Hidup Berumah Tangga, Begini Cara Atur Perencanaan dan Pengelolaan Keluarga

ASSAJIDIN.COM — Dalam membangun rumah tangga tentunya diharapkan mendapatkan kenyamanan dan ketentraman. Kenyamanan yang didapat salah satunya dengan pintar mengelola keuangan dalam keluarga.
Obrolan Seputar Islam Episode 79 menghadirkan pembicaraan bertema Perencanaan Pengelolaan Keuangan Keluarga, dalam livestreaming Bimas Islam TV, Kamis (23/21).
Menurut Kepala Subbagian Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK, Nizhomy Rahman mengatakan hal paling sulit dalam mengatur perencanaan keuangan ialah mencari uang itu sendiri serta perencanaan keuangan juga bersifat personal.
akan tetapi meskipun bersifat personal, Ada beberapa tips yang diperlukan untuk merencanakan keuangan serta bagaimana kita mengoptimalkan apa yang dipunya.
Dalam Al Quran Surah Ah Hasr ayat 18 “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperlihatkan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Proses pencapaian tujuan keuangan yang komprehensif dan terstruktur sesuai dengan prinsip dan kaidah Syariah.
1. Mencatat
Ketika setiap bulannya penghasilan yang kita dapat perlu di catat pengeluarandan pemasukan.
“Pengeluaran sekecil misalkan biaya parkir pun perlu dicatat dan kita harus detail semuanya di catat,”katanya.
2. Evaluasi
Selanjutnya, bagi pasangan setelah melihat pengeluaran dan pemasukan. Hal diperlukan yaitu evaluasi, akan terlihat skala prioritas atau hal yang mubazir dan di diskusikan bersama pasangan.
“Misal kita ada rencana 5 tahun kedepan akan ada biaya pendidikan anak. hal itu di fikirkan agat tercapai tujuan yang diinginkan,”katanya.
Jika kita merencanakan keuangan, terdapat piramida perencanaan keuangan. Pertama yaitu keamanan keuangan seperti cash flow, dana darurat, dan pinjaman. “Lalu juga ada manajemen risiko seperti asuransi kesehatan, penyakit kritis, jiwa, asuransi umum, jika keamanan keuangan sudah terpenuhi maka kita akan naik ke step selanjutnya,”katanya.
Kedua kenyamanan keuangan seperti merencanakan tujuan keuangan dan rencana pensiun (membeli rumah, pendidikan anak, dana liburan dan lainnya). “Dari banyak kasus perceraian itu didominasi oleh keadaan ekonomi keuangan, jika keuangannya nyaman maka kehidupan rumah tangga juga akan nyaman,”katanya.
Ia menyarankan bagi pasangan yang sudah membangun rumah tangga agar mempersiapkan dana darurat. Dana darurat khusus digunakan untuk menghadapi berbagai kondisi tak terduga, misal kecelakaan atau phk. Besar darurat bisa dihitung daei jumlah pengeluaran bulanan.
“Contoh idealnya seperti pengeluaran bulanan 3 juta jika tanggungan single maka dikali 3 yaitu jumlah dana darurat menjadi 9 juta,”katanya.
Untuk proteksi diri dilakukan dari sekarang seperti menggunakan asuransi. Asuransi memberikan ganti rugi keoada tertanggung jika terjadi kerusakan, kecelakaan atauoun kerugian. “Jangan sampai saat kita sakit malah makin pusing memikirkan biaya pengobatan yang membengkak, Namun harus kembali difikirkan bahwa butuh dan mampukah kita menggunakan asuransi,”katanya.
Kemudian, melakukan menabung dan investasi perlu diterapkan. sebelumnya, menabung adalah menyisihkan uang untuk kebutuhan jangka pendek mauoun dana darurat serta dapat diambil kapan saja, imbal hasil pasti dan relatif rendah serta resiko rendah. Sedangkan investasi adalah mengembangkanuang yang dimiliki untuk mendapatkankeuntungan, memerlukan waktu untuk dicairkan, High risk high return, resiko kerugian sebanding dengan imbal hasil yang diharapkan.
“Namun, bagi yang ingin berinvestasi tentunya harus memastikan legalitas perusahaannya telah berizin dan diawasi ojk serta pastikan imbal hasil atau bunga yang diberikan logis yaitu besarnya masih wajar serta diinformasikan secara transparan dna jelas,”katanya.(*/sumber: tri jumartini)
