Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Sebagai Pedoman dan Kurikulum Kehidupan Manusia

Alasan Alquran Diturunkan

ASSAJIDIN.COM — Al Quran Diturunkan bukan sekedar untuk dibaca, tetapi juga untuk dibaca dengan memahami isi. Ini merupakan prinsip yang harus diingat.

Allah yang Maha Tahu tentang kita mengenai hidup yang kita jalani karena Allah yang menciptakan hambanya.

Al Quran diturunkan Allah untuk membawa kurikulum kehidupan yang membimbing kita supaya semua apa yang kita jalani dalam hidup, semua praktek kehidupan kita dari terlahir sampai berpulang berjalan dengan tenang dan senang.

Itu merupakan prinsip dasar ketika Nabi Adam Bahkan diturunkan. Jadi,i dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ketika diutus semua Rasul diberikan bimbingan untuk semua umatnya menjalani kehidupan dengan tenang dan senang.

Hal tersebut di sampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat dalam Kajian Musawarah pada laman youtube pribadinya l Adi Hidayat Official.

Dalan kajiannya, ia menjelaskan alasan kenapa Al Quran di turunkan oleh Allah Subhana Wa Ta’ala.

Berdasarkan Al Quran Surat Al Baqarah ayat 38 (paling kanan sebelah atas di mushaf standar).

“Kami berfirman,” Turunkanlah kamu semua dari surga ! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa mengikuti petunjukKu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati,”.

Allah ciptakan adam untuk membawa misi ke bumi bukan di langit. Sekarang tiba waktunya untuk dijalani. maka bersamaan dengan misi adam dimulai , Allah turunkan kurikulum kehidupan namanya ‘hudan’ nama pokoknya.

“Ini yang memberikan kepada kita petunjuk. Kalau bangun tidur mesti begini petunjuknya. Kalau bekerja, begini petunjuknya. apapun pekerjaannya. semua masalah kehidupan yang mungkin akan dilalui disandingkan dengan solusi untuk memudahkan itu teratasi. Maka, kalau di ikuti petunjuk ini turunkan bersamaan dengan turunnya Adam pedoman hidup. kalau diikuti pedoman hidup itu dalam berkehidupan maka Allah jamin semua kehidupan yang ia tempuh saat di bumi itu tidak akan pernah merasakan kegelisahan,”katanya saat menerangkan makna ayat dalam Al Quran tersebut.

Lihat Juga :  Kisah Perempuan Tua yang Selalu Bicara melalui Ayat Alquran

Ia mengatakan lawan dari gelisah yaitu tenang. hidupnya cenderung tenang berarti tidak bisa. tapi ketika ada persoalan yang menggelisahkan dapat solusi untuk menenangkan, mengatasi menghadapi persoalan, dia cenderung lebih tenang karena sudah tahu solusinya.

‘walahum yahzanun’ dan cenderung jauh dari kesedihan. lawan sedih itu sendiri adalah senang. Jadi, hidup di dunia ini apapun yang dikerjakan sebetulnya dasarnya tenang dan senang.

” Anda ada di sini senang, di sana senang. tapi memang prinsip hidup harus begitu. Lalu kapan kesenangan dan ketenangan itu hadir? ketika keduanya diikuti. sama persis ada handphone gadget dan yang lainnya kan suka dikasih buku petunjukkan. salah menggunakannya bisa eror digunakan. karena setiap petunjuk itu di setiap generasi, itu bisa beda. namanya beda tapi fungsinya sama. karena disesuaikan sesuai dengan karakter dan kebutuhan generasi, yang mungkin berbeda di setiap masanya,”katanya.

Seperti contoh umat Nabi Musa dengan Nabi Daud berbeda tidak sama. Karakternya beda, zamannya juga berbeda. Karakternya Nabi Musa disebut dengan Taurat, maka di Nabi Daud disebut dengan Zabur, di Nabi Isa disebut dengan Injil.

Lihat Juga :  Rezeki yang Sering tak Dianggap

Tapi nama itu, hanya memberikan kesan karakter di setiap massa yang berbeda, tapi intinya fungsinya sama yaitu petunjuk bagi kehidupan.

Dalam surah Al Quran 17 Ayat 2, ” Dan kami berikan kepada Musa, kitab (Taurat) dan kami jadikannya petunjuk bagi Bani Israil (dengan dirman),”janganlah kamu mengambil (pelindung) selain aku.” (QS 17:2).

“Karena karakter umatnya tidak sama, dinamikanya sampai akhir zaman beda. Maka diturunkan kita yang paling lengkap di beri nama Al Qur’an. untuk membedakan dengan generasi sebelumnya tapi fungsi Quran tidak berbeda dari kitab sebelumnya yaitu Hudan,”katamya.

Berdasarkan Al Baqarah ayat 185, “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan bathil)….,”

Allah yang menciptakan kita yang tahu tentang masalah dan alur hidup kita menurunkan kurikulum hidup di sebut dengan Al Quran. Yang bukan sekedar bacaan tapi disanalah inti kehidupan kita.

“di situ pedoman hidup kita itu yang bisa merubah kita menjadi lebih baik karena itu Surat apapun yang diturunkan dalam Alquran pasti akan terkait dengan keperluan hidup kita yang akan kita alami itu, poinnya,”tutupnya.(*/TRI JUMARTINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button