Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

KALAMSYARIAH

Asbabun Nuzul Surat Al-‘Alaq

ASSAJIDIN.COM — Melansir Bersamadakwah.net, ketika mendekati usia 40 tahun, Rasulullah SAW sering melakukan uzlah, khalwat, atau tahannuts di Gua Hira.

Dalam setahun, beliau biasa ber-tahannuts satu bulan, merenungkan kondisi Mekkah yang penuh kemusyrikan dan kejahiliyahan.

Enam bulan menjelang tahannuts ketiga, beliau selalu bermimpi dengan mimpi yang benar (ru’ya shadiqah). Serupa fajar Subuh yang menyingsing.

Di tahun itu pula, ketika usia Rasulullah SAW sudah memasuki 40 tahun, tampak tanda-tanda kenabian lainnya seperti sebuah batu di Mekkah yang mengucap salam kepada beliau.

Pada bulan Ramadhan, saat beliau ber-tahannuts untuk ketiga kalinya, datanglah Malaikat Jibril seraya mengatakan, “Iqra’ (إقرأ). Bacalah!” Rasulullah menjawab, “Ma ana biqari’ (ما أنا بقارئ). Aku bukanlah orang yang pandai membaca.” Lalu Jibril mendekap Rasulullah hingga beliau kehabisan tenaga.

Malaikat Jibril mengulanginya hingga tiga kali dan Rasulullah juga mengulangi jawaban yang sama.

Lihat Juga :  Dua Hijaber Asal Indonesia dan Mesir Bertekad Taklukkan Mount Everest

Lalu Jibril pun menyampaikan wahyu pertama: Surat Al Alaq ayat 1-5. Asbabun nuzul Surat Al Alaq ayat 1-5 ini bisa kita dapati dalam Tafsir Ibnu Katsir dan beberapa tafsir lainnya.

 

Khasiat Surat Al-‘Alaq

Khusus keistimewaan Surat Al-Alaq , Sayyid Muhammad Taqi Al-Muqaddam dalam bukunya berjudul “Khazanah Al-Asrar” mengatakan barangsiapa membacanya di lautan maka dia akan selamat dari gangguannya.

Dalam Tafsirul Burhan juga disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat ini (Surat Al-‘Alaq), maka Allah mencatatnya pahala seperti pahala orang yang membaca surat-surat Al-Mufaashshal.

Ia juga memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang mengayunkan pedangnya di jalan Allah. 

Dan barangsiapa yang membacanya, sedangkan ia menaiki kapal, maka Allah akan memberinya keselamatan dari tenggelam.”

Rasulullah SAW juga telah bersabda: “Barangsiapa yang membaca atas pintu tempat penyimpanan, maka Allah menyelamatkannya dari segala bahaya dan pencuri sampai pemiliknya mengeluarkan apa yang ada di dalamnya.”

Sedangkan dalam Tsawabul A’mal dinyatakan bahwa Abi Abdullah berkata: “Barangsiapa yang membaca Surat Al-‘Alaq, di harinya, atau di malamnya, lalu ia meninggal pada hari itu, maka ia mati syahid, Allah membangkitkannya sebagai syahid, dan menghidupkannya sebagai syahid pula. Ia ibarat orang yang mengayukan pedangnya (berperang) di jalan Allah bersama Rasulullah SAW.”

Lihat Juga :  Komunitas Pedagang dan Pecinta Kuliner Nusantara Gelar Halal Bi Halal Dihadiri SMB IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja, S.H.M.Kn

Mengutip Kalam.sindonews.com, Al-‘Alaq sendiri artinya adalah “segumpal darah”.

Surat yang terdiri atas 19 ayat ini termasuk dalam golongan Surat Makkiyyah.

Ia diberi nama Surat Al-‘Alaq karena merujuk pada lafaz al-‘alaq yang terdapat pada ayat kedua. Selain nama Surat Al-‘Alaq, ia juga dinamai dengan Surat Al-Qalam.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button