ASSAJIDIN.COM –.Melansir Dream, kitab Tafsir Al Baghowi menjelaskan surat Al-Fatihah turun setelah surat Al Hijr, sebagaimana dijelaskan dalam ayat 87:
“Dan sungguh Kami telah memberikan kepadamu (Muhammad) tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang, dan Al Quran yang agung.”
Asbabun nuzul surat Al-Fatihah sendiri dapat dipahami dari beberapa hadis yang menjelaskan tentang surat ini.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, menantu Rasulullah SAW “Surat Al-Fatihah turun di Makkah dari perbendaharaan di bawah ‘arsy.”
Riwayat lain menyebutkan, Amr bin Shalih bertutur kepada Kami, “ayahku bertutur kepadaku, dari Al Kalbi, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Nabi berdiri di Makkah, lalu beliau membaca ‘dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam. Kemudian orang-orang Quraisy mengatakan, “semoga Allah menghancurkan mulutmu (atau kalimat senada).”
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda saat Ubay bin Ka’ab membacakan Ummul Quran pada beliau, “Demi zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, Allah tidak menurunkan semisal surat ini di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al Quran. Sesungguhnya surat ini adalah as-sab’ul matsani (tujuh kalimat pujian) dan Al Quran Al-Adzim yang diberikan kepadaku.”
Sumber : Liputan6.com
