Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

SYARIAH

Bertawassul dengan Sedekah agar Terhindar dari Penyakit

ASSAJIDIN.COM —  “Harta tidak akan berkurang dengan sebab sedekah” (HR Muslim). Selama ini kita tidak asing dengan amaliyah tawassul. Tawassul artinya memohon kepada Allah melalui perantara.

Sebagian besar masyarakat Muslim di Indonesia, bahkan di dunia, hampir setiap hari melakukan tawassul.

Tawassul yang biasa kita lakukan adalah berdoa dengan menyebut nama seorang nabi atau wali dengan harapan agar permohonan kita dikabulkan, atau agar kita dihindarkan dari marabahaya oleh Allah dengan wasilah menyebut nama nabi atau wali tersebut.

Tawassul seperti ini biasanya dibarengi dengan ziarah ke makam beberapa orang wali. Hadirin yang dirahmati Allah, Amaliyah tawassul seperti ini adalah salah satu dari tiga jenis tawassul yang kesemuanya boleh untuk kita lakukan.

Dua jenis tawassul yang lain adalah tawassul dengan asma Allah dan sifat-Nya, dan tawassul dengan amal shalih. Bertawassul dengan sedekah bukan berarti kita pamrih dalam bersedekah. Sedekah tetap kita niatkan karena Allah, bukan karena yang lain.

Setelah sedekah, kita bertawassul dengan amal shalih yang berupa sedekah itu agar permohonan kita dikabulkan atau dihindarkan dari mara bahaya.

Hal ini boleh dilakukan dengan dasar hadits yang menceritakan tentang tiga orang yang kehujanan dalam perjalanan lalu berteduh di sebuah gua. Bibir gua lalu tertutup oleh sebongkah batu besar. Dalam keadaan terperangkap dalam gua, masing-masing dari mereka memohon kepada Allah dengan menyebut amal shalih masing-masing hingga pintu gua terbuka kembali dan mereka keluar dengan selamat (HR al-Bukhari) Pada musim pandemi Covid-19 seperti ini, kita dituntut untuk menunjukkan kesetiakawanan kita.

Lihat Juga :  Memaknai Kafarat dalam Surat Al Maidah Ayat 89

Instruksi pemerintah agar semua orang di rumah saja, membuat banyak orang kehilangan pekerjaannya, banyak orang menjadi pengangguran, banyak orang tidak lagi bisa mengais rezeki, banyak orang yang membutuhkan bantuan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pada masa seperti saat ini, ajaran agama menyerukan kepada kita agar berempati dan menunjukkan solidaritas kepada sesama anak bangsa. Banyak hal yang bisa kita lakukan.

Di antaranya adalah sedekah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: صَنَائِعُ الْمَعْرُوْفِ تَقِيْ مَصَارِعَ السُّوْءِ وَصَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ (رواه الطبراني) Maknanya: “Perbuatan-perbuatan baik akan melindungi kita dari berbagai keburukan dan sedekah yang dilakukan sembunyi-sembunyi akan menghindarkan diri kita dari siksa Tuhan” (HR ath-Thabarani).

Hadits ini mengajak kita untuk melakukan berbagai kebaikan, di antaranya sedekah. Hadits ini juga menjelaskan bahwa perbuatan baik yang kita lakukan, baik sedekah atau pun perbuatan-perbuatan baik lainnya dapat menjadi sebab terhindarnya kita dari bermacam-macam keburukan dan berbagai musibah.

Lihat Juga :  Enam Tahapan Cara Mudah Memahami Alquran

Marilah kita bersedekah dan melakukan berbagai kebaikan di masa-masa sulit seperti sekarang ini. Jangan menunggu sampai kita terkena wabah dan musibah, baru kita bersedekah. Kita lakukan sedekah sekarang supaya kita terhindar dari berbagai musibah dan wabah penyakit.

Sedekah yang kita berikan kepada orang-orang yang membutuhkan, tidak harus banyak. Kita sesuaikan dengan kemampuan kita masing-masing. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: اِتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ (رواه البخاري) Maknanya: “Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan sedekah separuh dari biji kurma” (HR al-Bukhari).

Orang miskin bisa bersedakah sesuai kemampuannya kepada orang yang lebih miskin. Orang kaya dapat menyalurkan sedekahnya dalam jumlah besar melalui ormas atau lembaga terpercaya, atau langsung melalui pemerintah di daerah masing-masing.

Kalau sedekah ini telah menjadi sebuah gerakan bersama dan disalurkan serta diberikan secara tepat kepada setiap orang yang membutuhkan, maka in sya Allah instruksi pemerintah agar semua lapisan masyarakat tidak keluar rumah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, akan ditaati bersama.(*/sumber: nu.or.id)

Back to top button