Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

SYARIAH

Harta Haram, ini Tujuh Dampak Buruknya dalam Kehidupan

ASSAJIDIN.COM — Mencari rezeki adalah sunnatullahnya manusia di muka bumi. Hanya saja masing masing orang memiliki jalan dan cara yang berbeda beda. Itu makanya Allah memberikan rahmatnya kepada makhluk dengan cara dan jumlah yang berbeda beda pula.

Allah telah menurunkan Alquran untuk pedoman manusia. Di dalamnya ada petunjuk bagaimana menjadi manusia bertakwa termasuk masalah rezwki. Ramhu rambunya sangat rinci dijelaskan. Carilah rezwki dengan cara yang halal.

Namun tak sedikit manusia berpaling dri Alquran. Bahkan mencari rezeki dan harta dengan cara haram. Misal, mencuri, mengambil hak orang lain, korupsi dll.

Kita diperintahkan untuk memakan yang halal dan menjauhi yang haram sebagaimana dalam doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ā€˜alaihi wa sallam,

Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡ŁŁ…ŁŽŁ‘ Ų§ŁƒŁ’ŁŁŁ†ŁŠ ŲØŁŲ­ŁŽŁ„Ų§ŁŽŁ„ŁŁƒŁŽ Ų¹ŁŽŁ†Ł’ Ų­ŁŽŲ±ŁŽŲ§Ł…ŁŁƒŁŽ ، ŁˆŁŽŲ£ŁŽŲŗŁ’Ł†ŁŁ†ŁŁŠ ŲØŁŁŁŽŲ¶Ł’Ł„ŁŁƒŁŽ Ų¹ŁŽŁ…ŁŽŁ‘Ł†Ł’ Ų³ŁŁˆŁŽŲ§ŁƒŁŽ

ā€œYa Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.ā€ (HR. Tirmidzi, no. 3563; Ahmad, 1:153; dan Al-Hakim, 1:538.

Hadits ini dinilai hasan menurut At-Tirmidzi. Syaikh Salim bin ā€˜Ied Al-Hilaliy menyetujui hasannya hadits ini sebagaimana dalam Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin, 2:509-510).

Dan ingat rezeki yang halal walau sedikit itu pasti lebih berkah. Abul ā€˜Abbas Ahmad bin ā€˜Abdul Halim bin Taimiyyah Al-Harrani (661-728 H) rahimahullah pernah berkata,

ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ł‚ŁŽŁ„ŁŁŠŁ„Ł مِنْ Ų§Ł„Ł’Ų­ŁŽŁ„ŁŽŲ§Ł„Ł ŁŠŁŲØŁŽŲ§Ų±ŁŽŁƒŁ ŁŁŁŠŁ‡Ł ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ų­ŁŽŲ±ŁŽŲ§Ł…Ł Ų§Ł„Ł’ŁƒŁŽŲ«ŁŁŠŲ±Ł ŁŠŁŽŲ°Ł’Ł‡ŁŽŲØŁ ŁˆŁŽŁŠŁŽŁ…Ł’Ų­ŁŽŁ‚ŁŁ‡Ł Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł ŲŖŁŽŲ¹ŁŽŲ§Ł„ŁŽŁ‰

ā€œSedikit dari yang halal itu lebih bawa berkah di dalamnya. Sedangkan yang haram yang jumlahnya banyak hanya cepat hilang dan Allah akan menghancurkannya.ā€ (Majmu’ah Al-Fatawa, 28:646)

Dalam mencari rezeki, kebanyakan kita mencarinya asalkan dapat, namun tidak peduli halal dan haramnya. Nabi shallallahu ā€˜alaihi wa sallam jauh-jauh hari sudah mengatakan,

Ł„ŁŽŁŠŁŽŲ£Ł’ŲŖŁŁŠŁŽŁ†ŁŽŁ‘ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ł†ŁŽŁ‘Ų§Ų³Ł Ų²ŁŽŁ…ŁŽŲ§Ł†ŁŒ Ł„Ų§ŁŽ ŁŠŁŲØŁŽŲ§Ł„ŁŁ‰ Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŽŲ±Ł’Ų”Ł ŲØŁŁ…ŁŽŲ§ Ų£ŁŽŲ®ŁŽŲ°ŁŽ Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŽŲ§Ł„ŁŽ ، Ų£ŁŽŁ…ŁŁ†Ł’ Ų­ŁŽŁ„Ų§ŁŽŁ„Ł Ų£ŁŽŁ…Ł’ مِنْ Ų­ŁŽŲ±ŁŽŲ§Ł…Ł

ā€œAkan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau yang haram.ā€ (HR. Bukhari no. 2083, dari Abu Hurairah radhiyallahu ā€˜anhu).

Akhirnya ada yang jadi budak dunia. Pokoknya dunia diperoleh tanpa pernah peduli aturan. Inilah mereka yang disebut dalam hadits,

ŲŖŁŽŲ¹ŁŲ³ŁŽ Ų¹ŁŽŲØŁ’ŲÆŁ Ų§Ł„ŲÆŁŁ‘ŁŠŁ†ŁŽŲ§Ų±Ł ŁˆŁŽŲ§Ł„ŲÆŁŁ‘Ų±Ł’Ł‡ŁŽŁ…Ł ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ł‚ŁŽŲ·ŁŁŠŁŁŽŲ©Ł ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ų®ŁŽŁ…ŁŁŠŲµŁŽŲ©Ł ، ؄ِنْ Ų£ŁŲ¹Ł’Ų·ŁŁ‰ŁŽ Ų±ŁŽŲ¶ŁŁ‰ŁŽ ، ŁˆŁŽŲ„ŁŁ†Ł’ Ł„ŁŽŁ…Ł’ ŁŠŁŲ¹Ł’Ų·ŁŽ Ł„ŁŽŁ…Ł’ ŁŠŁŽŲ±Ł’Ų¶ŁŽ

ā€œCelakalah wahai budak dinar, dirham, qothifah (pakaian yang memiliki beludru), khomishoh (pakaian berwarna hitam dan ada bintik-bintik merah). Jika ia diberi, maka ia rida. Jika ia tidak diberi, maka ia tidak rida.ā€ (HR. Bukhari, no. 2886, dari Abu Hurairah radhiyallahu ā€˜anhu).

Lantas Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

ŁˆŁŽŁ‡ŁŽŲ°ŁŽŲ§ Ł‡ŁŁˆŁŽ Ų¹ŁŽŲØŁ’ŲÆŁ Ł‡ŁŽŲ°ŁŁ‡Ł Ų§Ł„Ł’Ų£ŁŁ…ŁŁˆŲ±Ł ŁŁŽŁ„ŁŽŁˆŁ’ Ų·ŁŽŁ„ŁŽŲØŁŽŁ‡ŁŽŲ§ مِنْ Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł ŁŁŽŲ„ŁŁ†ŁŽŁ‘ Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡ŁŽ Ų„Ų°ŁŽŲ§ Ų£ŁŽŲ¹Ł’Ų·ŁŽŲ§Ł‡Ł Ų„ŁŠŁŽŁ‘Ų§Ł‡ŁŽŲ§ Ų±ŁŽŲ¶ŁŁŠŁŽ Ų› ŁˆŁŽŲ„ŁŲ°ŁŽŲ§ Ł…ŁŽŁ†ŁŽŲ¹ŁŽŁ‡Ł Ų„ŁŠŁŽŁ‘Ų§Ł‡ŁŽŲ§ Ų³ŁŽŲ®ŁŲ·ŁŽ ŁˆŁŽŲ„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ł…ŁŽŲ§ Ų¹ŁŽŲØŁ’ŲÆŁ Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł Ł…ŁŽŁ†Ł’ ŁŠŁŲ±Ł’Ų¶ŁŁŠŁ‡Ł Ł…ŁŽŲ§ ŁŠŁŲ±Ł’Ų¶ŁŁŠ Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡ŁŽ Ų› ŁˆŁŽŁŠŁŲ³Ł’Ų®ŁŲ·ŁŁ‡Ł Ł…ŁŽŲ§ ŁŠŁŲ³Ł’Ų®ŁŲ·Ł Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡ŁŽ Ų› ŁˆŁŽŁŠŁŲ­ŁŲØŁŁ‘ Ł…ŁŽŲ§ Ų£ŁŽŲ­ŁŽŲØŁŽŁ‘Ł‡Ł Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł ŁˆŁŽŲ±ŁŽŲ³ŁŁˆŁ„ŁŁ‡Ł ŁˆŁŽŁŠŁŲØŁ’ŲŗŁŲ¶Ł Ł…ŁŽŲ§ Ų£ŁŽŲØŁ’ŲŗŁŽŲ¶ŁŽŁ‡Ł Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł ŁˆŁŽŲ±ŁŽŲ³ŁŁˆŁ„ŁŁ‡Ł

ā€œInilah yang namanya budak harta-harta tadi. Jika ia memintanya dari Allah dan Allah memberinya, ia pun rida. Namun ketika Allah tidak memberinya, ia pun murka. ā€˜Abdullah (hamba Allah) adalah orang yang rida terhadap apa yang Allah ridai, dan ia murka terhadap apa yang Allah murkai, cinta terhadap apa yang Allah dan Rasul-nya cintai serta benci terhadap apa yang Allah dan Rasul-Nya benci.ā€ (Majmu’ah Al-Fatawa, 10:190)

Ada pula yang masih peka hatinya namun kurang mendalami halal dan haram. Yang kedua ini disuruh untuk belajar muamalah terkait hal halal dan haram.

ā€˜Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ā€˜anhu pernah mengatakan,

Ł…ŁŽŁ†Ł’ Ų§ŲŖŁŽŁ‘Ų¬ŁŽŲ±ŁŽ Ł‚ŁŽŲØŁ’Ł„ŁŽ Ų£ŁŽŁ†Ł’ ŁŠŁŽŲŖŁŽŁŁŽŁ‚ŁŽŁ‘Ł‡ŁŽ Ų§Ų±Ł’ŲŖŁŽŲ·ŁŽŁ…ŁŽ فِي Ų§Ł„Ų±ŁŁ‘ŲØŁŽŲ§ Ų«ŁŁ…ŁŽŁ‘ Ų§Ų±Ł’ŲŖŁŽŲ·ŁŽŁ…ŁŽ Ų«ŁŁ…ŁŽŁ‘ Ų§Ų±Ł’ŲŖŁŽŲ·ŁŽŁ…ŁŽ

ā€œBarangsiapa yang berdagang namun belum memahami ilmu agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam riba, kemudian dia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus.ā€

ā€˜Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ā€˜anhu juga mengatakan,

Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲŖŁŽŁ‘Ų¬ŁŲ±Ł’ فِي Ų³ŁŁˆŁ‚ŁŁ†ŁŽŲ§ Ų„Ł„ŁŽŁ‘Ų§ Ł…ŁŽŁ†Ł’ ŁŁŽŁ‚ŁŁ‡ŁŽ Ų£ŁŽŁƒŁ’Ł„ŁŽ Ų§Ł„Ų±ŁŁ‘ŲØŁŽŲ§

ā€œJanganlah seseorang berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk riba.ā€ (Lihat Mughni Al-Muhtaj, 6:310)

Kalau halal-haram tidak diperhatikan, dampak jeleknya begitu luar biasa. Kali ini kita akan lihat apa saja dampak dari harta haram.

Pertama: Memakan harta haram berarti mendurhakai Allah dan mengikuti langkah setan.
Dalam surah Al-Baqarah disebutkan,

ŁŠŁŽŲ§ Ų£ŁŽŁŠŁŁ‘Ł‡ŁŽŲ§ Ų§Ł„Ł†ŁŽŁ‘Ų§Ų³Ł ŁƒŁŁ„ŁŁˆŲ§ Ł…ŁŁ…ŁŽŁ‘Ų§ فِي Ų§Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ±Ł’Ų¶Ł Ų­ŁŽŁ„ŁŽŲ§Ł„Ł‹Ų§ Ų·ŁŽŁŠŁŁ‘ŲØŁ‹Ų§ ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŲŖŁŽŲŖŁŽŁ‘ŲØŁŲ¹ŁŁˆŲ§ Ų®ŁŲ·ŁŁˆŁŽŲ§ŲŖŁ Ų§Ł„Ų“ŁŽŁ‘ŁŠŁ’Ų·ŁŽŲ§Ł†Ł ۚ Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ł‡Ł Ł„ŁŽŁƒŁŁ…Ł’ Ų¹ŁŽŲÆŁŁˆŁŒŁ‘ Ł…ŁŲØŁŁŠŁ†ŁŒ

ā€œHai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.ā€ (QS. Al-Baqarah: 168)

Lihat Juga :  Rumah Makan ini Gelar Program Makan Gratis Senin Sampai Sabtu untuk Kaum Dhuafa

Disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Badai’ Al-Fawaid (3:381-385), ada beberapa langkah setan dalam menyesatkan manusia, jika langkah pertama tidak bisa, maka akan beralih pada langkah selanjutnya dan seterusnya:

Langkah pertama: Diajak pada kekafiran, kesyirikan, serta memusuhi Allah dan Rasul-Nya.

Langkah kedua: Diajak pada amalan yang tidak ada tuntunan (bidah).

Langkah ketiga: Diajak pada dosa besar (al-kabair).

Langkah keempat: Diajak dalam dosa kecil (ash-shaghair).

Langkah kelima: Disibukkan dengan perkara mubah (yang sifatnya boleh, tidak ada pahala dan tidak ada sanksi di dalamnya) hingga berlebihan.

Langkah keenam: Disibukkan dalam amalan yang kurang afdal, padahal ada amalan yang lebih afdal.

Kedua: Akan membuat kurang semangat dalam beramal saleh
Dalam ayat disebutkan,

ŁŠŁŽŲ§ Ų£ŁŽŁŠŁŁ‘Ł‡ŁŽŲ§ Ų§Ł„Ų±ŁŁ‘Ų³ŁŁ„Ł ŁƒŁŁ„ŁŁˆŲ§ Ł…ŁŁ†ŁŽ Ų§Ł„Ų·ŁŽŁ‘ŁŠŁŁ‘ŲØŁŽŲ§ŲŖŁ ŁˆŁŽŲ§Ų¹Ł’Ł…ŁŽŁ„ŁŁˆŲ§ ŲµŁŽŲ§Ł„ŁŲ­Ł‹Ų§ Ų„ŁŁ†ŁŁ‘ŁŠ ŲØŁŁ…ŁŽŲ§ ŲŖŁŽŲ¹Ł’Ł…ŁŽŁ„ŁŁˆŁ†ŁŽ Ų¹ŁŽŁ„ŁŁŠŁ…ŁŒ

ā€œHai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang thayyib (yang baik), dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.ā€ (QS. Al-Mu’minun: 51). Yang dimaksud dengan makan yang thayyib di sini adalah makan yang halal sebagaimana disebutkan oleh Sa’id bin Jubair dan Adh-Dhahak. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-ā€˜Azhim karya Ibnu Katsir, 5:462.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, ā€œAllah Ta’ala pada ayat ini memerintahkan para rasul ā€˜alaihimush sholaatu was salaam untuk memakan makanan yang halal dan beramal saleh. Penyandingan dua perintah ini adalah isyarat bahwa makanan halal adalah yang menyemangati melakukan amal saleh.ā€ (Tafsir Al-Qur’an Al-ā€˜Azhim, 5:462).

Ketiga: Memakan harta haram adalah kebiasaan buruk orang Yahudi.
Sebagaimana disebutkan dalam ayat,

ŁˆŁŽŲŖŁŽŲ±ŁŽŁ‰Ł° ŁƒŁŽŲ«ŁŁŠŲ±Ł‹Ų§ Ł…ŁŁ†Ł’Ł‡ŁŁ…Ł’ ŁŠŁŲ³ŁŽŲ§Ų±ŁŲ¹ŁŁˆŁ†ŁŽ فِي الْ؄ِثْمِ ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ų¹ŁŲÆŁ’ŁˆŁŽŲ§Ł†Ł ŁˆŁŽŲ£ŁŽŁƒŁ’Ł„ŁŁ‡ŁŁ…Ł Ų§Ł„Ų³ŁŁ‘Ų­Ł’ŲŖŁŽ ۚ Ł„ŁŽŲØŁŲ¦Ł’Ų³ŁŽ Ł…ŁŽŲ§ ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŁˆŲ§ ŁŠŁŽŲ¹Ł’Ł…ŁŽŁ„ŁŁˆŁ†ŁŽ

Ł„ŁŽŁˆŁ’Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŁ†Ł’Ł‡ŁŽŲ§Ł‡ŁŁ…Ł Ų§Ł„Ų±ŁŽŁ‘ŲØŁŽŁ‘Ų§Ł†ŁŁŠŁŁ‘ŁˆŁ†ŁŽ ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ­Ł’ŲØŁŽŲ§Ų±Ł Ų¹ŁŽŁ†Ł’ Ł‚ŁŽŁˆŁ’Ł„ŁŁ‡ŁŁ…Ł Ų§Ł„Ł’Ų„ŁŲ«Ł’Ł…ŁŽ ŁˆŁŽŲ£ŁŽŁƒŁ’Ł„ŁŁ‡ŁŁ…Ł Ų§Ł„Ų³ŁŁ‘Ų­Ł’ŲŖŁŽ ۚ Ł„ŁŽŲØŁŲ¦Ł’Ų³ŁŽ Ł…ŁŽŲ§ ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŁˆŲ§ ŁŠŁŽŲµŁ’Ł†ŁŽŲ¹ŁŁˆŁ†ŁŽ

ā€œDan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu. Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.ā€ (QS. Al-Maidah: 62-63)

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa rabbaniyyun adalah para ulama yang menjadi pelayan melayani rakyatnya. Sedangkan ahbar hanyalah sebagai ulama. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-ā€˜Azhim, 3:429.

Ayat berikut membicarakan kebiasaan Yahudi yang memakan riba,

ŁŁŽŲØŁŲøŁŁ„Ł’Ł…Ł Ł…ŁŁ†ŁŽ Ų§Ł„ŁŽŁ‘Ų°ŁŁŠŁ†ŁŽ Ł‡ŁŽŲ§ŲÆŁŁˆŲ§ Ų­ŁŽŲ±ŁŽŁ‘Ł…Ł’Ł†ŁŽŲ§ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡ŁŁ…Ł’ Ų·ŁŽŁŠŁŁ‘ŲØŁŽŲ§ŲŖŁ Ų£ŁŲ­ŁŁ„ŁŽŁ‘ŲŖŁ’ Ł„ŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁˆŁŽŲØŁŲµŁŽŲÆŁŁ‘Ł‡ŁŁ…Ł’ Ų¹ŁŽŁ†Ł’ Ų³ŁŽŲØŁŁŠŁ„Ł Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł ŁƒŁŽŲ«ŁŁŠŲ±Ł‹, ŁˆŁŽŲ£ŁŽŲ®Ł’Ų°ŁŁ‡ŁŁ…Ł Ų§Ł„Ų±ŁŁ‘ŲØŁŽŲ§ ŁˆŁŽŁ‚ŁŽŲÆŁ’ Ł†ŁŁ‡ŁŁˆŲ§ Ų¹ŁŽŁ†Ł’Ł‡Ł ŁˆŁŽŲ£ŁŽŁƒŁ’Ł„ŁŁ‡ŁŁ…Ł’ Ų£ŁŽŁ…Ł’ŁˆŁŽŲ§Ł„ŁŽ Ų§Ł„Ł†ŁŽŁ‘Ų§Ų³Ł ŲØŁŲ§Ł„Ł’ŲØŁŽŲ§Ų·ŁŁ„Ł ۚ ŁˆŁŽŲ£ŁŽŲ¹Ł’ŲŖŁŽŲÆŁ’Ł†ŁŽŲ§ Ł„ŁŁ„Ł’ŁƒŁŽŲ§ŁŁŲ±ŁŁŠŁ†ŁŽ Ł…ŁŁ†Ł’Ł‡ŁŁ…Ł’ Ų¹ŁŽŲ°ŁŽŲ§ŲØŁ‹Ų§ Ų£ŁŽŁ„ŁŁŠŁ…Ł‹Ų§

ā€œMaka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan disebabkan mereka memakan riba, Padahal Sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.ā€ (QS. An-Nisaa’: 160-161)

Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah telah melarang riba pada kaum Yahudi, namun mereka menerjangnya dan mereka memakan riba tersebut. Mereka pun melakukan pengelabuan untuk bisa menerjang riba. Itulah yang dilakukan mereka memakan harta manusia dengan cara yang batil. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-ā€˜Azhim, 3:273).

Siapa yang mengambil riba bahkan melakukan tipu daya dan akal-akalan supaya riba itu menjadi halal, berarti ia telah mengikuti jejak kaum Yahudi. Dan inilah yang sudah diisyaratkan oleh Nabi shallallahu ā€˜alaihi wa sallam.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ā€˜anhu, Nabi shallallahu ā€˜alaihi wa sallam bersabda,

Ł„Ų§ŁŽ ŲŖŁŽŁ‚ŁŁˆŁ…Ł Ų§Ł„Ų³ŁŽŁ‘Ų§Ų¹ŁŽŲ©Ł Ų­ŁŽŲŖŁŽŁ‘Ł‰ ŲŖŁŽŲ£Ł’Ų®ŁŲ°ŁŽ Ų£ŁŁ…ŁŽŁ‘ŲŖŁŁ‰ ŲØŁŲ£ŁŽŲ®Ł’Ų°Ł Ų§Ł„Ł’Ł‚ŁŲ±ŁŁˆŁ†Ł Ł‚ŁŽŲØŁ’Ł„ŁŽŁ‡ŁŽŲ§ ، ِؓبْرًا ŲØŁŲ“ŁŲØŁ’Ų±Ł ŁˆŁŽŲ°ŁŲ±ŁŽŲ§Ų¹Ł‹Ų§ ŲØŁŲ°ŁŲ±ŁŽŲ§Ų¹Ł . ŁŁŽŁ‚ŁŁŠŁ„ŁŽ ŁŠŁŽŲ§ Ų±ŁŽŲ³ŁŁˆŁ„ŁŽ Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł ŁƒŁŽŁŁŽŲ§Ų±ŁŲ³ŁŽ ŁˆŁŽŲ§Ł„Ų±ŁŁ‘ŁˆŁ…Ł . ŁŁŽŁ‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ ŁˆŁŽŁ…ŁŽŁ†Ł Ų§Ł„Ł†ŁŽŁ‘Ų§Ų³Ł Ų„ŁŁ„Ų§ŁŽŁ‘ Ų£ŁŁˆŁ„ŁŽŲ¦ŁŁƒŁŽ

ā€œKiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.ā€ Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah shallallahu ā€˜alaihi wa sallam, ā€œApakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?ā€ Beliau menjawab, ā€œSelain mereka, lantas siapa lagi?ā€ (HR. Bukhari, no. 7319)

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ā€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ā€˜alaihi wa sallam bersabda,

Ł„ŁŽŲŖŁŽŲŖŁŽŁ‘ŲØŁŲ¹ŁŁ†ŁŽŁ‘ Ų³ŁŽŁ†ŁŽŁ†ŁŽ Ų§Ł„ŁŽŁ‘Ų°ŁŁŠŁ†ŁŽ مِنْ Ł‚ŁŽŲØŁ’Ł„ŁŁƒŁŁ…Ł’ ِؓبْرًا ŲØŁŲ“ŁŲØŁ’Ų±Ł ŁˆŁŽŲ°ŁŲ±ŁŽŲ§Ų¹Ł‹Ų§ ŲØŁŲ°ŁŲ±ŁŽŲ§Ų¹Ł Ų­ŁŽŲŖŁŽŁ‘Ł‰ Ł„ŁŽŁˆŁ’ ŲÆŁŽŲ®ŁŽŁ„ŁŁˆŲ§ فِى Ų¬ŁŲ­Ł’Ų±Ł Ų¶ŁŽŲØŁŁ‘ Ł„Ų§ŁŽŲŖŁŽŁ‘ŲØŁŽŲ¹Ł’ŲŖŁŁ…ŁŁˆŁ‡ŁŁ…Ł’ , Ł‚ŁŁ„Ł’Ł†ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ§ Ų±ŁŽŲ³ŁŁˆŁ„ŁŽ Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł Ų¢Ł„Ł’ŁŠŁŽŁ‡ŁŁˆŲÆŁŽ ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł†ŁŽŁ‘ŲµŁŽŲ§Ų±ŁŽŁ‰ Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ : ŁŁŽŁ…ŁŽŁ†Ł’

Lihat Juga :  Sholat Sunnat Wudhu, Tata Cara dan Keutamaannya

ā€œSungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.ā€ Kami (para sahabat) berkata, ā€œWahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?ā€ Beliau menjawab, ā€œLantas siapa lagi?ā€ (HR. Muslim, no. 2669).

Ibnu Taimiyah menjelaskan, tidak diragukan lagi bahwa umat Islam ada yang kelak akan mengikuti jejak Yahudi dan Nashrani dalam sebagian perkara. Lihat Majmu’ah Al-Fatawa, 27: 286.

Baca Juga: Faedah Sirah Nabi: Membangun Kabah dengan Harta Halal

Keempat: Badan yang tumbuh dari harta yang haram akan berhak disentuh api neraka.
Yang pernah dinasihati oleh Nabi shallallahu ā€˜alaihi wa sallam pada Ka’ab,

ŁŠŁŽŲ§ ŁƒŁŽŲ¹Ł’ŲØŁ ŲØŁ’Ł†ŁŽ Ų¹ŁŲ¬Ł’Ų±ŁŽŲ©ŁŽ Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ł‡Ł Ł„Ų§ŁŽ ŁŠŁŽŲ±Ł’ŲØŁŁˆ Ł„ŁŽŲ­Ł’Ł…ŁŒ Ł†ŁŽŲØŁŽŲŖŁŽ مِنْ Ų³ŁŲ­Ł’ŲŖŁ Ų„ŁŁ„Ų§ŁŽŁ‘ ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽŲŖŁ Ų§Ł„Ł†ŁŽŁ‘Ų§Ų±Ł Ų£ŁŽŁˆŁ’Ł„ŁŽŁ‰ بِهِ

ā€œWahai Ka’ab bin ā€˜Ujroh, sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka.ā€ (HR. Tirmidzi, no. 614. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Kelima: Doa sulit dikabulkan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ā€˜anhu, ia berkata, ā€œRasulullah shallallahu ā€˜alaihi wa sallam bersabda,

Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘ Ų§Ł„Ł„Ł‡ŁŽ Ų·ŁŽŁŠŁŁ‘ŲØŁŒ Ł„Ų§ŁŽ ŁŠŁŽŁ‚Ł’ŲØŁŽŁ„Ł Ų„ŁŁ„Ų§ŁŽŁ‘ Ų·ŁŽŁŠŁŁ‘ŲØŲ§Ł‹ŲŒ ŁˆŁŽŲ„ŁŁ†ŁŽŁ‘ Ų§Ł„Ł„Ł‡ŁŽ Ų£ŁŽŁ…ŁŽŲ±ŁŽ Ų§Ł„Ł…ŁŲ¤Ł’Ł…ŁŁ†ŁŁŠŁ’Ł†ŁŽ ŲØŁŁ…ŁŽŲ§ Ų£ŁŽŁ…ŁŽŲ±ŁŽ بِهِ Ų§Ł„Ł…ŁŲ±Ł’Ų³ŁŽŁ„ŁŁŠŁ’Ł†ŁŽ ŁŁŽŁ‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ {ŁŠŁŽŲ§ Ų£ŁŽŁŠŁŁ‘Ł‡ŁŽŲ§ Ų§Ł„Ų±ŁŁ‘Ų³ŁŁ„Ł ŁƒŁŁ„ŁŁˆŁ’Ų§ Ł…ŁŁ†ŁŽ Ų§Ł„Ų·ŁŽŁ‘ŁŠŁŁ‘ŲØŁŽŲ§ŲŖŁ ŁˆŁŽŲ§Ų¹Ł’Ł…ŁŽŁ„ŁŁˆŲ§ ŲµŁŽŲ§Ł„ŁŲ­Ł‹Ų§} ŁˆŁŽŁ‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ ŲŖŁŽŲ¹ŁŽŲ§Ł„ŁŽŁ‰ {ŁŠŁŽŲ§ Ų£ŁŽŁŠŁŁ‘Ł‡ŁŽŲ§ Ų§Ł„Ų°ŁŁ‘ŁŠŁ’Ł†ŁŽ Ų¢Ł…ŁŽŁ†ŁŁˆŲ§ ŁƒŁŁ„ŁŁˆŲ§ مِنْ Ų·ŁŽŁŠŁŁ‘ŲØŁŽŲ§ŲŖŁ Ł…ŁŽŲ§ Ų±ŁŽŲ²ŁŽŁ‚Ł’Ł†ŁŽŲ§ŁƒŁŁ…Ł’} Ų«ŁŁ…ŁŽŁ‘ Ų°ŁŽŁƒŁŽŲ±ŁŽ Ų§Ł„Ų±ŁŽŁ‘Ų¬ŁŁ„ŁŽ ŁŠŁŲ·ŁŁŠŁ’Ł„Ł Ų§Ł„Ų³ŁŽŁ‘ŁŁŽŲ±ŁŽ Ų£ŁŽŲ“Ł’Ų¹ŁŽŲ«ŁŽ Ų£ŁŽŲŗŁ’ŲØŁŽŲ±ŁŽ ŁŠŁŽŁ…ŁŲÆŁŁ‘ ŁŠŁŽŲÆŁŽŁŠŁ’Ł‡Ł Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ų³ŁŽŁ‘Ł…ŁŽŲ§Ų”Ł: ŁŠŁŽŲ§ Ų±ŁŽŲØŁŁ‘ ŁŠŁŽŲ§ Ų±ŁŽŲØŁŁ‘ŲŒ ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ·Ł’Ų¹ŁŽŁ…ŁŁ‡Ł Ų­ŁŽŲ±ŁŽŲ§Ł…ŁŒŁˆŁŽŁ…ŁŽŁ„Ł’ŲØŁŽŲ³ŁŁ‡Ł Ų­ŁŽŲ±ŁŽŲ§Ł…ŁŒ ŁˆŁŽŲŗŁŲ°ŁŁŠŁŽ ŲØŁŲ§Ł„Ų­ŁŽŲ±ŁŽŲ§Ł…Ł ŁŁŽŲ£ŁŽŁ†ŁŽŁ‘Ł‰ ŁŠŁŲ³Ł’ŲŖŁŽŲ¬ŁŽŲ§ŲØŁ Ł„ŁŽŁ‡

ā€˜Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib). Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah Ta’ala berfirman, ā€˜Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.’ (QS. Al-Mu’minun: 51). Dan Allah Ta’ala berfirman, ā€˜Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.’ (QS. Al-Baqarah: 172). Kemudian Rasulullah shallallahu ā€˜alaihi wa sallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian; rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, ā€˜Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.ā€ (HR. Muslim, no. 1015)

Empat sebab terkabulnya doa sudah ada pada orang ini yaitu:

Keadaan dalam perjalanan jauh (safar).
Meminta dalam keadaan sangat butuh (genting).
Menengadahkan tangan ke langit.
Memanggil Allah dengan panggilan ā€œYaa Rabbiiā€ (wahai Rabb-ku) atau memuji Allah dengan menyebut nama dan sifat-Nya, misalnya: ā€œYaa Dzal Jalaali wal Ikraamā€ (wahai Rabb yang memiliki keagungan dan kemuliaan), ā€œYaa Mujiibas Saa’iliinā€ (wahai Rabb yang Mengabulkan doa orang yang meminta kepada-Mu), dan lain-lain.
NAMUN DIKARENAKAN HARTA HARAM MEMBUAT DOANYA SULIT TERKABUL.

Keenam: Harta haram membuat kaum muslimin jadi mundur dan hina
Dari ā€˜Abdullah bin ā€˜Umar radhiyallahu ā€˜anhuma, Rasulullah shallallahu ā€˜alaihi wa sallam bersabda,

Ų„ŁŲ°ŁŽŲ§ ŲŖŁŽŲØŁŽŲ§ŁŠŁŽŲ¹Ł’ŲŖŁŁ…Ł’ ŲØŁŲ§Ł„Ł’Ų¹ŁŁŠŁ†ŁŽŲ©Ł ŁˆŁŽŲ£ŁŽŲ®ŁŽŲ°Ł’ŲŖŁŁ…Ł’ Ų£ŁŽŲ°Ł’Ł†ŁŽŲ§ŲØŁŽ Ų§Ł„Ł’ŲØŁŽŁ‚ŁŽŲ±Ł ŁˆŁŽŲ±ŁŽŲ¶ŁŁŠŲŖŁŁ…Ł’ ŲØŁŲ§Ł„Ų²ŁŽŁ‘Ų±Ł’Ų¹Ł ŁˆŁŽŲŖŁŽŲ±ŁŽŁƒŁ’ŲŖŁŁ…Ł Ų§Ł„Ł’Ų¬ŁŁ‡ŁŽŲ§ŲÆŁŽ Ų³ŁŽŁ„ŁŽŁ‘Ų·ŁŽ Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’ŁƒŁŁ…Ł’ Ų°ŁŁ„Ų§Ł‹Ł‘ Ł„Ų§ŁŽ ŁŠŁŽŁ†Ł’Ų²ŁŲ¹ŁŁ‡Ł Ų­ŁŽŲŖŁŽŁ‘Ł‰ ŲŖŁŽŲ±Ł’Ų¬ŁŲ¹ŁŁˆŲ§ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‰ ŲÆŁŁŠŁ†ŁŁƒŁŁ…Ł’

ā€œJika kalian berjual beli dengan cara ā€˜inah (salah satu transaksi riba), mengikuti ekor sapi (maksudnya: sibuk dengan peternakan), ridha dengan bercocok tanam (maksudnya: sibuk dengan pertanian) dan meninggalkan jihad (yang saat itu fardhu ā€˜ain), maka Allah akan menguasakan kehinaan atas kalian. Allah tidak akan mencabutnya dari kalian hingga kalian kembali kepada agama kalian.ā€ (HR. Abu Daud, no. 3462. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih. Lihat ā€˜Aunul Ma’bud, 9:242).

Ketujuh: Karena harta haram banyak musibah dan bencana terjadi
Dari Ibnu ā€˜Abbas radhiyallahu ā€˜anhuma, Rasulullah shallallahu ā€˜alaihi wa sallam bersabda,

Ų„ŁŲ°ŁŽŲ§ ŲøŁŽŁ‡ŁŽŲ±ŁŽ Ų§Ł„Ų²ŁŁ‘Ł†Ų§ŁŽ ŁˆŁŽŲ§Ł„Ų±ŁŁ‘ŲØŁŽŲ§ فِي Ł‚ŁŽŲ±Ł’ŁŠŁŽŲ©Ł ŁŁŽŁ‚ŁŽŲÆŁ’ Ų£ŁŽŲ­ŁŽŁ„ŁŁ‘ŁˆŁ’Ų§ ŲØŁŲ£ŁŽŁ†Ł’ŁŁŲ³ŁŁ‡ŁŁ…Ł’ Ų¹ŁŽŲ°ŁŽŲ§ŲØŁŽ اللهِ

ā€œApabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.ā€ (HR. Al-Hakim. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Imam Adz-Dzahabi mengatakan, hadits ini shahih. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighairi sebagaimana disebut dalam Shahih At-Targhib wa Tarhib, no. 1859).

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita rezeki yang halal. (*/Sumber: rumaysho.com/Tulisan ini dikembangkan dari bahasan ā€œHarta Haram Muamalat Kontemporerā€ karya Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A)

Back to top button