Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MUSLIMAH

Ayah-Ibu, Jangan Dimarahi, Begini Cara Mengatasi Balita yang Suka Memukul

AsSAJIDIN.COM — Sontak saya kaget karena lumayan sakit pukulan yang mendarat diwajah. “Aduh kak jangan pukul mama, sakit. Malah dia senyum – senyum. Saya pikir sudah selesai. Ternyata, sebuah pukulan mendarat lagi di kepala. Sontak saya teriak, karena sakit.

Tadinya mau marah dan memukul anak saya yang baru berusia 5 tahun itu, agar dia tahu dipukul itu sakit. Tapi saya urungkan niat itu dan mencoba strategi lain.

Saya pura-pura menangis sambil menutup wajah dan merengek kesakitan. Duh sakit kak, saya intip si kakak mulai panik.
Mama, ma mamakatanya menarik tangan saya. Saya tak bergeming. Malah dia lanjut cium dan peluk saya yang masih menangis, akhirnya dia juga ikut menangis.

Lihat Juga :  Es Mambo, Kudapan Selingan Sehat Buat Anak di Atas 1 Tahun

Mama juga mengalami hal yang sama? Kadang kita bingung menghadapi anak yang suka memukul. Sebagai orang tua kadang sampai ikut marah, atau refleks memukul anak dan merasa gagal karena tidak bisa mengajari anak dengan baik.

Hal seperti itu bukan salah mama. Apalagi anak masih usia balita, mereka memang ada fasenya untuk memukul, menjerit, menendang, menggigit dan tantrum.

Alasan terbesar anak memukul adalah kesal dan marah. Tetapi balita belum bisa mengungkapkan perasaan mereka dengan baik. Akhirnya ia makin frustasi, ditambah orang tua atau pengasuh tidak mengerti yang diinginkannya. Jadilah ia memukul

Alasan lain seperti kasus diatas karena anak ingin coba-coba, mungkin baginya memukul itu lucu. Tapi ternyata tidak.
Balita juga ingin mengetes sejauh mana ia boleh dan tidak bila melakukan sesuatu.
Bisa juga alasan seorang anak memukul karena ia berusaha mempertahankan hak miliknya karena temannya ingin mengambil mainannya.

Lihat Juga :  Muslimah Tangguh, Berjuang Sendiri Tanpa Sosok Suami, Bella Yakin Bisa Membahagiakan Anaknya

Atau karena balita melihat orang tua atau pengasuhnya yang suka memukul jadi anak menganggap hal itu lumrah.

Balita, belum paham kalau memukul itu hal yang buruk. Mereka belum bisa mengendalikan, mengontrol emosinya. Sehingga ia bereaksi sesuai apa yang ia rasakan.
Tugas kita sebagai orang dewasa adalah mengarahkan bukan menyalahkan. (*/sumber: FB Grup Dr Aisyah Dahlan Parenting)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button