ASSAJIDIN.COM — An-Naas bermakna manusia. Surat ke-114 ini diturunkan bersamaan dengan surat Al-Falaq.
Berikut Asbabun Nuzul nya seperti dikutip dari Liputan6.com:
Diceritakan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Abu Ja’far Ar Rabi’ bin Anas dari Anas bin Malik dalam kitab ‘Ad-Dalail.
Asbabun nuzul Surat An-Naas dimulai ketika Nabi Muhammad SAW mengalami sakit yang cukup parah sampai Allah SWT mengutus dua malaikan untuk menjenguknya.
Salah satu malaikat duduk di sebelah kepala Nabi Muhammad SAW. Sedangkan malaikat lainnya duduk di bagian sebelah kaki Nabi Muhammad SAW.
Malaikat yang berada di sebelah kaki lalu bertanya kepada malaikat yang ada di sebelah kepala, “Apa yang terjadi padanya?” Malaikat di sebelah kepala pun menjawab, “Disihir orang.”
Malaikat pada sebelah kaki bertanya kembali, “Siapa yang menyihir?”
“Labid Ibn Al A’sham, orang Yahudi,” jawab malaikat lainnya.
Kemudian malaikat di sebelah kaki bertanya lagi, “Dimana diletakkan (sihirnya itu)?”
Malaikat di sebelah kepala menjawab, “Di sebuah sumur milik si fulan, pada bagian bawah batu. Hendaklah Muhammad pergi ke sumur tersebut, keringkanlah airnya, lalu angkat batunya. Terdapat sebuah kotak yang berada di bawahnya dan bakarlah kotak itu.”
Pagi harinya, Nabi Muhammad SAW mengutus Ammar bin Yasir serta beberapa sahabat untuk pergi ke sumur tersebut. Sesampainya di sana, mereka melihat sumur itu berwarna merah kecoklatan seperti air pacar atau inai.
Mereka menimba airnya, mengangkat batunya, mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalamnya, dan membakarnya. Ternyata di dalamnya terdapat seutas tali yang memiliki 11 simpul.
Kemudian Allah SWT menurunkan surah ini, (Al Falaq dan Annaas). Setiap kali Rasulullah membaca satu ayat maka terurailah 1 simpul.
Kedua surah pendek itu kemudian disebut sebagai Al Mu’awwidzatain karena telah mampu mengobati penyakit akibat sihir pada Nabi Muhammad SAW.
