SYARIAH

Mengkafani Jenazah, Berapa Helai Kain Kafan yang Diperlukan?

AsSAJIDIN.COM — Mengurus jenazah perlu pengetahuan dan ilmu agar sesuai dengan syariat Islam. Di masyarakat, biasanya mengurus jenazah ada petugasnya khusus. Namun dianjurkan bagi keluarga dapat mengetahui bagaimana aturan dalam mengurus jenazah hingga mengantarkannya ke liang lahat.

Tugas mengafani dilakukan setelah mayat dimandikan. Tujuan dari mengafani ini adalah untuk menunjukan bahwa manusia adalah makluk yang paling mulia. Sehingga ketika mati pun diatur proses penguburannya oleh syariat. Hal ini tentu berbeda dengan makhluk lainnya.

Dianjurkan menggunakan kain putih yang tidak berjahit pada saat mengafani. Ukurannya tentu disesuaikan dengan tinggi tubuh mayat. Sebagian orang seringkali bingung soal berapa helai kain kafan yang dibutuhkan?

Lihat Juga :  Bacaan Niat Zakat Fitrah Beserta Tata Caranya

Dalam Taqrirat al-Sadidah karya Hasan bin Ahmad al-Kaf disebutkan bahwa minimal kain kafan adalah satu helai kain yang bisa menutupi seluruh tubuh, baik laki-laki ataupun perempuan. Pilihan ini bisa dilakukan bila dalam kondisi dharurat di mana kain susah ditemukan dan jarang. Maka dalam situasi itu, cukup mengafani mayat dengan satu helai kain saja.

Akan tetapi, dalam situasi normal, di anjurkan mengafani mayat dengan tiga helai kain, baik laki-laki ataupun perempuan. Rinciannya, kalau mayatnya laki-laki boleh langsung mengafaninya dengan tiga helai kain langsung. Tapi kalau perempuan, dianjurkan satu helai kain digunakan untuk sarung, baju, dan kerudung.

Lihat Juga :  5 Hal yang Perlu Diketahui Saat Ingin Meng-qadha Puasa Ramadhan

Dengan demikian, laki-laki dan perempuan cukup dikafani dengan satu helai kain kafan yang menutupi tubuh bila situasi sulit menemukan kain kafan. Kalau dalam situasi normal, lebih baik menggunakan tiga helai kain kafan, baik untuk laki-laki ataupun perempuan. (*/sumber: harakahislamiyah.com)

Back to top button