Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

NASIONAL

Sampah Plastik 5,9 Kg Ditemukan dalam Perut Paus

Indonesia Darurat Sampah Plastik

AsSAJIDIN.COM – Belum lama ini warga Kendari dihebohkan dengan ditemukannya ikan paus jenis Sperm wale yang terdampar di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (19/11/2018). Dalam perut paus sepanjang 9,6 meter itu ditemukan sampah plastik yang jumlah cukup besar yakni sekitar 5,9 kg. Inikah pertanda Indonesia darurat sampah plastik?

Aktivis dari Yayasan Lestari Alam Wakatobi, Saleh Hanan memperkirakan penyebab kematian paus itu karena sampah plastik. Sebab, sampah plastik tak bisa dicerna oleh perut paus. Berbeda dengan tulang ikan, meskipun keras namun tetap bisa dicerna. Baca juga: Seekor Paus 9,5 Meter Ditemukan Mati Terdampar di Perairan Wakatobi “Sangat bisa karena sampah. Sampah plastik, kan, tidak terurai di perut paus dan beracun. Pencernaan terganggu, lalu mati,” kata Saleh, dihubungi, Selasa (20/11/2018).

Berdasarkan pengalamannya selama ini, lanjut Saleh, paus itu kehilangan orientasi navigasi. Dirinya pernah melihat ada sabuk sampah membelah Laut Banda dari Timur Laut Sultra sampai tenggara Kepulauan Sula pada bulan tertentu. “Karna kehilangan orientasi navigasi, paus tak mampu bedakan makanan dan non-makanan,” terang dia.

Lihat Juga :  Deteksi Covid-19 Lebih Murah Gunakan Genose di Bandara SMB II Palembang

Sebelumnya, warga di Desa Kapota, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, menemukan seekor paus dengan panjang 9,5 meter telah membusuk setelah terdampar di perairan itu. Kondisi paus yang mati ini sangat memprihatinkan. Dalam perut paus tersebut ditemukan sampah plastik yakni penutup galon, botol plastik, tali rafia, sobekan terpal, botol parfum, sandal jepit, kresek, piring plastik, gelas plastik, dan jaring.

Sebelumnya, Senin (19/11/2018) pagi, Tim gabungan dari Balai TN Wakatobi, AKKP, BPPD, DKP, WWF dan Yayasan Alam Lestari Wakatobi bergerak ke Pulau Kapota menggunakan speed SPTN wilayah I Wangi-wangi menuju lokasi titik ditemukannya paus. Di lokasi itu, tim melihat sebuah kapal dan beberapa masyarakat lokal yang sementara menyayat bagian tubuh paus untuk diambil minyaknya, dan yang tidak digunakan dihanyutkan. Kondisi paus sudah tidak utuh terutama pada bagian perut dan sudah mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Tim segera melakukan beberapa pengukuran (morfometrik) dan diketahui panjang total paus 9,5 meter dengan lingkar badan saat ditemukan sebesar 437 sentimeter.

Lihat Juga :  Andini dan Salsabilah, Siswi Muhammadiyah Palembang Raih Prestasi di MTQ Nasional, Lazismu Beri Apresiasi

Berdasarkan analisis beberapa foto yang dikirimkan oleh tim adalah jenis paus Sperma atau paus kepala kotak (Physeter macrocephalus). Hal ini terlihat dari bentuk kepalanya yang besar dan kotak di bagian depan, serta bentuk rahangnya yang ramping serta dijumpai adanya gigi pada rahang paus tersebut. Sebab paus Sperma adalah jenis paus terbesar dari golongan paus bergigi. Dengan demikian, kuat dugaan berdasarkan ciri-ciri ukuran, bentuk kepala, rahang serta giginya, mengarah kepada jenis paus Sperma.

Laporan Balai Taman Nasional (BTN) Wakatobi menyebutkan sampah plastik yang ditemukan di dalam perut paus tersebut berupa 115 gelas plastik (750 gr), 19 plastik keras (140 gr), 4 botol plastik (150 gr), dan 25 kantong plastik (260 gr). Ada juga 2 sandal jepit (270 gr), 1 karung nilon (200 gr), 1000 lebih tali rafia (3.260 gr), dan lain-lain (*/sumber: kompas.com)

Back to top button