SYARIAH

Aurat Laki-Laki Hingga Bawah Lutut, Pahami Dalilnya

Kaum laki-laki hendaklah menutup lututnya, karena bila terlihat akan menimbulkan dosa

ASSAJIDIN.Com – Kita laki-laki seringkali lalai dengan pakaian. Padahal, berpakaian terutama celana pendek yang memperlihatkan lutut di dalam Islam tidak diperkenankan. Tentu ini sangat penting agar tidak setiap saat kita membuka aurat.

Dari Jarhad Radhiallahu ‘Anhu, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lewat, saat itu pakaianku terbuka bagian pahaku. Beliau bersabda: “Tutupilah pahamu, sebab sesungguhnya paha adalah aurat.” (HR. Ahmad,  Malik Abu Daud, At Tirmidzi)

Imam Al Qurthubi Rahimahullah berkata: “Kaum  muslimin telah ijma’ (sepakat) bahwa kemaluan adalah aurat wajib di tutup baik laki-laki kalau wanita, dan wanita seluruh tubuhnya  Kebanyakan ulama mengatakan bahwa aurat laki-laki adalah dari pusar ke lutut, dan tidak boleh terlihat.” Kalau terlihat maka itu juga dosa.

Dalam pandangan jumhur ulama bahwa paha adalah aurat, nampak lebih baik dan lebih tenteram di hati bila kalian menutupinya. Maka, hendaklah kaum laki-laki yang masih ada semangat beragama memperhatikan masalah ini, agar ia tetap menutup pahanya. Paling tidak pakailah celana pendek yang sampai menutupi lutut, jangan celana pendek yang hanya sampai lutut, agar tidak menebar aurat kepada orang yang melihatnya, apalagi terlihat wanita. Kalau hanya di rumah barangkali tidak soal, karena tidak dilihat orang lain.

Lihat Juga :  Bacaan I'tidal, Salah Satu Rukun dalam Sholat, Berikut Maknanya

Tersingkap Aurat, Batal  Shalat

Suatu hari seorang pria salat berjamaah di suatu mesjid. Namun, ketika dia bersujud, bajunya pendek tersingkap, hingga terlihat bagianpinggang bahkan diatas pantatnya. Lelaki itu, mencoba menarik bajunya, namun tetap saja tersingkap sehingga terlihat lagi kulita pinggang bagian belakang itu.

Menurut  Syaikh Wahbah Az Zuhaili Rahimahullah: Jika tersingkapnya sebagian aurat ketika shalat dalam keadaan mampu untuk menutupnya (tapi dia tidak menutupnya) maka batal shalatnya, kecuali jika tersingkapnya itu karena angin atau lali, lalu dia tutup maka itu tidak membatalkan shalatnya sebagaimana penjelasan lalu. Jika tersingkapnya bukan karena angin atau karena hewan atau bukan karena hal yang luar biasa, maka itu batal. (Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu).

Lihat Juga :  Perbuatan Baik dan Jahat Itu Untuk Dirimu Sendiri, Pilihan yang Harus Dipertanggungjawabkan

Jika yang tersingkap itu banyak, maka hendaknya dia mengulang shalatnya, ada pun jika sedikit dan dia pun tidak sengaja melakukannya maka shalatnya sah. Insya Allah. Dalilnya adalah bahwa Amru bin Salamah Radhiallahu ‘Anhu, ketika dia masih kecil shalat bersama sahabat-sahabatnya, ketika dia sujud auratnya tersingkap dan orang-orang di belakangnya melihatnya, dia tidak mengulangi shalatnya.

Tetapi bila tersingkap, namun dia tahu, malah berusaha menutupinya, maka salatnya tidak saha. Keterbukaan aurat yang diketahui dengan sadar, maka itu salatnya tidak sah.(*)

Editor: Bangun Lubis

AsSAJIDIN.com

Back to top button