Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

NASIONAL

Santri Korban Meninggal Dunia Akibat Kekerasan di Ponpes Gontor, akan Diotopsi

ASSAJIDIN.COM –Terkuaknya penyebab kematian santri Gontor asal Palembang yang meninggal dunia dua pekan lalu akibat penganiayaan, membuat polisi terus bergerak.

Jenazah korban kekerasan santri Pondok Pesantren Gontor, Albar Mahdi (17), direncanakan akan segera dilakukan autopsi oleh tim forensik kepolisian dari Mabes Polri bersama tim Forensik RS Bhayangkara Palembang.

Rencana autopsi tersebut akan berlangsung pada Kamis (8/9) mendatang, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Hal tersebut diungkapkan AKBP dr Mansuri, Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang, Rabu (6/9).

Lihat Juga :  Dua Adik Habib Bahar Nyaris Diperkos dan Ditusuk, Polisi Amankan 2 Pelaku...!

“Sudah ada koordinasi dengan Polres Ponorogo dan Mabes Polri. Kita rencanakan proses autopsi akan berlangsung Kamis mendatang,” ungkapnya.

Mansuri menjelaskan, tim dari Forensik Mabes Polri bakal ikut dalam proses autopsi untuk mengambil data terkait kematian korban. Meski sudah ada pengakuan dari pihak pesantren, pihak kepolisian tetap membutuhkan data tambahan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

“Malam ini kita laporkan juga ke Pusdokes. Nantinya akan ada bantuan dari tim Forensik Mabes Polri. Tapi dari pihak keluarga belum ada persetujuan,” ujar dia.

Sebelumnya, Albar Mahdi sebagai santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, tewas diduga dianiaya oleh seniornya. Ibu korban, Siti Soimah melalui penasihat hukumnya Titis Rachmawati, berharap kepolisian segera mengusut dan melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus dugaan kekerasan.

Lihat Juga :  Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1442 Hijriyah, Selasa 13 April 2021

“Kasus ini sudah dalam penanganan Polres Ponorogo. Kami akan tetap kawal masalah ini bersama kepolisian,” tutup dia.(yola)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button