Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Akhlak Rasulullah ini Wajib Dicontoh Para Suami

ASSAJIDIN.COM — Mulianya akhlak Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dalam kehidupan tidak bisa dipungkiri lagi. Rasulullah adalah sosok yang sempurna, dan menjadi suri tauladan terbaik bagi umat muslim.

Ustadzah Cici Rafika S.Pd mengatakan,sempurnanya akhlak Rasulullah adalah dikarenakan setiap perbuatan beliau akan dibimbing oleh Wahyu.

“Oleh sebab itu tiada teladan yang terbaik bagi umat muslim, kecuali meneladani kehidupan Rasulullah termasuk teladan dalam kehidupan rumah tangga,” katanya, Rabu (27/10/2021).

Rasulullah adalah sosok suami yang romantis, penyayang, bertanggungjawab, pendidik terbaik bagi istri-istri dan anak-anaknya. Rasulullah bersikap tawadhu (rendah diri) di hadapan istri-istrinya, sampai-sampai Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam membantu istri-istrinya dalam menjalankan pekerjaan rumah tangga.

“Padahal sehari-harinya Nabi memiliki kesibukan dan mobilitas yang sangat tinggi menunaikan kewajiban menyampaikan risalah Allah Azza wa Jalla dan kesibukan mengatur kaum muslimin,” katanya.

Urwah bertanya kepada Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apa yang diperbuat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam jika ia bersamamu di rumah?”, Aisyah menjawab, “Ia melakukan seperti yang dilakukan salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sandalnya, menjahit bajunya, dan mengangkat air di ember.”

Lihat Juga :  One Day One Hadist : Sayangi Manusia, Maka Allah akan Menyayangimu

Rasulullah Saw selalu bersikap lembut dan tidak kasar pada istri-istrinya. Sebagaimana dituturkan Aisyah Ra. “Suamiku tidak pernah memukul istrinya meski hanya sekali,” (HR Nasa’i).

Dalam riwayat lain, dikisahkan Dari Anas bin Malik ia berkisah, “Suatu saat Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam di tempat salah seorang istrinya maka istrinya yang lain mengirim sepiring makanan. Maka istrinya yang sedang bersamanya ini memukul tangan pembantu sehingga jatuhlah piring dan pecah sehingga makanan berhamburan. Lalu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan pecahan piring tersebut dan mengumpulkan makanan yang tadinya di piring, beliau berkata, “Ibu kalian cemburu…”

Mashaa Allah, Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam sama sekali tidak marah akibat perbuatan istrinya yang menyebabkan pecahnya piring. Nabi tidak mengatakan, “Lihatlah! makanan berhamburan!!, ayo kumpul makanan yang berhamburan ini!. ini adalah perbuatan mubadzir!”

Lihat Juga :  Membina Keluarga dengan Ilmu dan Hikmah

Akan tetapi ia mendiamkan hal tersebut dan membereskan bahkan dengan rendah hati nabi langsung mengumpulkan pecahan piring dan mengumpulkan makanan yang berhamburan, padahal di sampingnya ada seorang pembantu.

Ibnu Hajar mengatakan, “Perkataan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, ‘ibu kalian cemburu’ adalah udzur dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam agar apa yang dilakukan istrinya tersebut tidak dicela. Rasulullah memaklumi bahwa sikap tersebut biasa terjadi di antara seorang istri dengan madunya karena cemburu. Rasa cemburu itu memang merupakan tabiat yang terdapat dalam diri (wanita) yang tidak mungkin untuk ditolak,”.

“Begitulah sebagian dari akhlak rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam dalam kehidupan berumah tangga. Akhlak rasulullah ini patutlah untuk di contoh oleh seluruh kaum muslimin, agar kehidupan dalam rumah tangga dapat menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah, warohmah. Allahu’alam bishowab,” kata Cici. (pitria)

Back to top button