Uncategorized

Masya Allah, Anak Guru Ngaji yang Baru Masuk SD ini Bisa Berhitung Hingga Miliaran tanpa Kalkulator

AsSAJIDIN.COM — Allah memberi kelebihan dan kekurangan kepada siapun yang dikehendaki-Nya. Pun dengan kisah bocah anak seorang buruh dan guru ngaji yang tengah viral di media sosial, khususnya aplikasi Facebook di wilayah kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumsel.

Masya Allah, bocah kelas 1 SD yang memiliki kemampuan menghitung hingga angka miliaran. Bocah berusia 7 tahun itu bernama Muhammad Roihan Al-Asyari yang sangat istimewa dibanding bocah seusianya.

Anak yang duduk bangku kelas 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Ciptasari, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel ini mampu menghitung dengan tepat. Menyerupai kalkulator.

Didatangi jurnalis, berbagai soal yang diberikan Guru SDN 2 Ciptasari, Ummu Salamah mulai dari perkalian, pengurangan, penambahan hingga pembagian dilahap habis dan mampu dijawab dengan benar.

“Pembelajaran matematika untuk anak kelas 1 SD diberikan hanya sebatas perkalian bilangan 2 angka, itupun cukup menyulitkan siswa dalam menjawab,”

“Tetapi berbeda dengan Roihan, tadi saya memberikan pertanyaan mulai dari perkalian bilangan 2 angka, hingga soal 1.000.150 X 550. Dalam waktu 2 menit dia mampu menjawab yakni 550.082.500 dan memang benar,” ungkap guru di sekolah Roihan.

Lihat Juga :  Selamatan dan Berbagi Makanan Sepulang Haji, Bagaimana Hukumnya?

Dikatakan lebih lanjut, mendapati salah satu anak didiknya yang memiliki IQ diatas rata – rata, Ia akan berkonsultasi dengan pihak sekolahan agar bakat tersebut lebih terasah lagi.

“Bakat Roihan ini perlu ditingkatkan, dengan bimbingan dari sekolah ataupun dorongan dari dinas terkait untuk menyediakan kursus agar kedepan bisa mengikuti olimpiade matematika. Dan membawa nama baik hingga ketingkat Nasional,” ujarnya harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

Sementara itu, Ayah Roihan, Mujiono mengatakan bakat anaknya tersebut telah terlihat sejak masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK) dan telah menyenangi hitung-hitungan.

“Saya sudah melihat bakat matematika Roihan sejak baru masuk TK atau sekitar 2 tahun yang lalu. Terlihat dia sangat senang dengan pembelajaran seputar angka,” jelas Mujiono yang bekerja sebagai buruh kelapa sawit tapi memiliki pekerjaan sampingan sebagai guru mengaji sepulang dari bekerja.

Lihat Juga :  One Day One Hadist : Janganlah Kamu Tergesa-gesa

Masih kata Mujiono, sejak kecil Roihan selalu dilatih dalam menyelesaikan hitungan mulai dari angka kecil hingga angka miliaran.

“Awalnya Roihan saya berikan pelajaran suruh menghapal angka 1 – 100 dan cepat hapal. Setelah itu dia jadi kebiasaan nulis dibuku mengenai bilangan perkalian dan tambahan,”

“Jadi setiap pulang kerja saya disuruh ngoreksi jawaban yang ditulis Sebelumnya, kebanyakan yang dikerjakan nya benar tetapi ada juga yang salah,” katanya.

Diharapkannya, kedepan Roihan mampu mengikuti olimpiade matematika dan menggapai cita-cita sesuai yang diinginkan anaknya tersebut.

“Kalau saya pribadi ya ingin anak bungsu saya ini bisa membanggakan orang tua, dan prestasi nya ini bisa lebih terasah lagi,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Roihan mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seperti presiden ke 3 Republik Indonesia.

“Aku pengen jadi pak Habibie biar bisa bikin pesawat,” pungkasnya singkat. (*/Sumber: tribunsumsel.com)

Back to top button