BERITA TERKINIKOLOMNASIONAL

Riang Gembira, Menguatkan Kepercayaan Diri Akan Hindari Covid-19

ini akan sembuh segera. Sabar yah,”begitu dokter biasanya memberikan saran. Pasien pun mulai mengumbar senyum, karena mendapat harapan dari dokternya. Memang banyak juga yang menyetakan bahwa, jangan main-main terhada

Oleh: Bangun Lubis [ Wartawan   ASSAJIDIN.com]

ASSAJIDIN.com – Sudah banyak orang yang memberi pesan agar tidak panik dalam menjalani musibahCovid-19  yang menimpa seluruh dunia. Buatlah hati tenang, gembira dan punya keguhan hati yang kuat serta punya percaya diri yang tinggi. Yakini bahwa musibah yang menimpa ini akan berakhir. Istilah para penyair bada pasti berlalu.

Ketenangan dengan istilah menjalani apa adanya kehidupan sehari-hari, seperti tidak menganggap berlebihan atas adanya Covid-19 dari Wuhan, China ini, menjadi yang sangat penting dalam meneguhkan hati. Karena banyak sudah pendapat dari berbagai artikel yang ditulis oleh orang-orang ahli, baik para medis, dokter dan para peneliti dan psikolog, memberi tahu bahwa ketenangan sangat banyak membantu. Bahkan dapat menjadi salah satu factor penyembuh bagi mereka yang terkena virus corona ini.

Ibarat, sara para dokter yang ahli dan dokter yang baik, biasanya menghadapi pasiennya dengan tenang, dan berkata agar jangan gelisah atas penyakit yang diderita. Biasanya dokter yang baik, selalu memberi support kepada pasiennya dengan mengatakan,”ini akan sembuh segera. Sabar yah,”begitu dokter biasanya memberikan saran. Pasien biasnya mulai mengumbar senyum, karena mendapat harapan dari dokternya.

Memang banyak juga yang menyetakan bahwa, jangan main-main terhadap virus corona ini, karena sangat berbahaya. Tetapi, seperti para ahli selalu memberikan harapan. Sekalipun begitu, harus dihadapi dengan tertib. Misalnya saran mencuci tangan, tidak berdekatan dengan orang yang sedak sakit flu dan demam, tidak pergi ke kumpuna manusia yang banya, agaknya perlu memang dapat perhatian. Tetapi tidak berlebihan mengartikannya.

Kepercayaan yang Tinggi Bissa Menghindari Covid-19

Kita bisa lihat salah satu yang tenang warganya adalah di Swedia. Mereka walau ada himbauan pemerintah untuk tidak mengabaikan kerumunan dan jabat tangan atau jarak bicara, namun mereka tidak lantas, mengabaikan kedekatan dengan sahabat keluarganya.

Mereka tetap saja melakukan kegiatan sebagaimana sehari-hari, Malah dalam artikel BBC.com, disebutkan taman-taman hiburan keluarga tetap saja berjalan seperti biasa. Dikatakan bahwa masyarakat Swedia , sangat memiliki kepercayaan yang tinggi dan hati yang diajak menjalni kehidupan seperti biasa. Sehingga motivasi dan ketenangan itu, tidak membuat hati mereka dpresi atau tertekan. Sehinga banyak pasien yang sembuh dibuatnya.

Lihat Juga :  Arab Kini Makin "Hijau", Bertanda Kiamat Sudah Dekat?

Ada satu artikel yang ditulis Shbrina Arfani di ruangguru.com, mengetengahkan berbagai cara menghindari  makin stresnya warga masyarakat menghadapi musibah virus Covid-19. Ia menyarankan agar tidak panic. Karena panic buying tidak akan menyelesikan masalah. Malah hati bisa tidak tenang, yang dapat membuat stress dan jiwa tertekan, gilirannya kondisi kesehatan malah bisa menurun.  Kondisi kesehatan menurun, penyakit apapun tentu mudah hinggap. “Hindari ketakutan,”katanya.

Jangan Ikuti Informasi yang Salah dan Video yang Menakutkan

Sebahagian kita memang seringkali mencari tulisan atau informasi mengenai wabah ini. Namun, semua informasi yang berkaitan terus dilahap tanpa melihat akurasi informasi atau berita. Bahkan, yang terkait dengan persebaran, kematian hingga informasi yang sangat menakutkan begitu banyak bersliweran di laman-laman baik tercetak maupun di Media Sosial dan online.

Informasi yang tidak akurat, malah membuat hati semakin ketakutan. Selalulah, cari atau serach info yang ada tautan yang akurat, media yang terpercaya hingga kutipan-kutipan yang akurat dan factual dan dapat mendamaikan hati. Bukan berarti, informasi apapun tidak dibutuhkan, namun hendaklah informasi yang memperbaiki situasi dan keadaan hendaknya yang dibaca dan yang memberikan kecerdasan kepada kita dalam mengartikan perkembangan virus tersebut.

Kita bahkan melihat akun-akun pribadi di WA, FB, Instagram, Tweeter, dan media social (medsos) lainnya, yang memberikan saran dan bagaimana menangkal, atau bersikap bahkan bagaimana membersihkan diri hingga bagaimana bergaul sehari-hari dengan teman kerja, masyarakat di oingkungan bahkan dengan keluarga. Tetapi, tidak sedikit yang justru menakut-nakuti, membuat video yang ketakutannya mau dia libatkan juga kepada kita. Ini hendaklah dihindari. Karena akan menjadi ketakutan pula kepada pemirsa atau pembacanya.

Lihat Juga :  Gangguan Pernapasan Diprediksi Jadi Masalah Kesehatan Utama Jemaah Haji

Banyak ulama yang dan tokoh agama serta tokoh politik dan bahkan para presiden sebuah Negara, mengajak agar masyarakat tidak panic. Karena kepanikan justru dapat membuat stress dan tidak berpikir rasional. Gilirannya, bisa membuat hati tidak kuat. Padahal, harusnya kekuatan hati justru bisa menghindari penyakit yang akan menimpa seseorang.

Mereka mengajak senangkan hati, tenangkan hati dan gembirakan hati. Karena ini menjadi motivasi yang kuat dalam proses menguatkan kepercayaan bahwa kita tidak akan dihinggapi penyakit, atau membuat immune seseorang akan menguat dan menjadi mampu bertahan. Presiden Jokowi saja mengajak jangan panic. PM Malaysia Mahyudin pun meminta rakyatnya agar tenang dan tidak panic. Menghadapi dengan kekuatan jiwa akan lebih menguntungkan dalam menyingkirkan penyakit ini,”katanya.

Ada satu kutipan yang menarik, adalah bahwa semua persoalan tidak yang kecil bahkan yang besar sekalipun, seperti adanya Covid-19, pastinya akan berlalu. Ibarat lagu Chrisye, Badai Pasti Berlalu. Kata Allah,” Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah (2): 155).

Teatapi yakinlah, bila sudah waktunya, dan Kami sadari bahwa kalian mampu bersabar dan menjadi orang yang kuat setelah ujian ini. Maka semuanya akan berakhir dan berlalu. Firman Allah;”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS.Al Baqarah (2): 214)

Ingatlah semua kepedihan akan berakhir. Badai yang menerpa dengan ganasnya juga akan berlalu. Susun kekluatan hati dan percaya bahwa kita bisa melalui musibah ini.(*)

 

Tags
Close