program Polisi Lalulintas Berdzikir

Marlina jg memasang GPS di semua kendaraan operasional dan alat berat yang di bawah kendalinya untuk memastikan tim tersebut bekerja sesuai tupoksi dan peraturan.

Dirinya juga dipercaya atasan untuk bergabung dalam tim rekomtek di tahun 2022 khusus untuk memastikan ruang terbuka biru yang cukup dalam semua pembangunan perumahan di atas 5000 m2.

Sejak Marlina bergabung dalam tim tersebut, semua siteplan yang dikeluarkan Pemkot Palembang memberikan kewajiban berupa saluran, kolam retensi atau ruang terbuka biru lainnya.

Marlina jg baru saja dipercaya menjadi ketua tim Rekomtek Penimbunan. Setiap perubahan tata guna lahan harus memberikan kompensasi ruang terbuka biru yang cukup.

“Bukan hanya lahan rawa tapi penimbunan/pembangunan di dataran yang bukan rawa pun harus menyisakan ruang untuk air mengalir,” kata perempuan juga sedang menyelesaikan pendidikan S3 jurusan Teknik Sipil di UNSRI ini.

Untuk membantu kinerjanya, marlina mulai menurunkan tim patroli yang memantau dan mendeteksi penimbunan yang terjadi di beberapa kecamatan di Kota Palembang.

Menjadi wanita karier bukanlah perihal mudah, namun berkat dukungan dari keluarga dirinya mampu menjalani peran ibu dan pemimpin di tempatnya bekerja.

Lihat Juga :  Mukhtamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Nasional Bakal Digelar di Palembang

Selepas mendapatkan gelar S1 Teknik Sipil dengan predikat cumlaude, Marlina bergabung di Dinas PUPR pada tahun 2001 dengan gaji Rp 1 juta pertahun.

Walaupun honor yang didapat dirasa tak sepadan, Marlina melaksanakan tugas dengan penuh semangat, disiplin dan tanggung jawab.

Lulus tes CPNS di tahun 2003, Marlina mulai memburu beasiswa untuk melanjutkan S2.

Marlina melepaskan beberapa beasiswa dalam negeri di tahun 2005 dan 2006 dengan harapan mendapatkan beasiswa S2 ke luar negeri di masa datang.

Impiannya terwujud pada tahun 2007 dirinya berhasil mendapatkan beasiswa S2 double degree ke Belanda dan lulus di tahun 2009 dengan dua gelar sekaligus.

“Pada tahun 2009 saya lulus kuliah di Belanda jurusan Teknik Pengairan, dan di UNSRI S2 Teknik Lingkungan Pengembangan Rawa Terpadu” katanya.

Wanita yang sangat fasih berbahasa Inggris ini mengatakan dulu dirinya sempat bercita-cita ingin menjadi dokter. “Dulu pengen jadi dokter karena ingin menyelamatkan banyak orang. Sekarang saya pun tetap bisa menyelamatkan banyak orang dengan menjadi Kabid SDAIL di dinas PUPR Kota Palembang, menyelamatkan warga dari banjir.” katanya. (pitria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button