BERITA TERKINIKOLOM

Sambut Ramadhan , Good Bye Corona

AsSajidin.Com –  Bicara merebaknya virus jenis baru (Covid-19) Corona, banyak yang bertanya-tanya apakah akan ada shalat tarawih di masjid, apakah bisa berbuka puasa bersama kerabat dan teman-teman seperti yang biasa mereka lakukan, padahal berkumpul bersama banyak orang sangat tidak disarankan di tengah mewabahnya virus ini. Berikut reportase  Jemmy Saputera Wartawan AsSajidin dalam satu tulisan : Sambut Ramadhan,  Good Bye Corona.

Optimisme adalah cara yang paling tepat dilakukan umat muslim dunia saat ini, mengapa ? karena optimisme adalah salah satu sikap baik yang dianjurkan dalam Islam. Dengan sikap optimistis, seseorang akan bersemangat dalam menjalani kehidupan, baik demi kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat kelak.

Allah Subhânahu Wa Ta’âla telah berfirman dalam QS : Ali Imron (3):  139 : “ Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” .

“ Merujuk pada ayat ini maka, sesungguhnya kita berkewajiban melawan segala sesuatu apa pun bentuknya, termasuk wabah virus Corona yang mengguncang dunia saat ini, karena hanya  dengan sikap optimistis seorang Muslim akan selalu berusaha semaksimal mungkin mencapai cita-cita dengan penuh keikhlasan karena Allah. Ingat sebentar lagi kita menghadapi ramadhan, bulan penuh keberkahan. Mari kita perbanyak doa, memohon ampunan dari segala dosa, agar Allah SWT mengangkat wabah virus corona ini dan kembali memberikan kesempatan kita mereguk indah dan manisnya ramadhan tahun ini seperti biasa,  “ kata Ustadz  Kariem Subki kepada AsSajidin, Rabu (25/3/20).

Menurutnya, (Hadits Riwayat Muslim dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhuShahîh Muslim, juz VIII, hal. 56, hadits no. 6945) menceritakan bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : “Mukmin (orang yang beriman) yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah. Pada diri masing-masing memang terdapat kebaikan. Capailah dengan sungguh-sungguh apa yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah. Apabila kamu tertimpa suatu kemalangan, maka janganlah kamu mengatakan; ‘Seandainya tadi saya berbuat begini dan begitu, niscaya tidak akan menjadi begini dan begitu’. Tetapi katakanlah; ‘lni sudah takdir Allah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan dilaksanakan-Nya. Karena sesungguhnya ungkapan kata ‘lau’ (seandainya) akan membukakan jalan bagi godaan setan.

Sebagai seorang muslim ayo kita optimis, wabah corona ini segera berlalu. Sehingga rutinitas ramadhan kita dapat berjalan lebih maskimal, khusuk tanpa adanya godaan. Mungkin Allah SWT ingin melihat keihklasan kita menghadapi ramadhan, lebaran dengan iman bukan karena euporia menyabutnya saja, “ ujarnya seraya mengatakan, dengan adanya sikap optimistis dalam diri setiap Muslim, kinerja untuk beramal akan meningkat dan persoalan yang dihadapi insyâallâh dapat kita selesaikan dengan sebaik-baiknya.

Lihat Juga :  Melihat Ciri Hewan Kurban Pilihan Rasul

Sementara itu, lanjut Dia, otimistis tanpa perhitungan dan pertimbangan yang tepat, juga merupakan sebuah ‘kekonyolan’ (sesuatu yang tidak dapat dibenarkan), yang dalam beberapa hal sangat dibenci oleh Allah. Misalnya, terlalu yakin bahwa wabah ini tidak akan menimpa diri, lalu menentang semua larangan yang dianjurkan baik oleh para ulama, pemerintah maupun saudara-saudaranya. Oleh sebab itu, Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid dapat dijadikan rujukan. Sebagaimana Ketika menghadapi wabah penyakit yang mematikan, Rasulullah SAW mengingatkan,”Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka, apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari darinya.

Lihat Juga :  One Day One Hadist : Amalan yang Paling Berat Pahalanya

“ Tetapi, pada prinsipnya, sikap pesimistis merupakan halangan utama bagi seseorang untuk menerima tantangan. Orang yang (bersikap) pesimistis hampir bisa dipastikan selalu merasa bahwa hidupnya penuh dengan kesulitan. Ia selalu merasa berada dalam ketidakberdayaan dalam menghadapi masa depan, Dan sikap seperti inilah sangat dibenci oleh Allah, “ tuturnya.

Pantauan AsSajidin, pembicaraan mengenai Ramadhan 1441H/2020M ditengah mewabahnya virus corona , Kamis (26/3/20) masuk dalam 10 besar trending topic se-Indonesia.  Bahkan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym ) mengingatkan umat Islam akan kehadiran bulan suci Ramadhan.

Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ini mengingatkan bahwa bulan penuh ampunan tersebut sebentar lagi menghampiri muslim seluruh dunia. Oleh karena itu ujarnya, konsep social distancing atau uzlah menjadi jalan yang terbaik bagi masyarakat untuk terhindar dari wabah virus corona adalah solusi yang sangat tepat.

“ Uzlah juga sebagai tafzkiyatun nafs (membersihkan diri) dalam menyambut bulan Ramadhan, agar lebih banyak waktu untuk tafakur, muhasabah untuk rahbah dan lainnya. Namun, Aa Gym  mengatakan kejadian saat ini juga momentum untuk bangsa Indonesia kembali bersatu melawan covid-19 dengan cara menghilangkan perbedaan dengan saling mengisi satu sama lain.

Dalam kesempatan tausiyahnya, Aa Gym menyampaikan doa dan harapannya agar dimudahkan untuk bisa bertemu bulan puasa. “Ya Alloh mudahkanlah, bimbinglah kami untuk menggapai RidhaMu dan sampaikanlah kami ke bulan RamadhanMu,” harapnya sembari mengajak masyarakat untuk berempati dan bersedekah dalam membantu masyarakat yang kurang mampu dan kehilangan upah harian mereka dalam menghadapi virus corona.

Penulis  : Jemmy Saputera

Close