Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

LENTERAMOZAIK ISLAMSEHATSYARIAH

Makanan Sehat Ala Rasulullah SAW

Assajidin.com — Lepas subuh, Rasulullah SAW membuka menu sarapannya dengan segelas air yang dicampur dengan sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al qur’an, kata “syifa”/kesembuhan, yang dihasilkan oleh madu, diungkapkan dengan isim nakiroh, yang berarti umum, menyeluruh. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, menyembuhkan sembelit, wasir, peradangan, serta menyembuhkan luka bakar.

Masuk waktu dluha, Rasulullah SAW selalu makan tujuh butir kurma “ajwa”/matang. Sabda beliau, barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun. Dan ini terbukti ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah dalam sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar, racun yang tertelan oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Bisyir ibnu al Barra’, salah seorang sahabat yang ikut makan racun tersebut, akhirnya meninggal. Tetapi Rasulullah selamat. Apa rahasianya? Tujuh butir kurma!

Dalam sebuah penelitian di Mesir, penyakit kanker ternyata tidak menyebar ke daerah-daerah yang penduduknya banyak mengonsumsi kurma karena kurma memiliki zat-zat yang bisa mematikan sel-sel kanker. Maka tidak perlu merasa heran kalau Allah SWT menyuruh Maryam ra makan kurma di saat kehamilannya sebab bagus untuk kesehatan janin.

Dahulu kala, Rasulullah SAW selalu berbuka puasa dengan segelas susu dan kurma, kemudian sholat maghrib. Kedua jenis makanan itu kaya dengan glukosa, sehingga langsung menggantikan zat-zat gula yang kering setelah seharian berpuasa. Glukosa itu sudah cukup mengenyangkan, sehingga setelah sholat maghrib, tidak akan berlebihan apabila bermaksud untuk makan lagi.

Menjelang sore hari, menu Rasulullah SAW adalah cuka dan minyak zaitun. Tentu saja bukan cuma cuka dan minyak zaitunnya saja, tetapi dikonsumsi dengan makanan pokok, seperti roti misalnya. Manfaatnya banyak sekali, di antaranya mencegah lemah tulang dan kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menurunkan kolesterol, dan memperlancar pencernaan. Ia juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

Ada kisah menarik sehubungan dengan buah tin dan zaitun, yang Allah SWT bersumpah dengan keduanya. Dalam Al-quran, kata “at tin” hanya ada satu kali, sedangkan kata “az zaytun” diulang sampai tujuh kali. Seorang ahli kemudian melakukan penelitian, yang kesimpulannya, jika zat-zat yang terkandung dalam tin dan zaitun berkumpul dalam tubuh manusia dengan perbandingan 1:7, maka akan menghasilkan “ahsni taqwim”, atau tubuh yang sempurna, sebagaimana tercantum dalam surat at tin. Subhanallah!

Lihat Juga :  Astaghfirullah, Demi Tampil Beda Muncul Mie Dajjal, Ulama: Berilah Nama yang Baik untuk Makanan

Bagaimana dengan malam hari?

Di malam hari, menu utama Rasulullah SAW adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, beliau selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Secara umum sayur-sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu memperkuat daya tahan tubuh dan melindungi diri dari serangan penyakit.

Selain menu wajib di atas, ada beberapa jenis makanan yang disukai Rasulullah SAW tetapi beliau tidak rutin mengonsumsinya. Di antaranya tsarid, yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak (kira-kira seperti bubur ayam). Beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu manis, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula. Kemudian beliau juga senang makan anggur dan hilbah.

Kiat Makan Sehat ala Rasulullah

Selain pola konsumsinya yang teratur ,yang paling penting adalah menghindari isrof (berlebihan). Rasulullah SAW bersabda, “Cukuplah bagi manusia untuk mengonsumsi beberapa suap makanan saja untuk menegakkan tulang sulbinya (rusuknya).”

Makanlah dengan sikap duduk yang baik yaitu tegap dan tidak menyandar, karena hal itu lebih baik bagi lambung, sehingga makanan akan turun dengan sempurna. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku tidak makan dengan bersandar.”Prinsip ketiga berpuasa. Sebulan dalam setahun, umat Islam diwajib kan bukan saja dengan mencapai ketaqwaan tetapi juga kesehatannya dapat terjaga.

Puasa akan membawa kita pada kesehatan yang sangat luar biasa. Secara fisiologis, puasa sangat erat kaitannya dengan kesehatan tubuh manusia. Saluran pencernaan manusia tempat menampung dan mencerna makanan merupakan organ dalam yang terbesar dan terberat di dalam tubuh manusia.

Sistem pencernaan tersebut tidak berhenti bekerja selama 24 jam dalam sehari. Banyak hasil penelitian modern yang memaparkan bahwa puasa itu sangat menyehatkan. Di antaranya memberikan istirahat fisiologis menyeluruh bagi sistem pencernaan dan sistem syaraf pusat, menormalisasi metabolisme tubuh, menurunkan kadar gula darah, mengikis lipid “jahat” (kolesterol), detoksifikasi (membuang racun dari tubuh), dan lain sebagainya.

Lihat Juga :  JANGAN SAMPAI DURHAKA KEPADA ORANG TUA

Berikut ini beberapa tata cara dan adab makan yang dianjurkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Apa saja?

Berikut penjelasannya :

1-      Membaca basmalah ( بسم الله ) sebelum makan, dan jika lupa maka membaca: “Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya”

2-      Duduk dengan baik tegap dan tidak menyandar, karena hal itu lebih baik bagi lambung sehingga makanan akan turun dengan sempurna. Dan Rasulullah SAW telah melarang kita untuk makan sambil bersandar. Beliau bersabda: “Sesungguhnya aku tidak makan dengan bersandar”

3-      Mencuci tangan sebelum makan, sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

4-      Menggunakan tangan kanan.

5-      Bersikap sederhana dan tidak berlebih-lebihan ketika makan.

6-      Memulai makan dari yang dekat dan tidak memenuhi mulut dengan makanan yang banyak.

7-      Tidak banyak bicara ketika sedang makan.

8-      Disunnahkan untuk makan secara berjamaah dan tidak berpencar sendiri-sendiri karena jamaah akan mempererat persaudaraan dan menyebabkan turunnya barokah pada makanan kita.

9-      Ketika makan berjamaah dalam satu tempat makan maka jangan mengembalikan apa yang tersisa di tangan ke tempat makan, akan tetapi ambilah suapan yang sedikit hingga tidak bersisa.

10-   Tidak mengeluarkan suara keras ketika mengunyah makanan, karena hal itu mengganggu orang lain.

11-   Jangan mengawasi dan melihat-lihat orang yang sedang makan, karena hal itu mengganggu perasaan mereka, dan mengurangi selera makan.

12-   Tidak menyisakan makanan di piring, bahkan kita dianjurkan untuk membersihkan tangan dan jari-jari kita dengan mulut ketika selesai makan,dan jika ada makanan yang jatuh supaya dipungut dan dibersihkan kemudian dimakan.

13-   Membaca hamdalah dan doa setelah makan: “Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan menganugerahkannya kepadaku tanpa susah payah.”

14-   Mencuci tangan setelah makan.

Inilah beberapa tuntunan dari  Rasulullah SAW dalam makan dan minum, semoga kita bisa mengikuti petunjuk dan meniti jejaknya, amin- ya Rabbal ‘alamin.(*/  Ust Husnul Mubarok /https://darunnajah.com/makanan-sehat-dalam-islam-dan-pola-makan-ala-rasulullah/)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button