Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

LENTERA

Kiat Menumbuhkan Minat Baca pada Anak

AsSAJIDIN.COM — Pada Maret 2016 lalu, Central Connecticut State Univesity pernah merilis riset bertajuk “World’s Most Literate Nations Ranked.” Hasilnya, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa. UNESCOpun pernah merilis hasil riset, bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca!

Tentu ini sangat memprihatikan. Karena seperti yang kita tahu, membaca memiliki banyak manfaat baik bagi orang dewasa dan terlebih lagi untuk anak – anak. Beberapa manfaat membaca bagi anak – anak diantaranya adalah menambah kosakata anak, meningkatkan keterampilan komunikasi, melatih konsentrasi dan kemampuan berpikir logis, mengembangkan imajinasi dan kreativitas serta meningkatkan prestasi akademik mereka. Selain itu, apabila kita memilihkan bahan bacaan yang tepar pada anak membaca bisa menjadi sarana yang tepat untuk menanamkan ajaran nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakat.

Beberapa hal bisa menjadi penyebab rendahnya minat baca pada anak ini terjadi. Misalnya, karena dari lingkungan terdekatnya bukanlah lingkungan yang dekat dengan budaya baca baik orang tua, saudara yang lebih tua ataupun lingkaran pertemanannya. Selain itu, stok buku yang tersedia di perpustakaan juga bukan merupakan buku yang menarik untuk dibaca. Sering kali, stok buku yang tersedia di perpustakaan baik sekolah ataupun daerah adalah buku terbitan 10 bahkan 20 tahun lalu, dan minim sekali buku populer terbitan terbaru.

Selain itu, perkembangan teknologi yang semakin maju seperti sekarang menghadirkan efek buruk yang tidak bisa dihindari. Acap kali kita perhatikan anak – anak usia dini sudah aktif bermain smartphone, bahkan beberapa diantaranya sudah dibelikan orang tuanya smartphone pribadi. Namun sayangnya, pemberian smartphone pribadi kepada anak ini tidak diimbangi dengan pembimbingan dan pendampingan yang cukup dari orang tua, sehingga acap kali kita perhatikan smartphone yang dimiliki anak hanya digunakan untuk bermain sosial media, bermain game online, serta menonton video yang tidak memiliki nilai edukasi.

Lihat Juga :  Begini Cara Agar Anak Bisa Bangun dan Shalat Subuh

Hal inipun bisa terlihat dari hasil riset yang dibuat perusahaan media asal Inggris We Are Social bekerja sama dengan Hootsuite merilis laporan bertajuk “Digital 2021 : The Latest Insight Inti The State of Digital” pada 11 Februari 2021 ini. Riset ini berisi mengenai pola pemakaian media sosial di sejumlah negara termasuk di Indonesia, yang memaparkan bahwa rata – rata orang Indonesia termasuk anak – anak menghabiskan tiga jam 14 menit untuk mengakses media sosial dan 8 jam bermain internet secara umum.

Sejatinya, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk menumbuhkan minat baca pada anak. Salah satunya adalah mengajak anak – anak bermain terlebih dahulu sebelum mengajak mereka membaca agar perasaan mereka gembira.

Lalu, kita sebagai orang dewasa baik orang tua, guru ataupun peran lainnya bisa bertanya pada anak – anak topik apa yang mereka suka, lalu kita pilihkan buku sesuai topik kesukaan mereka. Jangan lupa, usahakan buku yang dipilih adalah buku yang menarik untuk anak – anak, misalnya buku yang banyak gambarnya, penuh warna atau bahkan memiliki pop up seperti yang banyak beredar belakangan ini.

Lihat Juga :  Wahai Kaum Wanita, Ini Empat Kunci Agar Kalian Bisa Meraih Surga-Nya

Tidak lupa kita juga bisa memberikan motivasi dan menceritakan manfaat serta seberapa menyenangkannya membaca secara konsisten, karena tentu mengubah kebiasaan anak – anak tidak cukup dilakukan hanya dalam waktu singkat, terlebih apabila mereka belum memiliki kebiasaan membaca sebelumnya.

Beberapa cara yang lebih kreatif juga bisa dilakukan, misalnya dengan menceritakan atau mendongengkan isi buku kepada anak – anak terlebih dahulu, tapi ceritanya tidak diceritakan sampai selesai agar anak – anak penasaran dan mencari jawaban sendiri di buku cerita tersebut.

Atau guru dan pihak sekolah bisa juga mengagendakan waktu khusus untuk anak – anak membaca bersama, lalu anak diminta bergantian menceritakan isi buku atau guru membuat games atau kuis tanya jawab dan diberikan apresiasi kepada siswa yang berhasil memenangkan games tersebut.

Bahkan bila memungkinkan, saat class meeting diadakan lomba yang berkaitan dengan kegiatan membaca agar anak – anak semakin bertumbuh minat membacanya serta menumbuhkan kepercayaan diri di diri mereka.

Namun, rasanya tidak ada cara paling efektif untuk membuat anak hobi membaca selain memberikan contoh di lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga. Karena akan sulit meminta anak untuk menyukai membaca, apabila di rumah yang dilihatnya orang tua dan saudaranya yang lebih tua mencari kesenangan melalui bermain game online dan scroll sosial media, serta menonton siaran tidak bermutu di layar kaca.

Semoga saja, kelak akan ditemukan solusi agar generasi muda kita tak hanya asyik dengan layar ponsel genggamnya, namun juga asyik dengan buku seiring meningkatnya minat baca.

 

Penulis : Muhammad Reza Ramadhan (Co Founder Program Palembang Bisa Membaca dari Komunitas Sriwijaya Menginspirasi)

Kontak : 085155435911 (Whatsapp), @kakrezakuuu (instagram)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button