Beginilah Ritual Puasa Mempengaruhi Sistem Kerja Organ Tubuh
ASSAJIDIN.COM — Dilansir dari Telegraph, beberapa tahun lalu sejumlah peneliti di University of Southern California mempelajari kaitan antara puasa dan daya tahan tubuh.
Para peneliti menemukan bahwa rasa lapar memicu sel-sel induk dalam tubuh memproduksi sel darah putih baru untuk melawan infeksi.
Mereka menyebutkan bahwa puasa sebagai ‘pembalik sakelar regeneratif’ yang mendorong sel induk menciptakan sel darah putih baru. Penciptaan sel darah putih baru inilah yang mendasari regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh.
Menurut penelitian tersebut, tubuh akan menyingkirkan bagian-bagian dari sistem yang mungkin rusak, tua atau tidak efisien selama berpuasa.
Berpuasa secara berkelanjutan, seperti di bulan Ramadhan, atau puasa sunnah lainnya akan memaksa tubuh menggunakan cadangan glukosa dan lemak. Tidak saja membuat cadangan lemak terpakai, tapi puasa juga menganti sel darah putih yang lama. Hal ini tentu saja memicu regenerasi sel induk untuk membuat sel sistem kekebalan tubuh baru.
Kalaupun ada hasil penelitian lain, seperti yang dipublikasikan jurnal Frontiers in Immunology pada November 2017, yang menyebut bahwa puasa Ramadhan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, itu pun pengurangannya tidak signifikan dan tidak mempengaruhi kesehatan. (*/Sumber: dream.co)
