Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Sempat Melemah, Kurs Riyal Akhirnya Menguat ke Rp 4.307

ASSAJIDIN.com –  Nilai tukar riyal Arab Saudi (SAR) kembali menguat melawan rupiah pada perdagangan Rabu (8/4/2020) setelah melemah dalam 3 hari beruntun.

Pada pukul 09:30 WIB, SAR 1 setara Rp 4.307, riyal menguat 0,47% di pasar spot melansir data Refinitiv. Sementara dalam tiga hari perdagangan sebelumnya, total riyal melemah 2,03%.

Melambatnya penyebaran pandemi virus corona (COVID-19), membuat sentimen pelaku pasar membaik, dan kembali masuk ke aset-aset berisiko. Rupiah pun menjadi perkasa, dan mampu menguat tajam kemarin, seperti dilansir CNBC Indonesia.

Tanggal Kurs Terkahir Perubahan
Monday, March 30, 2020 4345 1,40%
Tuesday, March 31, 2020 4327 -0,41%
Wednesday, April 01, 2020 4370 0,99%
Thursday, April 02, 2020 4376 0,14%
Friday, April 03, 2020 4360 -0,37%
Monday, April 06, 2020 4354 -0,14%
Tuesday, April 07, 2020 4287 -1,54%
Wednesday, April 08, 2020 4307 0,47%

Dari Eropa, Italia dan Spanyol melaporkan penurunan jumlah korban meninggal per harinya, kemudian Jerman melaporkan penurunan jumlah kasus baru yang signifikan. Sementara dari AS, jumlah korban meninggal di New York per harinya juga mengalami penurunan.

Lihat Juga :  RS Ernaldi Bahar Sumsel Lakukan Vaksinasi Bagi ODGJ

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat pertumbuhan kasus corona di Negeri Paman Sam pada 7 April adalah 8,62%. Ini menjadi yang terendah sejak 27 Maret, dan jauh di bawah rata-rata laju pertumbuhan selama 24 Januari-7 April yang sebesar 22,17%.

Secara global, WHO menyebutkan dalam kurun waktu 20 Januari-6 April rata-rata pertumbuhan jumlah kasus corona adalah 12.52% per hari. Sejak 24 Maret, pertumbuhan jumlah kasus baru sudah di bawah itu yakni 9,67%. Bahkan dalam delapan hari terakhir hingga 7 April pertumbuhan kasus baru per harinya sudah satu digit persentase.

Tetapi, sentimen pelaku pasar ternyata masih belum stabil pasar kembali volatil, bursa saham AS (Wall Steet) yang menguat tajam di awal perdagangan berakhir melemah tipis pada perdagangan Selasa. Imbasnya, bursa saham Asia pagi ini memerah, dan menjadi kabar kurang bagus bagi pasar keuangan dalam negeri, rupiah pun kembali melemah.

Lihat Juga :  Tak Jera, Lagi, Maling beraksi Curi Motor di Masjid Al Amin Palembang

Apalagi, penanganan kasus COVID-19 di Indonesia agak diragukan, sebabnya jumlah warga yang dites masih sangat rendah. Reuters melaporkan, untuk 1 juta orang Indonesia tes corona hanya dilakukan untuk 36 orang saja. Padahal negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia masing-masing sebanyak 6.666 dan 1.605. Sementara itu, Korea Selatan menjadi negara yang melakukan rapid testing terbanyak dengan populasi mencapai 8.996 orang per 1 juta populasi.

Hingga Selasa kemarin jumlah kasus COVID-19 di Indonesia sebanyak 2.738, dengan 221 meninggal dunia, dan 204 dinyatakan sembuh. Laju penambahan kasus di Indonesia sedang dalam tren naik, mengingat kasus pertama baru dilaporkan di awal Maret lalu.

Sementara di Arab Saudi, jumlah kasus dilaporkan sebanyak 2.795, dengan 41 orang meninggal dunia, dan 615 sembuh

Back to top button