Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

HAJI & UMROH

Innalillahi wa’innaillaihi Roji’un, Qodarullah, Belum Sempat Terbang ke Jeddah, Satu Jamaah Embarkasi Palembang Wafat

AsSAJIDIN.COM — Kabar duka menyelimuti Embarkasi Palembang. Pasalnya, Jamaah perempuan, kloter 1 dari OKU Timur, Turiyah yang sempat dirawat di Rumah Sakit Siti Fatimah Palembang meninggal dunia.

Jamaah berusia 71 tahun ini mengembuskan nafas terakhirnya, Minggu (28/5) dinihari pukul 00.15 WIB.

Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan saat ditemui membenarkan adanya jamaah Embarkasi Palembang yang meninggal dunia.

Menurut Syafitri, jamaah asal OKU Timur tersebut masuk asrama haji Palembang pada Jumat, 26 Mei 2023. Setelah melewati proses pemeriksaan kesehatan di asrama haji, Turiyah dirujuk ke RS Siti Fatimah karena mengalami anemia dan gangguan kesehatan lainnya.

Lihat Juga :  Lalulintas Padat di King Abdul Aziz, Kloter 5 Delay 3 Jam Tiba di Palembang

“Pihak kesehatan, baik di embarkasi Palembang maupun di RS Siti Fatimah telah berusaha maksimal untuk memulihkan kesehatan Ibu Turiyah. Namun Allah berkehendak lain, dinihari tadi almarhum meninggal,”katanya.

Ia secara pribadi dan mewakili pemerintah khususnya PPIH Embarkasi Palembang mengucapkan turut berdukacita atas kepergian almarhumah. “Kami yakin almarhumah meninggal khusnul khotimah karena sedang dalam proses perjalanan ibadah haji,” kata Syafitri.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Sumsel H. Armet Dachil mengatakan sesuai regulasi almarhumah akan dibadalhajikan oleh petugas haji Indonesia. Selain itu, ahli warisnya juga berhak mendapatkan asuransi.

“Pemerintah menyiapkan program badal haji di setiap operasional penyelenggaraan ibadah haji. Program ini menjadi bagian dari layanan yang disiapkan bagi jemaah yang memenuhi kriteria,” terang Armet.

Lihat Juga :  Investasi Emas dari PT Pegadaian Menyediakan Berbagai Pilihan untuk Segala Usia

Secara regulasi, lanjut Armet, ada tiga kelompok jemaah yang bisa dibadalhajikan. Pertama, jemaah yang meninggal dunia di asrama haji Embarkasi atau Embarkasi Antara, saat dalam perjalanan keberangkatan ke Arab Saudi, atau di Arab Saudi sebelum wukuf di Arafah.

Kedua, jemaah yang sakit dan tidak dapat disafariwukufkan. Ketiga, jemaah yang mengalami gangguan jiwa.

“Almarhumah sendiri saat ini sudah dibawa ke Belitang OKU Timur dan akan dimakamkan di sana,”katanya. (tri jumartini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button