Kota Palembang Kekurangan Guru SD dan SMP

ASSAJIDIN.COM — Kekurangan tenaga pengajar baik SD dan SMP menjadi permasalahan di dunia pendidikan. Di Kota Palembang sendiri setidaknya dibutuhkan 1.000 guru lagi.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang, Reza Fahlevi mengatakan, kekurangan guru ini sudah disampaikan ke pemerintah pusat khususnya ke Menteri Pendayagunaan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
“Kita ajukan tenaga guru 500 orang, juga tenaga kesehatan dan teknis lainnya, kita prioritas guru,” katanya usai Pelantikan CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), Rabu (3/2/2021).
Reza mengatakan, dilantiknya CPNS formasi 2019 dan P3K ini sebanyak 1.015 orang ini belum memenuhi kuota pegawai. “Khususnya guru SD dan SMP jika dihitung secara matematis kurang 1.000an lagi,” katanya.
Sementara dalam pelantikan ini para CPNS dan P3K yang hadir hanya sebagai perwakilan. Mengingat kondisi pandemi yang tidak memungkinkan keseluruhan peserta yang lolos untuk ikut dalam seremoni peresmian.
“Idealnya semua harus ikut pelantikan tapi karena pandemi sehingga kita harus melakukan pembatasan peserta. Total ada 49 formasi, 47 Formasi CPNS dan 2 formasi P3K,” katanya.
Untuk formasi P3K hanya dua formasi yakni guru SD dan Penyuluh pertanian. Mayoritas mereka yang diresmikan berasal dari K2. Namun tidak semua K2 bisa mengikuti proses seleksi P3K karena ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.
“Memang tidak ada batasan umur untuk P3K, tapi Untuk guru SD misalnya mereka harus sarjana. Kalaupun ada yang sedang tahap pendidikan (kuliah) dan proses menyusun skripsi juga tetap tidak bisa ikut seleksi. Harus ijazah S1 yang harus diupload,” katanya.
Sedangkan untuk tenaga penyuluh pertanian, diperbolehkan dari sekolah pertanian sederajat SMA. “Hanya formasi tenaga penyuluh pertanian yang tidak harus sarjana,” katanya.
Setelah pelantikan ini, pengambilan SK CPNS bisa ke kantor BKPSDM dengan jadwal karena sedang pandemi. “Setelah ini mereka akan mengikuti prajabatan dan gaji masih 80 persen nilainya tergantung golongan,” katanya.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, pihaknya sudah memprioritaskan formasi khusus guru sejak dirinya menjabat BKPSDM 2 tahun lalu dan sudah dijukan 3.000an. Kuota guru yang ada saat ini 13 ribu orang baik ASN dan Non PNSD ini setidaknya 700 orang pensiun pertahunnya.
“Maka sangat dibutuhkan guru ini, untuk P3K itu pembukaannya kebijakan dari pusat,” katanya. (*/Sumber: assajidingroup/Kamayel Ar-Razi)
