MOZAIK ISLAM

M Aryansyah Hafal 8 Juz Diusia 8 Tahun, Ini Cerita Arya dan Perjuangan Ibunya

ASSAJIDIN.COM — Raden Aryansyah Hidayatullah, diusianya yang masih 8 tahun Ia sudah mampu menghafal 8 juz dalam Al Quran.

Usia yang boleh jadi banyak anak-anak yang masih suka bermain dan tak jauh dari gadget, berbeda dengan aktivitas harianya.

Bahkan, sejak usia tiga tahun bocah yang akrab dipanggil Arya ini sudah mulai mengaji dengan didampingi kedua orang tuanya RA Sofyan Hidayatullah dan Rita Oktarina.

Dua tahun kemudian ia mulai mencoba menghafal. Dan setelah berjalan tiga tahun ia pun telah menghafal 8 juz.

“Pengen jadi ustaz, biar ngajak semua jadi orang baik,” tutur Arya didampingi Ibu Kandungnya Rita Oktarina, Kamis (8/7/2021).

Harus diakui Arya memang tak semudah yang dibayangkan orang untuk menghafal. Banyak tips yang ia ceritakan bila seusianya atau seorang pemula ingin menghafal Al Quran.

Lihat Juga :  Tempat Wisata di Arab Saudi (17) : Jabal Magnet, Wisata Ilmiah di Kota Madinah 

Dalam sehari minimal harus dibaca 10 kali dan bisa lebih dari ayat atau pun Surat yang akan dihafal. 10 kali membaca itu kemudian diulang saat lima waktu sholat dalam sehari.

Sedangkan untuk setoran atau hafalan yang ia setor ke ibunya biasanya sampai tiga kali. Bisa setelah waktu subuh, sebelum dzuhur dan setelah maghrib. Begitu terus berulang-ulang.

“Tapi yang sulit itu menjaga, makanya kalau sudah hafal dijaga hafalannya. Bisa saat sebelum dan sesudah sholat atau saat nyantai,” tutur pria kelahiran 28 November 2012 ini.

Selain setoran hafalan di rumah, ia juga ikut program hafalan di Sekolah Islam Az Zahrah Palembang. Bahkan, Arya sempat menjadi hafiz terbaik di sekolahnya dan mendapat hadiah umrah.

Lihat Juga :  Cita-cita Mulia Semoga Diijabah Allah, Ingin Cetak Generasi Penghafal Al Qur'an di Kalangan Pelajar

Sementara itu dikatakan Rita Oktarina selaku ibunya bahwa memang butuh banyak perjuangan bagi orang tua yang anaknya ingin menghafal Al Quran.

Menurutnya, hal awal yang perlu dilakukan adalah pengenalan terlebih dahulu. Saat bayi atau mulai usia satu tahun didengarkan suara murotal. Kemudian diusia tiga tahun mulai diajarkan mengaji.

Dan hal tersebut jangan sampai memaksa akan tetapi diusahakan karena keinginan dan semangatnya. Dan memang diusia anak-anak banyak tantangannya kadang menurun semangatnya.

“Dan buat anak-anak senang. Misalnya kita kasih hadiah saat pencapaian,” pungkasnya. (Sugi)

Back to top button