Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Pemprov Sumsel Terus Berupaya Meningkatkan Produk Ber-SNI

ASSAJIDIN.COM -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) akan terus berupaya untuk meningkatkan Produk yang memiliki standar. Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, SA Supriono saat diwawancarai di Kantor Pemprov Sumsel, Kamis (23/12/2021).

Supriono mengatakan, Pemprov Sumsel terus berupaya menambah jumlah produk yang memiliki standar. Saat ini, baru ada 28 produk yang ber-SNI (standar nasional Indonesia). Upaya meningkatkannya dilakukan dengan mengumpulkan hampir seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dari Pemprov sumsel. “Banyak produk kita yang belum SNI. Tahun depan hari bulan mutu nasional (BMN) akan dilakukan di Sumsel sehingga kita berharap banyak produk kita yang bisa distandarisasi,” katanya

Lihat Juga :  Wajib Pajak Diteror

Lanjutnya, mitra kerja OPD diharapkan bisa mengajukan berbagai produknya menjadi SNI. “Dengan begitu, produk dan layanan yang dihasilkan berstandar dan memiliki mutu serta mampi bersaing dengan lainnya,” ujar Supriono

Supriono menjelaskan, Badan StandarisasI Nasional (BSN) yang hanya ada di lima kota di Indonesia, salah satunya di Sumsel, akan memulai BMN pada Februari nanti. Puncaknya pada November. “Nanti BSN akan menilai produk yang kita ajukan, baik dari mitra kerja OPD masing-masing, seperti universitas, UMKM atau la8nnya supaya terstandar,” jelasnya

Lebih lanjut diungkapkannya, akan ada 17 dinas dengan berbagai mitranya yang akan mengajukan produknya menjadi SNI. “Saat ini baru ada 28 produk yang SNI, kita belum tahu tahun depan akan berapa banyak karena masih berjalan. Tapi akan banyak yang mengajukan,” ungkap Supriono

Lihat Juga :  Mahasiswa STISIPOL Candradimuka Didorong Jadi Pengusaha

Supriono menambahkan, BSN nanti akan disosialisasikan agar banyak pemilik usaha yang melakukan standarisasi. “SNI menjadi standarisasi bagi pengembangan usaja. BSN juga berafiliasi dengan ISO, sehingga membuat orang tak ragu untuk membeli produknya, memakai jasa pelayanan yang disediakan dan lainnua. Diibaratkan, orang mau membeli suatu produk sudah ada harganya,” katanya (MN)

Back to top button