Peluang dan Tantangan Kajian Islam Melayu di Masa Pandemi

ASSAJIDIN.COM — UIN Raden Fatah Palembang melaksanakan Internasional Seminar the 7th ISSHMIC 2021 Study of Malay Islam During Covid-19 Pandemic, melalui zoom meeting, Selasa (9/11/2021).
Seminar internasional ini dihadiri diantaranya Prof Muhadjir Effendi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof DR Nyayu Khodijah M.Si., dan Dr Azhar Ibrahim dari National University Singapore.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof DR Nyayu Khodijah M.Si., mengatakan, UIN berkolaborasi dengan akademisi untuk membahas kajian Islam Melayu di masa pandemi Covid-19, tantangan dan peluangnya.
Ia menyoroti soal dampak yang terjadi di masa pandemi ini. Pandemi menjadi tantangan untuk semua sektor tidak hanya pendidikan saja.
“Pandemi sudah berlangsung sejak 2020 dan sangat memberikan dampak yang sangat luas tidak hanya untuk cara memberikan pendidikan juga mental pelajar dan pengajar, termasuk juga keluarga,” katanya.
Prof Muhadjir Effendi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, mengapresiasi diadakannya Study of Malay Islam During Covid-19 Pandemic: Opportunities and Challenges ini.
Di Indonesia, Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) menjadi pilihan agar edukasi tetap tersampaikan kepada pelajar. Tinggal bagaimana meningkatkan kualitas internet dan multimedia lainnya yang dibutuhkan.
“Pandemi menjadi tantangan untuk dunia pendidikan, karena pembelajaran tidak bisa dilakukan dengan tatap muka,” katanya.
Dr Azhar Ibrahim dari National University Singapore membahas Hegemonik, ensiklopedia dan pandemi, menata kembali studi otonom tentang dunia Melayu.
“Menata kembali studi otonom di dunia melayu ini berarti memikirkan kembali dan merumuskan kembali dalam cara kita mempelajari, meneliti, mengajar dan mempelajari masyarakat Islam Melayu,” katanya.
Dunia pendidikan, hendaknya menggunakan kesempatan ini untuk mengkaji kembali secara kritis. “Bagaimana pendekatan kita terhadap kajian tentang masyarakat, budaya dan institusi Islam Melayu,” katanya. (pitria)
