Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Serba-serbi Surat Al-Kahfi

AsSAJIDIN.COM — Dalam Al-Qur’an terdapat beberapa kisah. Semua kisah tersebut adalah nyata, benar-benar pernah terjadi, bukan dongeng dan memberikan faedah untuk kita. Allah Ta’ala berfirman:
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, (Yusuf: 111)
Dalam ayat lain

لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir” (Al A’raf: 176)

Oleh karena itu ketika membaca ayat ayat Al-Qur’an yang menceritakan kisah-kisah, kita berusaha berpikir apa faedah yang bisa diambil dari kisah tersebut.

Ada empat kisah yang disebutkan dalam surat Al-Kahfi. Semua kisah tersebut memberikan faedah kepada kita tentang fitnah (ujian) dan solusinya. Di awal surat Allah berfirman:

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى ٱلْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. (Al Kahfi: 7)

Lihat Juga :  Cipika Cipiki Kapan Boleh dan tidak Boleh Dilakukan Menurut Islam?

Setelah itu Allah menceritakan empat kisah dalam surat ini. Kisah pertama adalah Ashhabul Kahfi, yaitu kisah beberapa pemuda yang menghadapi ujian keadaan masyarakat di suatu negeri yang bergelimang kesyirikan. Dan solusi dari problematika tersebut adalah mengasingkan diri, yaitu Allah perintahkan mereka bersembunyi di sebuah gua sehingga iman mereka bisa terselamatkan. Kisah kedua adalah pemilik kebun yang mereka kufur kepada Allah.

Harta yang diberikan Allah kepada mereka tidak menjadikan bersyukur. Allah sebutkan kisah ini sebagai pelajaran sekaligus solusi bagi ujian harta. Kisah ketiga adalah ujian ilmu yaitu ketika Nabiyullah Musa alaihis salam berkhutbah di hadapan Bani Israil. Beliau alaihis salam berkhutbah dengan khutbah yang memukau. Demikian memukaunya beliau berkhutbah sampai-sampai salah satu kaumnya bertanya, “Adakah orang yang lebih alim dari engkau?

” Maka Nabi Musa alaihis salam menjawab sesuai dengan ilmu yang beliau miliki dan tidak bermaksud untuk sombong “Tidak ada yang lebih alim daripada aku”. Maka Allah menegur Nabi Musa alaihis salam, dan menyuruh untuk menemui Nabi Khadhir alaihis salam. Allah jelaskan dalam kisah ini bagaimana Nabiyullah Musa alaihis salam walaupun sudah diangkat sebagai Nabi namun tetap diperintahkan menuntut ilmu. Nabi Musa alaihis salam melakukan perjalanan jauh untuk bertemu Nabi Khadhir alaihis salam dalam rangka menuntut ilmu.

Lihat Juga :  Heboh Ramalan Tsunami Besar Bakal Landa Indonesia, Ini Kata BMKG

Dan kisah ke empat Allah sebutkan tentang kisah jabatan. Ada seorang hamba yang mulia memiliki kekuasaan sebagai raja, memilki harta dan semua itu menjadikannya bersyukur dan bertakwa kepada Allah, dan menjadikan anugerah Allah tersebut untuk kebaikan. Semua itu menjadikan beliau salah satu wali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Banyak manusia terfitnah dengan jabatan dan harta, maka Allah kisahkan Dzul Qarnain sebagai contoh sosok manusia yang tidak terfitnah dengan kedua hal tersebut. Jum’at waktunya Al Kahfian, sekalian juga tadabburan. Zadanallah ilman nafi’. (*/sumber: Dinukil dari Kajian Ilmiah Ustadz Dr. Firanda Andirja hafizhahullah berjudul Mendulang Faedah dari Kisah Dzul Qarnain)

Back to top button