Harta Haram, ini Tujuh Dampak Buruknya dalam Kehidupan
ASSAJIDIN.COM — Mencari rezeki adalah sunnatullahnya manusia di muka bumi. Hanya saja masing masing orang memiliki jalan dan cara yang berbeda beda. Itu makanya Allah memberikan rahmatnya kepada makhluk dengan cara dan jumlah yang berbeda beda pula.
Allah telah menurunkan Alquran untuk pedoman manusia. Di dalamnya ada petunjuk bagaimana menjadi manusia bertakwa termasuk masalah rezwki. Ramhu rambunya sangat rinci dijelaskan. Carilah rezwki dengan cara yang halal.
Namun tak sedikit manusia berpaling dri Alquran. Bahkan mencari rezeki dan harta dengan cara haram. Misal, mencuri, mengambil hak orang lain, korupsi dll.
Kita diperintahkan untuk memakan yang halal dan menjauhi yang haram sebagaimana dalam doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu āalaihi wa sallam,
Ų§ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŲŁŁŲ§ŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ ŲŁŲ±ŁŲ§Ł ŁŁŁ Ų ŁŁŲ£ŁŲŗŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŲ¶ŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁ ŁŁŁŁ Ų³ŁŁŁŲ§ŁŁ
āYa Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.ā (HR. Tirmidzi, no. 3563; Ahmad, 1:153; dan Al-Hakim, 1:538.
Hadits ini dinilai hasan menurut At-Tirmidzi. Syaikh Salim bin āIed Al-Hilaliy menyetujui hasannya hadits ini sebagaimana dalam Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin, 2:509-510).
Dan ingat rezeki yang halal walau sedikit itu pasti lebih berkah. Abul āAbbas Ahmad bin āAbdul Halim bin Taimiyyah Al-Harrani (661-728 H) rahimahullah pernah berkata,
ŁŁŲ§ŁŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŲŁŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŲØŁŲ§Ų±ŁŁŁ ŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁŲŁŲ±ŁŲ§Ł Ł Ų§ŁŁŁŁŲ«ŁŁŲ±Ł ŁŁŲ°ŁŁŁŲØŁ ŁŁŁŁŁ ŁŲŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŲŖŁŲ¹ŁŲ§ŁŁŁ
āSedikit dari yang halal itu lebih bawa berkah di dalamnya. Sedangkan yang haram yang jumlahnya banyak hanya cepat hilang dan Allah akan menghancurkannya.ā (Majmuāah Al-Fatawa, 28:646)
Dalam mencari rezeki, kebanyakan kita mencarinya asalkan dapat, namun tidak peduli halal dan haramnya. Nabi shallallahu āalaihi wa sallam jauh-jauh hari sudah mengatakan,
ŁŁŁŁŲ£ŁŲŖŁŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł Ų²ŁŁ ŁŲ§ŁŁ ŁŲ§Ł ŁŁŲØŁŲ§ŁŁŁ Ų§ŁŁŁ ŁŲ±ŁŲ”Ł ŲØŁŁ ŁŲ§ Ų£ŁŲ®ŁŲ°Ł Ų§ŁŁŁ ŁŲ§ŁŁ Ų Ų£ŁŁ ŁŁŁ ŲŁŁŲ§ŁŁŁ Ų£ŁŁ Ł Ł ŁŁŁ ŲŁŲ±ŁŲ§Ł Ł
āAkan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau yang haram.ā (HR. Bukhari no. 2083, dari Abu Hurairah radhiyallahu āanhu).
Akhirnya ada yang jadi budak dunia. Pokoknya dunia diperoleh tanpa pernah peduli aturan. Inilah mereka yang disebut dalam hadits,
ŲŖŁŲ¹ŁŲ³Ł Ų¹ŁŲØŁŲÆŁ Ų§ŁŲÆŁŁŁŁŁŲ§Ų±Ł ŁŁŲ§ŁŲÆŁŁŲ±ŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ§ŁŁŁŁŲ·ŁŁŁŁŲ©Ł ŁŁŲ§ŁŁŲ®ŁŁ ŁŁŲµŁŲ©Ł Ų Ų„ŁŁŁ Ų£ŁŲ¹ŁŲ·ŁŁŁ Ų±ŁŲ¶ŁŁŁ Ų ŁŁŲ„ŁŁŁ ŁŁŁ Ł ŁŁŲ¹ŁŲ·Ł ŁŁŁ Ł ŁŁŲ±ŁŲ¶Ł
āCelakalah wahai budak dinar, dirham, qothifah (pakaian yang memiliki beludru), khomishoh (pakaian berwarna hitam dan ada bintik-bintik merah). Jika ia diberi, maka ia rida. Jika ia tidak diberi, maka ia tidak rida.ā (HR. Bukhari, no. 2886, dari Abu Hurairah radhiyallahu āanhu).
Lantas Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,
ŁŁŁŁŲ°ŁŲ§ ŁŁŁŁ Ų¹ŁŲØŁŲÆŁ ŁŁŲ°ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ£ŁŁ ŁŁŲ±Ł ŁŁŁŁŁŁ Ų·ŁŁŁŲØŁŁŁŲ§ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ„ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų„Ų°ŁŲ§ Ų£ŁŲ¹ŁŲ·ŁŲ§ŁŁ Ų„ŁŁŁŲ§ŁŁŲ§ Ų±ŁŲ¶ŁŁŁ Ų ŁŁŲ„ŁŲ°ŁŲ§ Ł ŁŁŁŲ¹ŁŁŁ Ų„ŁŁŁŲ§ŁŁŲ§ Ų³ŁŲ®ŁŲ·Ł ŁŁŲ„ŁŁŁŁŁ ŁŲ§ Ų¹ŁŲØŁŲÆŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ¶ŁŁŁŁ Ł ŁŲ§ ŁŁŲ±ŁŲ¶ŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų ŁŁŁŁŲ³ŁŲ®ŁŲ·ŁŁŁ Ł ŁŲ§ ŁŁŲ³ŁŲ®ŁŲ·Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų ŁŁŁŁŲŁŲØŁŁ Ł ŁŲ§ Ų£ŁŲŁŲØŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ³ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲØŁŲŗŁŲ¶Ł Ł ŁŲ§ Ų£ŁŲØŁŲŗŁŲ¶ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ³ŁŁŁŁŁŁ
āInilah yang namanya budak harta-harta tadi. Jika ia memintanya dari Allah dan Allah memberinya, ia pun rida. Namun ketika Allah tidak memberinya, ia pun murka. āAbdullah (hamba Allah) adalah orang yang rida terhadap apa yang Allah ridai, dan ia murka terhadap apa yang Allah murkai, cinta terhadap apa yang Allah dan Rasul-nya cintai serta benci terhadap apa yang Allah dan Rasul-Nya benci.ā (Majmuāah Al-Fatawa, 10:190)
Ada pula yang masih peka hatinya namun kurang mendalami halal dan haram. Yang kedua ini disuruh untuk belajar muamalah terkait hal halal dan haram.
āAli bin Abi Thalib radhiyallahu āanhu pernah mengatakan,
Ł ŁŁŁ Ų§ŲŖŁŁŲ¬ŁŲ±Ł ŁŁŲØŁŁŁ Ų£ŁŁŁ ŁŁŲŖŁŁŁŁŁŁŁŁ Ų§Ų±ŁŲŖŁŲ·ŁŁ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŲ±ŁŁŲØŁŲ§ Ų«ŁŁ ŁŁ Ų§Ų±ŁŲŖŁŲ·ŁŁ Ł Ų«ŁŁ ŁŁ Ų§Ų±ŁŲŖŁŲ·ŁŁ Ł
āBarangsiapa yang berdagang namun belum memahami ilmu agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam riba, kemudian dia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus.ā
āUmar bin Al-Khaththab radhiyallahu āanhu juga mengatakan,
ŁŁŲ§ ŁŁŲŖŁŁŲ¬ŁŲ±Ł ŁŁŁ Ų³ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų„ŁŁŁŲ§ Ł ŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁ Ų£ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŲ±ŁŁŲØŁŲ§
āJanganlah seseorang berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk riba.ā (Lihat Mughni Al-Muhtaj, 6:310)
Kalau halal-haram tidak diperhatikan, dampak jeleknya begitu luar biasa. Kali ini kita akan lihat apa saja dampak dari harta haram.
Pertama: Memakan harta haram berarti mendurhakai Allah dan mengikuti langkah setan.
Dalam surah Al-Baqarah disebutkan,
ŁŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł ŁŁŁŁŁŲ§ Ł ŁŁ ŁŁŲ§ ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ£ŁŲ±ŁŲ¶Ł ŲŁŁŁŲ§ŁŁŲ§ Ų·ŁŁŁŁŲØŁŲ§ ŁŁŁŁŲ§ ŲŖŁŲŖŁŁŲØŁŲ¹ŁŁŲ§ Ų®ŁŲ·ŁŁŁŲ§ŲŖŁ Ų§ŁŲ“ŁŁŁŁŲ·ŁŲ§ŁŁ Ū Ų„ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł Ų¹ŁŲÆŁŁŁŁ Ł ŁŲØŁŁŁŁ
āHai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.ā (QS. Al-Baqarah: 168)
Disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Badaiā Al-Fawaid (3:381-385), ada beberapa langkah setan dalam menyesatkan manusia, jika langkah pertama tidak bisa, maka akan beralih pada langkah selanjutnya dan seterusnya:
Langkah pertama: Diajak pada kekafiran, kesyirikan, serta memusuhi Allah dan Rasul-Nya.
Langkah kedua: Diajak pada amalan yang tidak ada tuntunan (bidah).
Langkah ketiga: Diajak pada dosa besar (al-kabair).
Langkah keempat: Diajak dalam dosa kecil (ash-shaghair).
Langkah kelima: Disibukkan dengan perkara mubah (yang sifatnya boleh, tidak ada pahala dan tidak ada sanksi di dalamnya) hingga berlebihan.
Langkah keenam: Disibukkan dalam amalan yang kurang afdal, padahal ada amalan yang lebih afdal.
Kedua: Akan membuat kurang semangat dalam beramal saleh
Dalam ayat disebutkan,
ŁŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŲ±ŁŁŲ³ŁŁŁ ŁŁŁŁŁŲ§ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŲ·ŁŁŁŁŁŲØŁŲ§ŲŖŁ ŁŁŲ§Ų¹ŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŲµŁŲ§ŁŁŲŁŲ§ Ų„ŁŁŁŁŁ ŲØŁŁ ŁŲ§ ŲŖŁŲ¹ŁŁ ŁŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁ Ł
āHai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang thayyib (yang baik), dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.ā (QS. Al-Muāminun: 51). Yang dimaksud dengan makan yang thayyib di sini adalah makan yang halal sebagaimana disebutkan oleh Saāid bin Jubair dan Adh-Dhahak. Lihat Tafsir Al-Qurāan Al-āAzhim karya Ibnu Katsir, 5:462.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, āAllah Taāala pada ayat ini memerintahkan para rasul āalaihimush sholaatu was salaam untuk memakan makanan yang halal dan beramal saleh. Penyandingan dua perintah ini adalah isyarat bahwa makanan halal adalah yang menyemangati melakukan amal saleh.ā (Tafsir Al-Qurāan Al-āAzhim, 5:462).
Ketiga: Memakan harta haram adalah kebiasaan buruk orang Yahudi.
Sebagaimana disebutkan dalam ayat,
ŁŁŲŖŁŲ±ŁŁŁ° ŁŁŲ«ŁŁŲ±ŁŲ§ Ł ŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ³ŁŲ§Ų±ŁŲ¹ŁŁŁŁ ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ„ŁŲ«ŁŁ Ł ŁŁŲ§ŁŁŲ¹ŁŲÆŁŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŲ£ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŲ³ŁŁŲŁŲŖŁ Ū ŁŁŲØŁŲ¦ŁŲ³Ł Ł ŁŲ§ ŁŁŲ§ŁŁŁŲ§ ŁŁŲ¹ŁŁ ŁŁŁŁŁŁ
ŁŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŲ§ŁŁŁ Ł Ų§ŁŲ±ŁŁŲØŁŁŲ§ŁŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁŲ£ŁŲŁŲØŁŲ§Ų±Ł Ų¹ŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŲ„ŁŲ«ŁŁ Ł ŁŁŲ£ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŲ³ŁŁŲŁŲŖŁ Ū ŁŁŲØŁŲ¦ŁŲ³Ł Ł ŁŲ§ ŁŁŲ§ŁŁŁŲ§ ŁŁŲµŁŁŁŲ¹ŁŁŁŁ
āDan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu. Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.ā (QS. Al-Maidah: 62-63)
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa rabbaniyyun adalah para ulama yang menjadi pelayan melayani rakyatnya. Sedangkan ahbar hanyalah sebagai ulama. Lihat Tafsir Al-Qurāan Al-āAzhim, 3:429.
Ayat berikut membicarakan kebiasaan Yahudi yang memakan riba,
ŁŁŲØŁŲøŁŁŁŁ Ł Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ ŁŁŲ§ŲÆŁŁŲ§ ŲŁŲ±ŁŁŁ ŁŁŁŲ§ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų·ŁŁŁŁŲØŁŲ§ŲŖŁ Ų£ŁŲŁŁŁŁŲŖŁ ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲØŁŲµŁŲÆŁŁŁŁŁ Ł Ų¹ŁŁŁ Ų³ŁŲØŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ«ŁŁŲ±Ł, ŁŁŲ£ŁŲ®ŁŲ°ŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŲ±ŁŁŲØŁŲ§ ŁŁŁŁŲÆŁ ŁŁŁŁŁŲ§ Ų¹ŁŁŁŁŁ ŁŁŲ£ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų£ŁŁ ŁŁŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł ŲØŁŲ§ŁŁŲØŁŲ§Ų·ŁŁŁ Ū ŁŁŲ£ŁŲ¹ŁŲŖŁŲÆŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŲ§ŁŁŲ±ŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁ Ł Ų¹ŁŲ°ŁŲ§ŲØŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁ ŁŲ§
āMaka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan disebabkan mereka memakan riba, Padahal Sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.ā (QS. An-Nisaaā: 160-161)
Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah telah melarang riba pada kaum Yahudi, namun mereka menerjangnya dan mereka memakan riba tersebut. Mereka pun melakukan pengelabuan untuk bisa menerjang riba. Itulah yang dilakukan mereka memakan harta manusia dengan cara yang batil. (Lihat Tafsir Al-Qurāan Al-āAzhim, 3:273).
Siapa yang mengambil riba bahkan melakukan tipu daya dan akal-akalan supaya riba itu menjadi halal, berarti ia telah mengikuti jejak kaum Yahudi. Dan inilah yang sudah diisyaratkan oleh Nabi shallallahu āalaihi wa sallam.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu āanhu, Nabi shallallahu āalaihi wa sallam bersabda,
ŁŲ§Ł ŲŖŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŲ³ŁŁŲ§Ų¹ŁŲ©Ł ŲŁŲŖŁŁŁ ŲŖŁŲ£ŁŲ®ŁŲ°Ł Ų£ŁŁ ŁŁŲŖŁŁ ŲØŁŲ£ŁŲ®ŁŲ°Ł Ų§ŁŁŁŁŲ±ŁŁŁŁ ŁŁŲØŁŁŁŁŁŲ§ Ų Ų“ŁŲØŁŲ±ŁŲ§ ŲØŁŲ“ŁŲØŁŲ±Ł ŁŁŲ°ŁŲ±ŁŲ§Ų¹ŁŲ§ ŲØŁŲ°ŁŲ±ŁŲ§Ų¹Ł . ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ Ų±ŁŲ³ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§Ų±ŁŲ³Ł ŁŁŲ§ŁŲ±ŁŁŁŁ Ł . ŁŁŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŁ ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł Ų„ŁŁŲ§ŁŁ Ų£ŁŁŁŁŲ¦ŁŁŁ
āKiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.ā Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah shallallahu āalaihi wa sallam, āApakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?ā Beliau menjawab, āSelain mereka, lantas siapa lagi?ā (HR. Bukhari, no. 7319)
Dari Abu Saāid Al-Khudri radhiyallahu āanhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu āalaihi wa sallam bersabda,
ŁŁŲŖŁŲŖŁŁŲØŁŲ¹ŁŁŁŁ Ų³ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ ŁŁŲØŁŁŁŁŁŁ Ł Ų“ŁŲØŁŲ±ŁŲ§ ŲØŁŲ“ŁŲØŁŲ±Ł ŁŁŲ°ŁŲ±ŁŲ§Ų¹ŁŲ§ ŲØŁŲ°ŁŲ±ŁŲ§Ų¹Ł ŲŁŲŖŁŁŁ ŁŁŁŁ ŲÆŁŲ®ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁ Ų¬ŁŲŁŲ±Ł Ų¶ŁŲØŁŁ ŁŲ§ŁŲŖŁŁŲØŁŲ¹ŁŲŖŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł , ŁŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ§ Ų±ŁŲ³ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų¢ŁŁŁŁŁŁŁŲÆŁ ŁŁŲ§ŁŁŁŁŲµŁŲ§Ų±ŁŁ ŁŁŲ§ŁŁ : ŁŁŁ ŁŁŁ
āSungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.ā Kami (para sahabat) berkata, āWahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?ā Beliau menjawab, āLantas siapa lagi?ā (HR. Muslim, no. 2669).
Ibnu Taimiyah menjelaskan, tidak diragukan lagi bahwa umat Islam ada yang kelak akan mengikuti jejak Yahudi dan Nashrani dalam sebagian perkara. Lihat Majmuāah Al-Fatawa, 27: 286.
Baca Juga: Faedah Sirah Nabi: Membangun Kabah dengan Harta Halal
Keempat: Badan yang tumbuh dari harta yang haram akan berhak disentuh api neraka.
Yang pernah dinasihati oleh Nabi shallallahu āalaihi wa sallam pada Kaāab,
ŁŁŲ§ ŁŁŲ¹ŁŲØŁ ŲØŁŁŁ Ų¹ŁŲ¬ŁŲ±ŁŲ©Ł Ų„ŁŁŁŁŁŁ ŁŲ§Ł ŁŁŲ±ŁŲØŁŁ ŁŁŲŁŁ Ł ŁŁŲØŁŲŖŁ Ł ŁŁŁ Ų³ŁŲŁŲŖŁ Ų„ŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŲ§ŁŁŲŖŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų±Ł Ų£ŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁ
āWahai Kaāab bin āUjroh, sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka.ā (HR. Tirmidzi, no. 614. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Kelima: Doa sulit dikabulkan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu āanhu, ia berkata, āRasulullah shallallahu āalaihi wa sallam bersabda,
Ų„ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ Ų·ŁŁŁŁŲØŁ ŁŲ§Ł ŁŁŁŁŲØŁŁŁ Ų„ŁŁŲ§ŁŁ Ų·ŁŁŁŁŲØŲ§ŁŲ ŁŁŲ„ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ Ų£ŁŁ ŁŲ±Ł Ų§ŁŁ ŁŲ¤ŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŁ ŁŲ§ Ų£ŁŁ ŁŲ±Ł ŲØŁŁŁ Ų§ŁŁ ŁŲ±ŁŲ³ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ŁŁ {ŁŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŲ±ŁŁŲ³ŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŲ·ŁŁŁŁŁŲØŁŲ§ŲŖŁ ŁŁŲ§Ų¹ŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŲµŁŲ§ŁŁŲŁŲ§} ŁŁŁŁŲ§ŁŁ ŲŖŁŲ¹ŁŲ§ŁŁŁ {ŁŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŲ°ŁŁŁŁŁŁ Ų¢Ł ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŲ§ Ł ŁŁŁ Ų·ŁŁŁŁŲØŁŲ§ŲŖŁ Ł ŁŲ§ Ų±ŁŲ²ŁŁŁŁŁŲ§ŁŁŁ Ł} Ų«ŁŁ ŁŁ Ų°ŁŁŁŲ±Ł Ų§ŁŲ±ŁŁŲ¬ŁŁŁ ŁŁŲ·ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŁŁŁŲ±Ł Ų£ŁŲ“ŁŲ¹ŁŲ«Ł Ų£ŁŲŗŁŲØŁŲ±Ł ŁŁŁ ŁŲÆŁŁ ŁŁŲÆŁŁŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŁŁ ŁŲ§Ų”Ł: ŁŁŲ§ Ų±ŁŲØŁŁ ŁŁŲ§ Ų±ŁŲØŁŁŲ ŁŁŁ ŁŲ·ŁŲ¹ŁŁ ŁŁŁ ŲŁŲ±ŁŲ§Ł ŁŁŁŁ ŁŁŁŲØŁŲ³ŁŁŁ ŲŁŲ±ŁŲ§Ł Ł ŁŁŲŗŁŲ°ŁŁŁ ŲØŁŲ§ŁŲŁŲ±ŁŲ§Ł Ł ŁŁŲ£ŁŁŁŁŁ ŁŁŲ³ŁŲŖŁŲ¬ŁŲ§ŲØŁ ŁŁŁ
āSesungguhnya Allah Taāala itu baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib). Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah Taāala berfirman, āWahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.ā (QS. Al-Muāminun: 51). Dan Allah Taāala berfirman, āWahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.ā (QS. Al-Baqarah: 172). Kemudian Rasulullah shallallahu āalaihi wa sallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian; rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, āWahai Rabbku, wahai Rabbku.ā Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.ā (HR. Muslim, no. 1015)
Empat sebab terkabulnya doa sudah ada pada orang ini yaitu:
Keadaan dalam perjalanan jauh (safar).
Meminta dalam keadaan sangat butuh (genting).
Menengadahkan tangan ke langit.
Memanggil Allah dengan panggilan āYaa Rabbiiā (wahai Rabb-ku) atau memuji Allah dengan menyebut nama dan sifat-Nya, misalnya: āYaa Dzal Jalaali wal Ikraamā (wahai Rabb yang memiliki keagungan dan kemuliaan), āYaa Mujiibas Saaāiliinā (wahai Rabb yang Mengabulkan doa orang yang meminta kepada-Mu), dan lain-lain.
NAMUN DIKARENAKAN HARTA HARAM MEMBUAT DOANYA SULIT TERKABUL.
Keenam: Harta haram membuat kaum muslimin jadi mundur dan hina
Dari āAbdullah bin āUmar radhiyallahu āanhuma, Rasulullah shallallahu āalaihi wa sallam bersabda,
Ų„ŁŲ°ŁŲ§ ŲŖŁŲØŁŲ§ŁŁŲ¹ŁŲŖŁŁ Ł ŲØŁŲ§ŁŁŲ¹ŁŁŁŁŲ©Ł ŁŁŲ£ŁŲ®ŁŲ°ŁŲŖŁŁ Ł Ų£ŁŲ°ŁŁŁŲ§ŲØŁ Ų§ŁŁŲØŁŁŁŲ±Ł ŁŁŲ±ŁŲ¶ŁŁŲŖŁŁ Ł ŲØŁŲ§ŁŲ²ŁŁŲ±ŁŲ¹Ł ŁŁŲŖŁŲ±ŁŁŁŲŖŁŁ Ł Ų§ŁŁŲ¬ŁŁŁŲ§ŲÆŁ Ų³ŁŁŁŁŲ·Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų°ŁŁŲ§ŁŁ ŁŲ§Ł ŁŁŁŁŲ²ŁŲ¹ŁŁŁ ŲŁŲŖŁŁŁ ŲŖŁŲ±ŁŲ¬ŁŲ¹ŁŁŲ§ Ų„ŁŁŁŁ ŲÆŁŁŁŁŁŁŁ Ł
āJika kalian berjual beli dengan cara āinah (salah satu transaksi riba), mengikuti ekor sapi (maksudnya: sibuk dengan peternakan), ridha dengan bercocok tanam (maksudnya: sibuk dengan pertanian) dan meninggalkan jihad (yang saat itu fardhu āain), maka Allah akan menguasakan kehinaan atas kalian. Allah tidak akan mencabutnya dari kalian hingga kalian kembali kepada agama kalian.ā (HR. Abu Daud, no. 3462. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih. Lihat āAunul Maābud, 9:242).
Ketujuh: Karena harta haram banyak musibah dan bencana terjadi
Dari Ibnu āAbbas radhiyallahu āanhuma, Rasulullah shallallahu āalaihi wa sallam bersabda,
Ų„ŁŲ°ŁŲ§ ŲøŁŁŁŲ±Ł Ų§ŁŲ²ŁŁŁŲ§Ł ŁŁŲ§ŁŲ±ŁŁŲØŁŲ§ ŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŁŁŲ©Ł ŁŁŁŁŲÆŁ Ų£ŁŲŁŁŁŁŁŁŲ§ ŲØŁŲ£ŁŁŁŁŁŲ³ŁŁŁŁ Ł Ų¹ŁŲ°ŁŲ§ŲØŁ Ų§ŁŁŁŁ
āApabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.ā (HR. Al-Hakim. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Imam Adz-Dzahabi mengatakan, hadits ini shahih. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighairi sebagaimana disebut dalam Shahih At-Targhib wa Tarhib, no. 1859).
Semoga Allah mengaruniakan kepada kita rezeki yang halal. (*/Sumber: rumaysho.com/Tulisan ini dikembangkan dari bahasan āHarta Haram Muamalat Kontemporerā karya Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A)
