Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

NASIONAL

Wali Santri Minta Keadilan, Anaknya Meninggal di Asrama Diduga Akibat Dianiaya, Minta Dukungan Hotman Paris

ASSAJIDIN.COMHati siapa yang tak teriris. tak ada ngin tak ada hujan, orangtua atau wali santri diberitahu anak yng sedang mondok dinyatakan meninggal dunia. Hati semakin menangis saat jenazah datang dalam kondisi tidak wajar ada tanda tanda kekerasan dialaminya.

Meninggalnya putra sulung Siti Soima, Albar Mahdi bin Rusdi, saat bersekolah di pesantren ternama di Jawa Timur tepatnya di Probolinggo dua minggu yang lalu (22/08), pun Soima pun curhat ke Hotman Paris.

Dengan berurai air mata Soimah menceritakan dengan Hotman Paris, kisah anaknya yang dikembalikan pihak pesantren dalam keadaan sudah dibungkus kain kafan pada konfrensi pers mengenai pemukulan wanita di SPBU, Minggu (4/9).

Soima selaku ibu merasa ada kejanggalan ketika melihat jasad anaknya pas tiba di Palembang. Sang putra sulungnya tersebut, saat itu menuntut ilmu di Pesantren Gontor.

Dirinya menceritakan anaknya, A meninggal pukul 06.45 Wib. Tapi dia diberitahu melalui telepon pukul 10.15 WIB.

“Kalau memang tidak ada apa apa, harusnya orang tua diberitahu terlebih dahulu. Bukan langsung dikafani, disalatkan dan saat sudah siap diberangkatkan baru diberitahu”, ungkapnya.

Akhirnya almarhum tiba di Palembang pada Selasa siang, 23 Agustus 2022 diantar oleh pihak yang dipimpin ustad Agus, itupun tidak tahu siapa ustad Agus itu hanya sebagai perwakilan.

Lihat Juga :  Wapres KH Ma'ruf Amin: Pesantren Bertransformasi Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Apalagi, anaknya itu dipercaya sebagai Ketua Perkajum atau perkemahan kmis jumat, mungkin alasan itu bisa Ia terima bila sesuai dengan kenyataan kondisi mayat anaknya.

“Dihadapan pelayat yang memenuhi rumah saya, disampaikan kronologi bahwa anak saya terjatuh akibat kelelahan mengikuti Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum),” katanya.

Mendengar kondisi ini, Hotman berteriak meminta Kapolda Jawa Timur, di Surabaya untuk mengusut tuntas meninggal Albar Mahdi Gontor 1, Surabaya.

Amarah tak terbendung kenapa laporan yang disampaikan berbeda dengan kenyataan yang diterima.

Sehingga merasa tidak sesuai, akhirnya ia menghubungi pihak forensik dan pihak rumah sakit yang sudah siap melakukan otopsi.

“Namun, setelah didesak pihak dari yang mengantar jenazah akhirnya mengakui bahwa anak saya meninggal akibat terjadi kekerasan. Saya pun tidak bisa membendung rasa penyesalan saya telah menitipkan anak saya di sebuah pondok pesantren yang nota bene nomor satu di Indonesia,” ujarnya.

Setelah ada pengakuan telah terjadi tindak kekerasan di dalam pondok Ia memutuskan untuk tidak jadi melakukan otopsi agar jenazah anaknya segera bisa dikubur mengingat sudah lebih dari satu hari perjalanan.

Lihat Juga :  Pempek Bingen, Kreasi Baru Kuliner Khas Palembang Wajib Dicoba!

Mendengar penjelasan dari cerita Siti Soimah, Hotman Paris Lalu dengan tegas mengatakan kepada Kapolda Surabaya melalui akun media sosialnya.

“Hallo Kapolda Surabaya, Kapolda Surabaya, ada seorang ibu yang datang kepada saya, meminta diusut tutas kematian anaknya yang meninggal di Pondok Pesantren Gontor,”

Hotman meminta agar Kapolda Surabaya untuk segera mengusut kematian Albar Almahdi yang meninggal di Pesantren Gontor beberapa waktu lalu. “Kita tidak menuduh siapa pelakunya, tapi tolong diusut tuntas kasus kematian ini,” tegas Hotman.

Diduga, almarhum meninggal karena korban kekerasan. Ketika Hotman melihat fotonya, ia merasa ngeri. Karena di tubuh anak Soima, ada beberapa bekas kekerasan yang diduga menyebabkan Albar meninggal dunia.

“Kita tidak menuduh siapa-siapa dan kita tidak mengetahui siapa pelakunya. Tapi, kami minta agar Kapolda Surabaya segera mengusut pelaku dari siswa yang ada di Pesantren Gontor,” ungkap Hotman.

Sementara itu, Hotman Paris menyarankan Soimah harus melakukan laporan BAP ke piak berwajib di Jawa Timur dimana lokasi anaknya meninggal.

“Nanti akan saya bantu, tapi ajukan dulu laporannya,” kata Hotman Paris secara singkat. (Yola)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button