Kadiknas Kota Palembang: Daring atau PTM Sama Saja tak Efektif
Belajar Secara Daring Ataupun Tatap Muka Dengan Prokes Dinilai Tidak Efektif
ASSAJIDIN.COM — Dibatalkannya belajar tatap muka 12 Juli 2021 mengharuskan para siswa kembali belajar dalam jaringan (Daring). Hal ini menjadi dilema tersendiri bagi para pendidik dan dinilai pembelajaran secara online sangat tidak efektif.
Sejak awal 2020, para siswa melakukan pembelajaran jarak jauh (PPJ) atau secara online. Hingga pertengahan 2021 ini belajar tatap muka dinilai belum memungkinkan bagi kesehatan para siswa mengingat angka kasus Covid-19 terus merangkak naik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto mengatakan, sebelumnya skema pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan telah dipersiapkan terutama beberapa sekolah SD dan SMP yang memang benar-benar telah siap.
“Hanya saja angka kasus Covid-19 di Kota Palembang yang belum menunjukkan perbaikan dan telah diambil kesimpulan dari berbagai pihak bahwa sekolah tetap muka kembali ditunda,” katanya, Selasa (6/7/2021).
Awalnya, sekolah telah dipersiapkan pertingkat hanya dua kali dalam satu minggu. Misalnya saja, untuk SMP Kelas 1 masuk kelas hari Senin dan Rabu, Selasa dan Jumat Kelas 2, Kamis dan Sabtu Kelas 3. Ini pun dibagi dengan shif yang sangat ketat. Dalam satu hari dibagi tiga shif, dengan waktu belajar hanya 2 jam.
Zulinto mengatakan, belajar dengan sistem daring maupun tatap muka dengan protokol kesehatan ketat bisa dikatakan tidak efektif. Sebab, hanya pelajaran yang esensial saja yang akan diajarkan oleh para guru.
“Saya rasa ini tidak efektif. Sedangkan dengan jam belajar full saja kadang tidak begitu efektif, apalagi dengan sistem daring,” katanya.
Hingga saat ini siswa masih belajar di rumah dan harus didampingi oleh para orang tua. Salah satunya Robiah. Ibu dari siswa kelas 4 SD ini mengaku belajar tatap muka dan online itu sangat berbeda. Tidak hanya harus sabar tapi juga sang ibu harus bisa menjelaskan saat anak merasa kebingungan.
Ia menilai, PPJ menjadi kurang maksimal dan ia berharap kondisi normal kembali sehingga anak-anak bisa belajar dengan orang yang memiliki kemampuan mumpuni. “Kalau guru yang membidangi yang mengajar kan pas, saya membantu mengajarkan sedikit-sedikit dan kadang anak malah kurang paham kalau saya yang jelaskan,” katanya. (pitria)
