Uncategorized
Berbuat Baik yang Bernilai di Mata Allah Menurut Alquran (2)
Siapa yang Harus Berbuat Baik?

AsSAJIDIN.COM — Setiap manusia di dunia ini pasti punya naluri untuk berbuat baik. Hampir tidak ada orang yang waras yang tidak suka jika melihat orang lain berbuat baik.
Namun pertanyaannya, apakah semua perbuatan baik itu bernilai di mata Allah ? Ternyata tidak. Ada perbuatan baik yang sia-sia di mata Allah yang tidak ada nilainya. Firman Allah
Surat 18(Al-Kahfi):ayat 103-104
Artinya: Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
Surat 35(Faathir):Ayat 37
Artinya: Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Surat 2(al-baqarah) :Ayat 11-12
Artinya: Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi [24]”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
Bagaimana perbuatan baik yang bernilai di hadapan Allah? Untuk menjawab pertanyaan ini, marilah kita pergunakan konsep 5W1H dengan mengacu kepada sumber kebenaran di al Quran.
Pada tulisan kedua ini, membahas tentang siapa saja yang harus berbuat baik, atau Who
Who? Siapa yang harus berbuat baik? Diri saya sendiri, tidak boleh diwakilkan kepada orang lain karena berbuat baik dengan menolong orang lain dan sedekah adalah untuk diri kita sendiri dan bukan untuk orang yang kita tolong.
Firman Allah
Surat 45(al-jatsiyah) :Ayat 15
Artinya : Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.
Surat 17(al-isra) ayat :15
Artinya : Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
Surat 2 (al-baqarah) ayat :272
Artinya: Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).(*/bersambung)
